Blind Date

Blind Date
108. Seratus Kali


__ADS_3

"Babyyyy.....", Kenan mengerang keras. Mencapai puncak kenikmatan tiada tara. Entah untuk yang ke berapa kali.


"Kennn....", bersamaan dengan suara merdu dari bibir mungil Adelia yang memanggil namanya.


Keduanya seperti tanpa lelah terus mengulangi kegiatan terbang ke surga itu. Mencapai puncak kenikmatan bersama.


Satu kali, dua kali dan mengulanginya lagi dan lagi. Mereka hanya mengambil jeda sesaat saja setelah melakukan percintaan hebat itu. Lalu mengulang lagi , lagi dan lagi.


Dan anehnya keduanya masih tetap bersemangat, padahal waktu sudah menjelang pagi. Masih berada di atas tubuh cantik berpeluh itu, Kenan membalik posisi hingga tubuh Adelia berpindah di atas tubuhnya. Tanpa melepas penyatuan mereka.


"Kennn....", pekik Adelia. Sedikit terkejut dengan aksi lelakinya.


"What's up baby ?", Kenan terkekeh.


Memeluk erat tubuh cantik yang berada di atasnya.


"Pengen terus kayak gini ", bisiknya kemudian di dekat telinga gadis cantik itu.


Adelia tepuk dada bidang berotot suaminya.


"Mau berapa kali lagi ? Enggak capek kamu ?", sambil mendongak ke atas. Mempertemukan pandangan dengan mata hazel yang terlihat jelas masih diliputi gairah.


Sedikit menunduk, Kenan kecap bibir merah ranum itu.


"No, baby. Enggak ada kata capek buat aku, Bahkan seratus kali juga masih mampu ", tegasnya.


Tangan mungil Adelia kembali memukul tubuh lelaki itu.


"Bullshitt... !", katanya seraya terkekeh.


"Are you kidding, Ken ?", memijit hidung mancung Kenan gemas.


Kenan tergelak. Kembali mengecap bibir menggoda itu. Lalu menoel hidung mancung Adelia.


"Seriously, baby, wanna try ?", mata lelaki itu mengedip nakal. Di bawah sana menggerakkan kembali miliknya yang masih berada dalam pusat tubuh Adelia. Dengan gerakan Erotis. Membuat bibir gadis cantik itu kembali mengeluarkan ******* merdu.


"Emmmhhh Kennn.....!", desahhan merdu dan seksi mulai keluar dari bibir Adelia. Seiring gerakan Kenan di bawah sana. Memancing Adelia agar ikut bergerak bersama mengikuti irama yang dibuatnya.


"Come on baby, Just follow me, like before !", pintanya. Suaranya terdengar berat. Gairah lelaki itu kembali memuncah.


Kenan beranjak dari baringnya, tangannya erat menahan tubuh cantik istrinya agar tetap menempel dengan tubuhnya.


Kedua tubuh itu dalam posisi duduk sekarang, dengan Adelia berada di atas pangkuannya.


"Like this ?", Adelia mulai bergerak. Seirama dengan gerakan lelakinya.


"Eugghhhh...... so great, baby. You're the best my love ", lenguh Kenan menikmati sensasi nikmat luar biasa.


Padahal sudah berapa kali mereka melakukan itu ? Bergantian posisi, menyamankan kegiatan bercinta mereka. Tapi keduanya masih terlihat begitu menikmati.


Semburat merah bintang fajar sudah tampak di langit timur. Tapi sepertinya kedua insan itu belum mau menyudahi kegiatan mengasyikkan mereka. Suara berisik mulai memenuhi kamar hotel, seiring semakin memanasnya pergumulan seru itu.


***********


"Damn.....!", umpat perempuan muda cantik itu seraya membanting gawainya di ranjang. Beberapa kali menghubungi seseorang, tapi tetap nihil hasilnya.


"Pasti bersama perempuan ****** itu ", kesalnya. Lalu membanting tubuhnya di ranjang. Kembali bangkit karena tiba-tiba merasa mual. Mau muntah.


"Mual yang begitu menyiksa. Enggak nyaman banget ", gumamnya sambil menutup mulut. Lalu bergegas menuju ke kamar mandi.


Tak lama kemudian terdengar suara muntah-muntah dan gemericik air dari dalam sana. Cukup lama.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian baru muncul siluet tubuh perempuan muda itu dari balik pintu. Mengusap bibirnya dengan punggung tangan. Wajahnya tampak pucat. Tubuhnya terlihat lemas.


"Kemana kamu Ken ?", perempuan muda itu terisak.


"Aku pengen ditemeni kamu ", rajuknya sambil menghentakkan kaki.


Lalu melangkah menuju meja kecil di pinggir ranjang. Meraih sebutir kapsul dari botol kecil di sana, lalu menelannya dengan air mineral dari botol yang ada di sana.


Sebentar kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang. Perlahan.


"Kamu jahat Ken ..... kamu biarin aku tersiksa karena mual ini sendiri ", katanya seraya memejamkan mata.


Setitik air bening menetes dari ujung mata yang terpejam itu. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya dengan sebelah tangannya.


"Aku mau jadi istri kamu, biar cuma dalam mimpi ", gumamnya.


"Kenannn....." , senyum tipis tersungging di bibirnya.


Tak lama dengkur halus keluar dari hidungnya. Perempuan muda itu terlelap.


********


"Kamu suka ?", perempuan muda itu bergerak lincah di atas tubuh lelakinya.


Terdengar bibir lelaki itu mengerang.


"Of course. Just go on, girl !", katanya dengan mata terpejam.


Tangannya tak berhenti beraktivitas, memainkan dua buah gundukan montok yang bergerak bebas karena gerakan tubuh si perempuan. Racauan merdu terus keluar dari bibir si perempuan di sela-sela nafasnya yang memburu seperti sedang lari maraton.


Tiba-tiba mata lelaki itu terbuka.


"Bagaimana babynya ?", tanyanya seraya menyentuh perut rata perempuan yang duduk di atasnya.


"Dia pasti suka karena ketemu daddynya ", balasnya.


Kembali si lelaki mengerang. Lalu memeluk pinggang perempuan itu erat. Tangan kokohnya mendekap erat di sana, membantu si perempuan agar bergerak lebih intens.


"Bener ? Aku nggak perlu cemas kalo gitu ", ucapnya.


Perempuan muda itu mengangguk cepat. Sedetik kemudian semakin mempercepat gerakannya.


"Argghhhhh.....kamu hebat Cin !", lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya. Kini berpindah memegangi pinggul si.perempuan.


"Kamu juga hebat, Rio.....buat aku gila ", bibir perempuan itu terus mengeluarkan racauan dan desahhan merdu.


"Kita berdua gila, Cin ", kekeh lelaki itu.


Perempuan muda itu terus menari di atas tubuh lelakinya. Tak tinggal diam, si lelaki dengan antusias mengimbangi gerakannya.


Hingga ketika keduanya siap meledak bersama, sepasang anak manusia itu berseru nyaring meneriakkan nama pasangan bercintanya.


"Rioooo......", erang si perempuan


"Cindyy.....", suara berat si lelaki bersamaan dengan suara si perempuan. Tubuh si perempuan jatuh terkulai di atas tubuh lelaki itu. Bermandikan keringat.


Sementara tangan lelaki itu memeluk erat tubuhnya. Sesekali menciumi rambut basah perempuan muda itu dan mengusapnya lembut.


"Thank you !", lirihnya. Senyum bahagia menghiasi bibir mungil perempuan yang masih terengah itu. Kepalanya mengangguk perlahan.


**********

__ADS_1


"Kemana ?", tanya Adelia begitu Kenan melepas pelukannya. Sekaligus penyatuan mereka. Lalu beranjak dari baringnya.


Kenan berikan ciuman lembut di bibir perempuan cantik yang sedikit menoleh ke arahnya itu. Sebelah tangannya dia gunakan menopang kepalanya. Mata cantik itu menatap Kenan dengan sedikit centil.


"Kenapa, baby ? Mau ikut ?", goda lelaki itu. Jelas saja. Tujuan Kenan hanya untuk menggoda istrinya. Lelaki itu tidak akan pergi meninggalkan istrinya sendiri. Meski itu ke kamar mandi sekalipun.


Adelia menggeleng perlahan. Lalu kembali menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Dengan posisi miring.


Kenan tersenyum nakal. Menunduk dan menciumi bahu putih mulus yang masih terbuka itu. Ciuman itu naik ke atas menuju leher jenjang yang terdapat banyak hickey di sana.


"Atau mau lagi ?", bisiknya di dekat telinga Adelia.


Spontan sebuah bantal melayang ke tubuh Kenan. Ulah tangan mungil Adelia.


"Mesum...", cebik perempuan cantik itu.


"Baru juga di lepasin !", rajuk Adelia. Tanpa melihat tubuh polos lelakinya.


Kenan tergelak. Tangannya nakal, bergerak menyentuh bagian bawah tubuh Adelia dan mengusapnya. Sangat lembut.


"Emang nggak boleh dipasangin lagi ?", kedipnya nakal.


"Enough, Ken, udah pagi kan ? ", balas Adelia. Seperti ingat sesuatu tubuh cantik itu segera beranjak.


"Uhmm....beneran udah pagi ?", mata cantik itu menatap ke sekeliling kamar. Tampak seberkas sinar mentari menerobos dari balik korden.


"Oh my God....buruan Ken, kita harus balik sekarang !" , Spontan Adelia turun dari ranjang. Tidak sadar kalau tubuhnya masih polos seperti bayi.


Kenan terkekeh. Lalu melompat turun dari ranjang dan langsung memeluk tubuh Adelia. Dari belakang.


"Slow down baby, nggak usah buru-buru !", bisiknya seduktif.


"Kayaknya mau godain lagi ini ?", mata hazel itu menatap bukit indah dengan puncak pink ranum Adelia dengan tatapan nakal.


Sedikit tersentak, Adelia pukul lengan atas lelaki itu.


"Lepasin Ken, aku mau ambil selimut !", manja Adelia.


Kenan tersenyum lembut. Dengan sekali gerakan cepat, sudah mengangkat tubuh cantik itu ke gendongannya.


"Buat apa selimut, sayang ? Kita mau mandi kan ?", kerlingnya nakal.


"Tapi....", Adelia terbata. Pipinya sangat memerah. Gadis cantik itu malu.


"Ssttt.....", Kenan taruh jemarinya di bibir mungil itu. Sesaat menunduk dan mengecapnya. Lembut.


"Mandi bareng ya ? biar aku mandiin ", lanjutnya. Dengan sayang dan sorot memohon. Adelia bisa apa coba kalau begitu ? Lelaki ini memang pandai memperdaya.


Perlahan kepala gadis cantik itu mengangguk. Kenan bawa tangan mungil istrinya agar melingkar di leher kokohnya.


"Kiss me first, baby !", pinta Kenan sebelum mulai melangkah.


"Here....", tunjuknya ke bibir seksinya.


Bibir mungil Adelia mencebik. Tapi kemudian mendongak dan mencium bibir lelakinya cepat. Maunya Adelia.


Tapi begitu perempuan cantik itu hendak menjauhkan wajahnya, Kenan segera menyambar bibir ranum itu. Menggulatnya mesra.


Tak kuasa menghindar, Adeia pasrah saja dengan perlakuan suaminya. Karena dia juga suka.


Perlahan kaki panjang itu melangkah. Kedua bibir itu masih berpagut mesra.

__ADS_1


"Kamar mandi, baby ?", terdengar suara bisikan Kenan. Lalu kekehan. Di susul rajukan manja Adelia dengan pukulan pelan di bahunya.


"Uhmm.....not bad !", balas Adelia. Gelak tawa Kenan langsung pecah seketika.


__ADS_2