
"Yok, mengko ngajak Astrid metu gelem ra?" Tanya Omes
(Yok, nanti ngajak Astrid keluar mau nggak?)
"Emang meh nengdi mes?" Tanyaku balik
(Emang mau kemana mes?)
"Dolan neng Alun-alun! Koe ro Astrid, aku ngajak Dita."
(Main ke Alun-alun! Kamu sama Astrid, aku ngajak Dita)
"Jal tak takon Astrid, paling yo mesti gelem."
(Biar ku tanya Astrid, paling juga pasti mau)
"Gelem lah, asal karo koe lungone.." Sahut Omes sambil nyengir
(Maulah, asal sama kamu perginya)
Hari ini aku, Astrid dan Omes masuk pagi. Jadi sore ada waktu untuk jalan-jalan sore.
******
Seperti biasa setiap shift sudah selesai aku duduk di samping mushola, tepat di pintu keluar dari dapur juga. Aku menunggunya selesai sholat ashar, dia kemudian duduk di sampingku sambil memakai sepatu.
"Geseran dikit.." Kata Astrid sambil memegang sepatu di tangan kirinya,
"Omes ngajak kita ke alun-alun." Aku bicara agak pelan karena nggak enak kalau di dengar sama yang lain.
"Iya, aku aja baru mau ngomong sama kamu." Sahutnya
"Kamu udah tahu?" Tanyaku sambil narik tali sepatunya yang sedang mau di ikat
"Hiiiih.." Astrid sambil narik talinya lagi
"Si Dita ngechat kok.." Imbuhnya
"Dia bilang gimana?" Tanyaku
"Ya bilangnya mau nggak ngajak mas Gio gitu!"
"Aku mah terserah kamu aja.." Kataku
__ADS_1
"Ya ayok lah, double date kita yeeeaay..!!" Astrid menoleh ke arahku
"Ya udah, kamu siap-siap dulu aja.. Mandinya jangan lama ya!! Haha.."
"Kalau gitu aku pulang ke kos dulu, ntar aku di jemput." Astrid berdiri memakai jaket cokelatnya
"Oke, aku langsung mandi ini.."
"Daaa Assalamualaikum.." Astrid menuju motornya dan memakai helm
"Waalaikum salam.." Aku memperhatikannya yang mulai meninggalkan tempat parkir
******
Sementara itu Omes sudah selesai mandi dan sudah rapi.
"Wuiiih kencan Mes.." Kata Rahmat
"Yoiii brooo.. JJS dong!!!" Sahut Omes
"Omes tega ra ngajak aku kii.." Sahut Rahmat
"Hahaha gelem dadi obat nyamuk?" Kata Omes
(Mau jadi obat nyamuk?)
"Iya Kak, Omes mau kencan kita banyak tugas di sini." Jawab Nita
Aku mendengar percakapan mereka dari dalam mes, aku juga sudah selesai prepare.
"Ngekkkk" suara pintu mes yang ku buka.
"Gio Gio Gio Gio Gio.." Sapa Rahmat sambil ngupas bawang
"Halo Mat, mau ikut haha.."
"Emohh.. Mosok cenglu ro mbak Astrid?" Tanya Rahmat
(Emoh.. Masa bonceng bertiga sama mbak Astrid?)
"Haha, nggak muat Kak.." Sahut Nita sambil berdiri memegang gelas berisi teh,
"Daadaaaa..." Aku mulai beranjak meninggalkan mereka yang sedang asik bercanda juga,
*******
__ADS_1
Aku harus segera menyusul Omes yang sudah menungguku di parkiran motor. Tamapknya ia sedang berkaca di spion motornya.
"Ayo Mes!!"
Omes mulai menyalakan motornya, dan kita pun menuju kos Astrid.
"Dita wes di hubungi?" Tanyaku
"Uwes, Astrid kon siap-siap sek, ben awakedewe cepet le mangkat.."
(Sudah, Astrid suruh siap-siap dulu, biar kita cepat berangkatnya)
"Uwes siap kok, geri mangkat." (Sudah siap kok, tinggal berangkat)
*******
Sampai akhirnya kami berhenti didepan kos Astrid. Aku segera turu dari motor untuk menuju pintu kamarnya.
Tok..tok..tokk...
Suara Astrid terdengar dari dalam kamarnya,
"Iya.. Aku udah siap kok." Sahutnya dari dalam,
"Ayok.." Kataku,
Gagang pintu bergerak sontak Astrid membuka pintu dan berdiri di depanku. Waaaw aku terpaku melihat senyum bibirnya yang ia warnai merah muda dengan lipstiknya, aku melihatnya hari ini ia tampak lebih cantik, cantik sekali. Aku tersenyum tak berhenti menatapnya, sungguh aku hanya memuji dalam hati saja, tidak berani bilang secara langsung.
Astrid juga menatap mataku seolah ia sedang menunjukan penampilan ini ia berikan padaku. Oh ya, aku jadi ingat kali ini penampilannya seperti artis cantik Fatin X-facktor.
"Hmmm... Ini Fatin ya?" Kataku,
"Hmmhmmm.." Astrid hanya tersenyum seperti malu-malu
"Ayo.. Berangkat!" Tiba-tiba Omes memecah suasana yang sedang berbunga-bunga ini.
Aku segera menyiapkan motor Astrid yang akan kami pakai untuk jalan-jalan sore ini. Omes berjalan di depan dan aku mengikutinya dari belakang, ya karena kita akan menuju kos Dita jadi Omes yang jalan di depan, lagi pula aku juga tidak tahu dimana lokasinya.
"Emang kos Dita dimana?" Aku tanya ke Astrid,
"Apa?" Suaraku kurang jelas didengarnya karena kami membawa motor agak kencang, takutnya keburu malam.
"Kosnya Dita dimana?" Ku ulangi sekali lagi dengan suara agak keras dan sedikit menoleh ke Astrid,
"Ohh.. Lempuyangan!!" Jawab Astrid dengan suara agak lantang juga,
__ADS_1
Omes semakin mempercepat laju motornya karena hari sudah mulai agak petang. Astrid mempererat pegangannya di perutku, kami segera ikut menambah kecepatan supaya tidak tertinggal oleh Omes.
*******