
Sesi foto telah selesai, Astrid memintaku duduk. Sedangkan ia menemui pegawai wanita yang tadi saat awal ketemu. Entah apa yang mereka bicarakan aku tak begitu jelas mendengarnya.
Selang beberapa menit Astrid kembali menemuiku, dengan senyum yang membuatku candu.
"Udah?" Tanyaku,
"Udah, besok kita tunggu hasilnya. Aku tadi bilangnya biar di bikinin CD aja, biar nanti kalau mau cetak lagi bisa pakai CD nya." Astrid menjelaskan,
"Sekarang kita kemana?"
"Kamu lapar?"
"Kalau mau makan ya ayo!"
"Yeeeay ayo kita makan! Makan makan makan?!"
"Mau makan di mana?"
"Mau paket cumi!"
"Ya udah ayo..!"
Begitu sederhana tingkah mu, namun sikapmu begitu mewah bagiku. Aku rasa tidak akan pernah ada rasa bosan kalau aku berada bersamamu.
******
Untung saja langit memberi kecerahan, sehingga aku dan Astrid bisa tiba di Sambel Cowek tanpa harus kehujanan. Kami menuju kasir untuk segera memesan makanan.
"Aku paket Cumi aja Pak Feri..!" Astrid dengan suara manjanya, kebetulan hari ini Mas Feri yang jadi kasir,
"Aku paket lele.." Sahutku,
Setelah selesai memesan, kami menuju tempat duduk favorit Astrid. Ia meletakan tas nya di meja, lalu duduk dan bibirnya sambil nyanyi tapi pelan banget.
"Kamu nyanyi apa.. Nggak kedengeran!" Kataku,
"Nyanyi wis pirang pirang pirang.. Hahaha..!"
__ADS_1
"Bukan gitu liriknya, wis pirang pirang bengi.."
"Tapi aku sukanya wis pirang pirang pirang.. Lanjutannya nggak tahu."
"Haha.. Wis pirang pirang bengi, coba buka youtube."
"Hahaha, ya biarin si. Biar beda sama penyanyinya."
"Nanti yang punya lagu marah loh.."
"Iya kah?"
"Iya.."
"Bodo' biarin aja hahaha.."
"Hiiih di bilangin juga."
"Dudududuudu... Lalalalala.."
*****
Kami sudah berkumpul untuk melakukan doa bersama, tapi Astrid selalu membuatku cemas. Ia selalu datang di saat semua sudah mulai siap berdoa. Meskipun aku yakin dia datang tapi selalu membuat jantungku berdebar saat menunggunya.
"Ngeekkkk" suara pintu terbuka"
Sudah tahu itu Astrid tapi tetap saja aku selalu terkejut setiap melihatnya.
"Nahh akhirnyaa.." Sorak anak-anak yang lain,
"Astrid telat belum Pak Feri?" Suara Astrid yang nyaring sambil berjalan ke kami yang sudah berkumpul.
"Aduhhh Astrid, ayooo sudah di tunggu ini..!!" Jawab Mas Feri.
"Ya udah ayo Pak, hehe..." Sahut Astrid,
"Oke selamat sore semuanya, sebelum mengawali pekerjaan mari kita berdoa sesuai agama dan keyakinan kita masing-masing. Bedoa di mulai..." Pimpin Mas Feri.
__ADS_1
Sesaat kami telah mengheningkan cipta untuk berdoa bersama. Lalu kami segera menuju jobdesk masing-masing. Bekerja seperti biasa, saling membantu, dan bercanda.
Saat semua sedang santai tiba-tiba Astrid mendekat.
"Gio, hp mu mana?" Tanya Astrid,
"Ini.." Aku langsung memberikan,
"Aku mau buka kamera, aku mau penuhin fotoku di hpmu."
"Haha emang kenapa gitu?" Aku penasaran,
"Biar nggak kalo di kasih foto Eka nggak muat lagi."
"Ya udah penuhin aja.. Siapa juga yang mau nyimpen foto Eka!?"
"Ya pokoknya aku mau hp mu penuh fotoku aja.. Hehe.."
"Iya tapikan kameraku jelek itu.."
"Biarin aja sih, yang penting isinya fotoku.."
"Ya udah banyakin aja.."
"Dah ah nih..ku balikin." Sambil menyodorkan hpku.
"Kenapa nggak pakai hp kamu aja buat foto, terus kirim ke aku?"
"Nanti juga kalau foto lagi aku kirim ke hp kamu."
"Haha bakal penuh.."
"Ya biar, pokoknya biar nggak bisa nyimpen foto Eka."
"Iya ini juga fotomu semua.."
Astrid segera kembali ke Kasir karena ada konsumen yang mau pesan. Aku juga kembali ke jobdesk ku untuk menyiapkan apa yang akan di pesan.
__ADS_1