
"Bener mau balik besok? ", Kendra menyakinkan.
"Hmm... ", Kenan mengangguk. Barusan bercerita pada Kendra tentang niat kepulangannya.
"Alone ?", ulang Kendra.
"Of course, Ndra. Aku mau baby girl fokus belajar ", jujur Kenan. Mimik wajah tampannya tampak serius.
Kendra tergelak. Lucu saja melihat sepupunya seserius itu, kecuali membahas istrinya.
"Haha....tumben sok bijak ", ledeknya.
Kenan hanya mengangkat bahunya.
Mata hazelnya tertuju pada arah dapur di mana suara dua perempuan terdengar santer. Di balik dinding ruang tengah apartemen itu.
"Btw...... ada masalah serius sama perusahaan? ", lanjut Kendra.
"Not really.....cuman pengen mastiin semua baik-baik saja, kasihan Papa juga ", balas Kenan.
Lalu pandangannya beralih ke arah Kendra. Menatap lelaki itu tajam. Menginteruksi.
"Kamu tetap tinggal Ndra, bantu jagain istri aku...jangan pacaran terus !", sambil mengayunkan kepalan tangannya ke lengan atas Kendra.
"What's a matter? There's nothing else happened, all right? " , yakin Kendra. Karena setahunya Adelia jago beladiri. Kenapa juga seppupunya ini minta dia menjaganya. Pasti ada alasan yang lain.
Kenan melotot galak.
"Of course not ! ", balasnya cepat. Lalu menghela nafas dalam dan menghempaskan tubuhnya di bahu sofa.
Mata Kendra memicing, sedikit curiga memang ada sesuatu yang terjadi.
"Adelia petarung hebat.... don't worry about her ! ", ucapnya.
Kenan merebahkan kepalanya di sofa dan merentangkan kedua tangannya di sana.
"I know... that's my girl ", bangganya.
"My lovely girl ", lanjutnya bergumam.
Kendra tendang kaki Kenan.
"So, what do you worry about? ", dahinya mengernyit dalam.
"Kemarin ada yang nyerang kami, tapi kayaknya aku yang mereka incar", tutur Kenan.
"Kalau aku pergi, maybe baby girl yang jadi sasaran", lanjutnya.
Kendra mendengarkan dengan seksama. Lalu mengangguk tanda mengerti.
"Siapa mereka ?", lirihnya. Seolah bicara pada dirinya sendiri. Dahinya mengernyit, tampak sedang berpikir.
"Itu tugas kamu.... spy man, find them, okay !", sambil menepuk bahu Kendra.
Kendra terkekeh.
"Okay.....anggap selesai, Bos! ", keduanya tos. Saling beradu punggung tangan dan kaki.
************
Di dapur.
"Cie.... pengantin baru nih ceritanya. How do you feel, Del? ", goda Sandra.
Baru saja kedua perempuan muda itu kenal, tapi sudah terlihat sangat akrab. Bahkan keduanya tadi sepakat membuat steak dan sate bersama. Dan meminta para lelaki mereka menunggu di ruang tengah.
Kedua perempuan muda itu asyik bercerita dan bercanda sambil memasak. Suara mereka saja sampai terdengar ke ruang tengah, dimana Kenan dan Kendra berbincang.
Ngomong-ngomong ternyata Sandra kuliah di kampus yang sama dengan Adelia. Meskipun beda jurusan dan berbeda usia. Sandra 22 tahun dan Adelia masih menginjak 20 tahun. Apartemennya pun berdekatan. Kebetulan yang sungguh tak di sangka.
"How do I feel ? Uhmmm.... I can't explain, San...it's so.... so... awesome !", pipi Adelia memerah. Bahkan menutup wajah cantiknya dengan kedua tangannya.
Sekilas mengingat kembali malam pertamanya, ahhh....bukan malam pertama saja, waktu kebersamaan dengan Kenan yang begitu.... begitu gila.
Oh my gosh.....Kenan, suaminya itu sungguh.... sungguh.....luar biasa gairahnya. Adelia sampai malu mengingatnya.
__ADS_1
Sandra terkikik geli.
"Aishhhhh.... malu begitu.....lagi bayangin apa coba? the first night ? so crazy night ?", goda Sandra lagi. Tangannya menunjuk pipi Adelia yang memerah begitu istri Kenan itu membuka bekapan tangannya.
Adelia makin tersipu.
"Sandraaaa .....jangan godain aku dong.....kamu akan tahu sendiri nanti ! ", sambil meletakkan beberapa tusuk sate di piring.
Sandra terkekeh.
"Okay.... okay.....little girl... ", sambil mengangkat kedua tangannya ke udara.
"Kalo lama nggak ketemu, pasti kangen berat ya?", tanya Sandra lagi. Karena tadi Adelia juga sempat cerita kalau Kenan harus kembali mengurus masalah perusahaan di tanah air.
"Uhmm.....banget lah, San...tapi my study is important, I'll finished soon, so we'll be together again ", balas Adelia.
"You're brilliant Del, you can do it !", Sandra menyemangati.
"Uhmm....I have to ", yakin Adelia.
"Hei.....wait a minute !", seru Adelia tiba-tiba.
"Tanyain aku terus, how about you and Kendra ? c'mon tell me !", lanjutnya.
Sandra tersenyum dan tersipu.
"He's a good boyfriend .....handsome.....and almost perfect......uhmmm....I.love him ", jujurnya.
"First love ?", tanya Adelia. Sandra mengangguk cepat.
"Aku nggak tahu Del. ...kenapa cuma dalam 10 menit aku bisa terima dia jadi pacar aku ", kenang Sandra. Tapi nampak sekali wajahnya menunjukkan raut bahagia.
Adelia terkekeh.
"Berarti kalian berjodoh. Tuhan yang pertemukan. I hope you'll getting married, soon, like us ", balas Adelia.
Sandra tersenyum.
"I hope, so ", ucapnya. Lalu membawa dua piring steak yang sudah siap ke meja. Sudah ada empat piring steak di sana.
"Boleh....aku beresin yang di sini dulu ", balas Adelia. Masih berada di depan meja dapur. Asyik menata tusukan-tusukan satenya.
Terdengar suara langkah kaki Sandra menjauh. Tak lama Sandra kembali lagi. Mengambil dua piring yang lain.
"C'mon Del, buruan nyusul ke depan ya !", ingatnya.
Adelia menoleh.
"Okay.... one minute ! ", sambil menyatukan telunjuk dan jempolnya.
Sandra terkekeh.
"Don't be long.... your husband is waiting ", setengah berbisik.
Adelia terkekeh.
Mencuci tangannya dan membawa sepiring besar sate dan bumbu yang sudah tertata rapi.
"So thirsty ", lirihnya.
Menaruh piring dii meja dan melangkah ke arah kulkas besar di pojok dapur.
"Hmmm....delicious ! ", gumamnya begitu sebatang es cream masuk ke bibir mungilnya.
Lagi asyik menikmati es creamnya, tiba-tiba.
"I want baby ? ", suara bariton terdengar di telinganya. Di susul dua tangan kokoh yang memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kennn.....", Adelia langsung tahu siapa dia. Karena ciuman lembut langsung mendarat di pipinya.
Bahkan ketika Adelia memutar tubuhnya, bibir mungilnya yang tengah menikmati es cream itu langsung di sambar oleh benda kenyal hangat. Bibir Kenan.
"Emhhhhhh....!"
***********
__ADS_1
"Kenal di mana ?", tanya Arion. Pada seorang lelaki jangkung berambut perak yang duduk di depannya. Lelaki itu menunjukkan gawainya. Mereka ada di lobi hotel sekarang.
Lelaki muda itu tergelak.
"Di kampus dong, teman kuliah. How about is the girl ? So beautiful, isn't it ?", katanya. Begitu antusias menceritakan perempuan yang disukainya.
Arion terdiam sejenak. Mengamati wajah lelaki muda di depannya dengan sebelah mata yang menyipit.
"Very beautiful....who is name ?", Arion ganti bertanya.
"Adelia.....nama yang cantik ha, secantik wajahnya ", balas lelaki itu. Mengalihkan pandangan ke arah Arion, lalu kembali lagi memperhatikan gawainya.
Arion tersenyum tipis. Bibirnya hendak membuka tapi kembali menutup karena terdengar gawai berdering. Dari saku kemejanya.
"Yes, Cin ", Arion menerima panggilan itu. Lelaki itu tersenyum mendengar balasan dari ujung gawai di seberang sana.
"Okay, I'll be right back ", balasnya sebelum mengakhiri panggilan.
"Okay, bro....thanks for the mango juice, istri aku udah nunggu ", ucap Arion pada lelaki yang masih asyik memperhatikan foto di gawainya itu. Lalu meraih tas plastik di atas meja.
Lelaki berambut perak itu mendongak. Lalu beranjak.
"Uhmm....All right....I'll tell you more about my girl next time ", balasnya.
"Okay, aku tunggu !", Arion menyodorkan punggung tangannya. Lelaki berambut perak melakukan hal yang sama.
"Bye, Arion !"
"Bye , Bryan !"
Kata keduanya sebelum berbalik arah. Lelaki berrambut perak meninggalkan lobi hotel, sedangkan Arion masuk kembali ke hotel.
"Adelia....Adelia.....kenapa kita selalu ketemu, babe ? bukan di waktu yang tepat", gumamnya sambil terus melangkah.
Kepalanya menggeleng beberapa kali.
"Pilihanmu tepat, Bry....tapi enggak bener ", lanjutnya.
***********
"Emhhh....Kennnn.......ada Kendra sama Sandra ", Adelia menahan bibir Kenan yang terus mencumbunya.
Lelaki itu bahkan mengangkat tubuh mungilnya ke atas meja di dapur.
"Kennn....stop !", ingat Adelia lagi.
"I want you, baby ", suara berat Kenan sudah diselimuti gairah.
"Adel..... !", suara seruan Sandra di depan pintu dapur membuat Adelia mendorong pelan kepala Kenan yang mulai menurunkan cumbuannya ke leher.
"Opsss.....sorry, just go on !", Sandra salah tingkah dan segera memutar balik tubuhnya.
Adelia segera melompat turun. Tapi Kenan segera memeluk pinggangnya.
"Baby....", tahannya.
"Kennn......makan dulu okay, mereka udah nunggu kita", Adelia elus dada bidang lelakinya.
Bibir Kenan cemberut. Tapi melihat tatapan manik indah istrinya, akhirnya mengangguk setuju.
"Aku buat steak cinta, spesial for you ", ucap Adelia lagi.
Membuat bibir seksi Kenan sedikit tertarik ke samping.
"Really, sweetheart ?", yakinnya.
Adelia mengangguk cepat. Membuat bibir Kenan tersenyum lebar.
"Okayyy.....but promise me, kita lanjutin nanti !", yakin Kenan.
"Lanjutin apa ?", Adelia pura-pura tidak mengerti. Tampak sekali perempuan cantik itu menahan senyumnya. Apalagi melihat wajah tampan di depannya kembali masam.
"Uhmmm.......Okay.....promise .. !", kata Adelia akhirnya. Dicubitnya hidung mancung suaminya.
Langsung Kenan berikan pagutan lembut di bibir mungilnya. Lalu melangkah bersama keluar dari dapur. Sambil berpelukan mesra.
__ADS_1