Bidadari Waktu

Bidadari Waktu
bab 6


__ADS_3

Hari sudah berganti, saat itu kami sedang berada dalam suasana pergantian shift. Waktu menunjukan pukul 15.15 lebih, aku masih di lokasi job ku, aku lihat dia belum datang. Lima menit kemudian aku melihatnya masuk. Dia langsung berjalan menuju ruang kasir, entah apa yang terjadi, aku hanya melihat Astrid memberikan kertas ke Mas Matin. Aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, lalu dia pergi meninggalkan area kasir. Astrid berjalan tanpa menolehku, dia berlalu saja dan pergi.


Tak lama kemudian Mas Matin memberi kabar bahwa Astrid tidak bisa masuk kerja karena sakit. Ia memberikan surat keterangan dari dokter itu padaku. Kabar itu menghilangkan rasa heran ku. Tapi, kenapa harus terjadi?


Aku semakin kecewa karena tingginya harapanku hari ini untuk melihatnya, bercanda dengannya, dan ngobrol dengannya.


 


Ya, aku sedikit merasa kacau, aku heran apa yang telah ku rasakan. Aku senang akan kehadirannya, mungkin karena nyaman? Atau yang lain.


Saat itu aku masuk shift 1. Setelah semuanya selesai aku masuk tempat tidur ku atau mes ku. Aku mencoba menghubunginya, saat itu aku minta PIN BBM lewat SMS, dan aku bertanya\-tanya apa yg sebenarnya terjadi dengannya.


 


Dia memeberi tahu ku bahwa ia digigit nyamuk demam berdarah, dia harus opname di rumah sakit.


"Sepertinya aku mau resign aja," kata Astrid.


"Kenapa resign?" tanyaku,


"Aku kena nyamuk demam berdarah," jelasnya.


"Jangan resign!!" kataku.


"Kenapa? Aku lama lho sembuhnya."


"Iya nggak apa-apa, nunggu sembuh dulu."


"Emang boleh?"


"Iya, kemarin itu juga ada kok yang kecelakaan terus nunggu sampai sembuh."


 


Aku terus membujuknya jangan sampai resign. Jujur saja rasa penasaranku terus saja membuatku tidak ingin jauh dari kehidupannya, aku ingin dia ada bersamaku. Aku menanyakan beberapa hal, di mana ia di rawat, di mana letak kos nya juga.


 

__ADS_1


"Kamu sama siapa di sana?"


"Ada ibuku, datang dari Tangerang."


"Aku boleh jenguk kamu?"


"Jangan!!"


"Kenapa?"


"Aku belum ganti baju."


Seketika aku memutar otak, apa maksudnya belum ganti baju? Mungkin ia bermaksud bercanda saja.


"Enggak apa-apa juga, namanya juga lagi sakit."


"Kalo sekarang boleh, aku udah ganti baju."


"Hahaha, enggak sekarang kok."


"Iyalah, aku juga nggak tahu di mana kosanmu."


"Iya sih, tapi udah mau sembuh kok."


"Ya udah istirahat aja."


Beberapa hari aku sering ngobrol, melalui BBM.


Ternyata dia sudah pulang. Dia berada di kos nya. Tapi masih ada ibunya, jadi gak enak kalau mau jenguk ke kos nya.


"Gio'..!!"


"Ya, ada apa?"


"Rumah kamu di magelang kan?"


"Iya,gimana?"

__ADS_1


"Aku pengen ke tempat di mana aku belum pernah datang."


"Emang ke mana? Di Magelang ada Candi Borobudur."


"Udah pernah ke sana.."


"Ke ketep."


"Di mana itu?"


"Gak jauh dari tempatku."


"Kapan-kapan anterin aku ke sana ya!!"


"Kirain mau ngajak aku 😄"


"Ya ayo. Besok kalau aku sudah sembuh."


"Tapi aku malu."


"Kenapa malu?"


"Ya kalau ramai-ramai kan malu."


"Emang siapa yang mau ke sana ramai-ramai?"


"Haha, kirain. Ya udah boleh."


"Oke tunggu aku sembuh dulu ya?"


"Iya, harus sembuh dulu. Di minum obatnya juga."


"Iya."


Sebelumnya aku sudah pernah bilang letak tempat tinggalku dekat Dari Ketep. Mungkin dia masih ingat.Aku ingin dia segera sembuh dan bisa jalan-jalan denganku.


Hal.6

__ADS_1


__ADS_2