Blind Date

Blind Date
167. Power of Love


__ADS_3

"Feel powerfull right now ?", Adelia usap dada bidang suaminya. Yang kini sudah mengenakan pakaian kebesaran bertanding.


Kenan tersenyum. Lalu sedikit menunduk untuk meraih candu merah ranum milik istrinya sebelum berucap.


"Hmmm....absolutely, baby, you're so great", sambil mengedip nakal.


Kedua tangannya bergerak dan.berhenti di pinggang ramping Adelia.


Bibir Adelia langsung mencebik.


"Look ...!", seraya menunjuk ke lehernya. Yang tampak banyak hickey di sana. Bukan cuma itu, kalau boleh Adelia bilang hampir di sekujur tubuhnya ada tanda itu. Kenan sungguh menggila. Mungkin beberapa hari menahan gairah, membuatnya lupa diri. Menyebalkan sekali.


Spontan Kenan tergelak.


"I'm sorry baby, I lose control. It's so satisfying", ucapnya penuh antusias.


Bibir mungil Adelia semakin mencebik.


"How about now ? Malu, Ken ", rajuknya.


"Diapain ini ?", lanjutnya.


Kenan tergelak lagi. Disentuhnya leher jenjang istrinya lembut. Lalu menunduk dan mendekatkan bibirnya ke telinga perempuan cantik itu.


"Don't worry, baby. It must be dissapear tomorrow", bisiknya.


"Dasar jahat !", Adelia menghentakkan kakinya kesal. Lalu memutar tubuhnya dan membelakangi suaminya sambil melipat tangannya di dada.


Kenan tersenyum. Lalu memutar langkahnya menuju ke arah koper besar yang ada di pinggir ranjang. Koper berisi baju yang di kirim asisten mansion beberapa saat yang lalu. Lelaki tampan itu mengambil sesuatu dari sana.


Memutar tubuhnya balik, Kenan melangkah mendekati tubuh istrinya yang masih dalam posisi membelakanginya.


Perlahan melingkarkan sesuatu yang dibawanya di leher istrinya. Sebuah syal. Setelah sebelumnya menyibak rambut panjang kecoklatan itu.


"I love you, baby ", sambil mencium pipi Adelia dari samping.


Mata Adelia membulat. Bibir mencebik itu perlahan tertarik le samping. Lalu dengan cepat memutar tubuhnya.


"Kenn ......!", girangnya.


Ternyata suaminya ini sudah menyiapkan segala sesuatunya. Bukan cuma baju ganti tapi sampai hal yang tak terduga seperti ini.


Ahhhh.....pasti dia sudah merencanakan semuanya. Dasar licik !


Kenan tersenyum simpul. Tangannya bergerak membenahi syal di leher istrinya.


"Udah gak ngambek kan ?", sambil menoel bibir mungilnya.


Bibir Adelia manyun.lucu.


"Gara - gara kamu !", rajuknya.


Kenan tergelak.Pelukannya semakin mengerat di pinggang Adelia. Dan tentu saja tidak membiarkan bibir mungil itu menggodanya.


Segera menunduk dan siap mendaratkan bibirnya di bibir Adelia, tapi dering gawai sejenak mengacaukan niatnya.


Hanya sejenak, karena lelaki tampan itu tidak mungkin membatalkan kesenangannya.


"Siapa sih ? berisik", ucapnya setelah mengecap bibir istrinya cepat. Adelia hanya menggeleng.


Lelaki bertubuh tinggi atletis itu melangkah ke arah meja di tepi ranjang. Dimana gawainya berada.


"Tuan muda, tamu anda sudah datang", terdengar suara dari balik gawai begitu Kenan menerima panggilan.


"Okay, I'll be right there ! ", balas Kenan. Lalu mematikan sambungan telepon dan melangkah kembali menghampiri istri cantiknya.


"Dia udah datang ?", ucap Kenan.


Adelia meraih tangan suaminya.


"Are you ready, honey ?", tanyanya.


Dengan tatapan lembut.


Kenan balas dengan tatapan sama. Dan kecupan lembut di bibir mungil istrinya.


"I'm ready, baby ", balasnya.


Senyum nakal tercetak di bibirnya.


"Can call me like that everyday ?", lanjutnya.


Adelia sarangkan kepalan tangannya di lengan atas suaminya.


"Manja....!", katanya. Lalu memutar tubuhnya dan melangkah lebih dulu.


Kenan tergelak, lalu segera menyusul langkah kaki istrinya. Melingkarkan tangannya di pinggang ramping perempuan cantik itu.

__ADS_1


"Okay....okay....sometime is okay, baby", katanya lagi.


Adelia balas dengan cubitan kecil di perut sixpack lelaki itu. Kekehan keduanya terdengar dan hilang di balik pintu yang tertutup kembali.


******


Di sasana tanding. Bryan sudah berada di atas arena ketika Kenan dan Adelia tiba di sana. Lelaki berambut perak yang kini merubah warna rambutnya menjadi kemerahan iru memakai ikat kepala hitam.


"So long bro, what are you doing ?", serunya begitu tatapan matanya bersibobrok dengan mata hazel suami Adelia.


Kenan tergelak.


"Relax....why are you so hurry ?", balasnya.


Kini ganti Bryan yang tergelak.


"Faster is the best ", balasnya.


"Hallo, baby girl ! are you okay ?", sapanya pada Adelia. Tatapannya tajam tertuju pada wajah perempuan cantik itu. Lalu turun ke syal yang dikenakannya.


"Sure....I hope you too, Bry", balas Adelia.


Bryan tersenyum kecut.


"Actually, girl, but sadly I'm not ", ucapnya.


Kenan berdecih. Tidak suka saja dengan cara pandang lelaki itu kepada istrinya. Dan apa yang dia katakan tadi, apa lelaki itu sedang curhat pada istrinya sekarang ? Dasar lebay !


"Baby..", panggil Kenan. Mengalihkan pandangan Adelia ke arahnya.


"Uhmmm.....wanna get on the arena?", tanya Adelia.


"Hmmm...", angguk Kenan.


"Give me a spirit, baby !", ucapnya lagi.


Tanpa menunggu lama Adelia menjinjitkan kakinya. Lalu menyatukan bibir mereka. Langsung Kenan balas dengan senang hati. Sejenak keduanya berpagut.


Bryan membuang mukanya seraya mendengkus kesal.


"C'mon .... don't make me waiting again !", ucapnya.


Adelia tepuk bahu suaminya. Kenan lepas pagutannya disertai kekehan.


"Okay, sayang.....okay ", ucapnya. Paham.akan.maksud istrinya.


Sejurus kemudian, tubuh Kenan sudah melenting masuk ke arena. Berdiri tegak, saling berhadapan dengan Bryan.


"The guess's first", lanjutnya.


Bryan tergelak.


"Really ? I like to be first ", balasnya.


Kemudian tanpa aba-aba langsung menyerang Kenan.


"Not bad ", Kenan menghindar dan balas menyerang.


Keduanya saling serang. Pertarungan berlangsung alot. Mereka sama-sama kuat.


"Arghhhh...it's so boring !",seru Bryan.


"Gimana kalo taruhan ?", lanjutnya di sela-sela serangan.


Kenan terkekeh.


"Are you kiddung me ?", ucapnya.


Bryan tergelak. Bibirnya tersenyum miring.


"Apa ini bisa aku artiin kalo Kenan takut kalah ? Jadi gak mau bertaruh ?", ledeknya.


Kenan berdecih.


"Istri aku bukan barang taruhan dan gak akan pernah jadi taruhan !", tegas Kenan. Jelas dia tahu lelaki yang bertarung dengannya ini tengah nengincar istrinya. Huft....damn emang !


Bryan tergelak.


"Okay......juat one day, Kalo aku menang, biarin aku kencan sama Adelia. How do you think.?", ledeknya.


"Never ...!", tegas Kenan.


Sambil menyerang cepat. Mendengar ucapan.lelaki itu membuat darah Kenan mrmanas.


Ingin sekali memukul mulut lancang lelaki ini.


Dan pada satu kesempatan.yang bagus, Kenan berhasil menyarangkan bogemnya pada sisi kiri wajah Bryan.

__ADS_1


"Awww....must be hurt ! I'm sorry", ledeknya.


Bryan mendengkus. Lalu mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya dan tersenyum miring.


"This is nothing, for love we can do everything",ucapnya.


Lalu dalam hitungan detik melompat ke atas dan menerjang ke arah Kenan, tanpa lelaki itu prediksi.


Tapi suara perempuan cantik di bawah arena segera menyadarkan Kenan untuk menghindar.


"Watchout Ken !', seru Adelia.


Hanya berjarak beberapa centi saja terjangan Bryan mengenai tubuh Kenan, tapi demi mendengar suara istrinya, membuat lelaki itu menoleh dan otomatis bergerak merubah posisi, hingga terjangan Bryan hanya hampir saja mengenainya.


"Thanks baby !", seru Kenan kepada istrinya. Sambil memberikan kiss bye. Adelia membalasnya,melakukan hal yang sama.


"That's called love, my love was protecting me. How about you ? What is love you'll wanna to do everything for ?", ejek Kenan.


"She is my love ", ucapnya memberi penekanan.


Bryan tidak.membalas ucapan Kenan. Hanya tersenyum kecut. Dan menggeram kesal. Karena pada faktanya memang dia yang salah pada kasus ini, dia menginginkan perempuan yang jelas-jelas sudah menjadi istri lelaki lain. Tapi cinta telah membutakannya.


"I don't care....I'll do what I want to do", katanya. Sambil terus melancarkan serangan. Lebih gencar. Karena ada emosi di dalamnya setelah gagal memperdaya Kenan tadi.


"Huft.....just go on your dreaming !"balas Kenan.


Seraya membalas serangan Bryan dan memberikan.serangan.balik.yang tidak kalah mematikan


Keduanya bertarung hebat. Sejauh ini belum.terlihat siapa pemenang maupun yang kalah. Dua-duanya sama-sama kuat.


Tiba-tiba Bryan melompat ke belakang dan menghentikan serangan.


"Okay, lima jurus lagi bisa bertahan, aku ngaku kalah sama kamu ", balasnya.


"Haha....",Kenan tergelak.


"Lima jurus, pastiin kamu gak ganggu isri aku lagi ", tegasnya.


Bryan terkekeh.


"Okay, Deal !", balasnya.


Keduanya kembali saling serang. Sesekali pukulan Bryan mengenai Kenan, demikian juga sebaliknya. Tapi keduanya belum bergeming. Masih kokoh dan gagah bertarung.


Empat jurus berlalu. Belum ada tanda-tanda keduanya menyerah. Kenan terlihat sudsh tidak sabar ingin menyudahi pertarungan.


'It's useless", gumamnya.


"Enakan making love sama istri aku", lanjutnya.


Lalu melompat tinggi ke udara.


"Huh ...!", Bryan mendengkus. Bibirnya siap mengolok Kenan. Tapi sebuah tendangan tiba-tiba menerjangnya dari atas. Begitu cept hingga tidak terelakkan. Membuatnya jatuh terpental.


Pada saat bersamaan kakinya juga berhasil melayangkan sebuah tendangan ke tubuh Kenan.


"Arrgghhhh.... ", suara erangan terdengar keras. Bukan hanya dari Bryan, tapi juga dari bibir Kenan.


"Kennn....", spontan teriakan Adelia terdengar. Tubuh gadis cantik itu segera melompat masuk ke arena.


"Are you okay ?", cemasnya sambil nemegangi tubuh Kenan. Lelaki itu tampak kesakitan. Tapi langsung bangkit dari jatuhnya.


"I'm okay, baby Don't' worry !", balasnya. Sambil memegangi perutnya.


"Pasti kena luka kamu ", telisik Adelia.


Luka yang di dapatnya saat di Amerika beberapa hari yang lalu.


Suamibya tadi malam.sempat mengeluh nyeri, karena ulah lelaki itu sendiri. Yang over.a Ditambah tendangan Bryan, meskipun.sebenarnya tidak terlalu telak.


"It's okay, baby.....see !", tunjuk.Kenan, memperlihatkan kalau dirinya sudah baik-baik saja. Adelia menghela lega.


Sementara Bryan juga sudah bangkit dari jatuhnys. Tapi.tubuhnya masih belum.seimbang. Terlihat dari cara berdiri dan jalan yamg masih limbung.


"The best kick that I ever get", ucapnya.


"Kamu hebat bro, so great !", lanjutnya. Dengan aksi memberi hormat.


Kenan terkekeh.


"Not really, kamu juga hebat", balasnya.


"So, ...", Kenan menaikkan sebelah alisnya.


Bryan tergelak.


"Of course....I aleays hold my words, man !", balasnya.

__ADS_1


Mereka saling melangkah mendekat. Lalu menyatukan punggung tangan mereka.


"Just friend !", ucap Bryan.


__ADS_2