
"Kamu tahu dimana nemuin dia ", begitulah kata mamanya tadi.
Dimana Kenan menemukan istrinya ?
Think Ken.......think....!
Kenan memutar otaknya. Bahkan memukulkan dahinya ke stir mobil.
Lelaki itu sudah berada di dalam mobil, tapi belum menyalakannya dari tadi.
Berusaha mengingat kebiasaan istrinya dan apa yang disukainya, sering dilakukannya.
Mulai dari nonton fipm kartun, menghabiskan waktunya di depan laptop, berendam di bath up, berlatih beladiri dan berdiam di kamar pribadinya kalau ada masalah.
Ahhhh.....kenapa Kenan tidak memikirkan itu dari tadi. Kamar pribadinya, iya tentu saja. Kamar pribadinya di rumah Mama Rose dan Papa Bram
Mengingat itu mata hazel Kenan berbinar.
"Yess....I found you, baby ", gumamnya. Lalu menginjak pedal gas, dan mobil sport hitam itu melesat meninggalkan halaman rumah besar papa Alex dan Mama Jasmine.
Sepasang mata berwibawa menyaksikan itu dengan senyum tipis.
"Masalah akan buat kamu semakin dewasa, son ", gumamnya.
**********
Mobil sport hitam itu melaju kencang membelah jalanan kota. Senyum tersungging di bibir seksi sang pengemudi.
Tak berapa lama, memperlambat lajunya ketika tiba di depan rumah besar berlantai tiga. Tidak berhenti di depan gerbang, tapi perlahan menjalankan mobilnya ke arah samping rumah. Lalu menghentikan mobilnya di sana. Di dekat dinding tinggi besar rumah itu.
Begitu turun, dengan cekatan tangannya melempar tali pengait ke dinding bagian atas. Lalu layaknya tupai merambat melalui tali tanpa kendala sedikitpun.
*********
"Sayang, udah tidur ?", seruan dari balik pintu diiringi pintu yang di dorong perlahan.
Adelia yang tengah asyik menonton sesuatu di laptop sambil berbaring miring di sofa beranjak bangun.
"Blom, Ma ", balasnya.
"Boleh mama masuk ?", pinta mama Rose.
Adelia mengangguk.
Mama Rose melangkah masuk dan duduk di sebelah Adelia.
"Kok blom tidur, gak.capek ?", dielusnya bahu putrinya lembut. Mengingat sejak pulang sampai malam ini putri cantiknya belum bertemu bantal sama sekali.
"Uhmmm....bentar lagi Ma, masih asyik nih ", balas Adelia. Menunjuk ke laptopnya.
Mama Rose tersenyum. Lalu mencium kening putrinya.
."Kamu harus makan dengan baik sayang, lihat jadi kurusan begini !", tangan Mama Rose mengusap lembut pipi Adelia.
Yang tidak se-cubby dulu.
Sepertinya putrinya tidak makan dengan baik di Negeri orang. Atau mungkin beberapa hari ini. Mama Rose bisa melihatnya saat dinner tadi. Gadis kecilnya itu cuma makan sedikit saja. Sepertinya tidak nafsu makan.
"Banyak tugas, Ma akhir-akhir ini, jadi lupa makan", cebik Adelia.
"Gak boleh begitu sayang, jaga kesehatan kamu. Mama sama Papa gak bisa temenin kamu di sana (Amerika), take care of yourself, sweetheart ", tutur mamanya
Adelia menegakkan tubuhnya seperti sikap siap.
"Okay, Mama, Adel siap laksanain nasehat Mama ", ucapnya.
Mama Rose terkekeh. Menoel hidung mancung putrinya dengan ujung jemarinya.
"Uhmmm.....Ma ....", ucap Adelia lagi.
"Apa, sayang ?",lembut Mama Rose.
"Papa blom pulang ?", tanya Adelia
Mama Rose menggeleng.
"Blom, katanya masih ada sedikit urusan di kantor ", tutur Mama Rose.
__ADS_1
Spontan saja mata cantik Adelia meredup. Tatapannya berubah sendu.
"Kasihan papa ya, Ma , sekarang jadi ngurusin perusahaan sendiri. Coba kalo Adel gak kuliah lagi, papa gak perlu repot gini kan ?", ucapnya.
Karena beberapa tahun terakhir ini, Adelia yang mengurusi perusahaan. Papa Bram tinggal menerima laporan. Tapi sekarang beliau yang harus turun tangan sendiri.
Mama Rose tersenyum lembut.
"That's not big problem, sweety. Papa kamu hebat, ngurus perusahaan bukan suatu yang berat buat papa ", nasehatnya.
Adelia menunduk. Mama Rose meraih dagu cantik itu agar mendongak dan bertemu pandang dengannya.
"Don't think to much honey....fokus sama kuliah kamu biar cepat lulus, so bisa bantuin papa lagi ", tuturnya.
Adelia menghambur ke pelukan mamanya.
"Thanks Ma ", lirihnya. Mama Rose elus bahu dan kepala putrinya dengan sayang.
"Sekarang kamu istirahat.....besok mau ketemu sama Ken kan ? ", bisik mama Rose.
Adelia menjauhkan tubuhnya.
"Ngapain ketemu dia, Ma ? Adel gak mau", wajah cantik yang semula tenang itu seperti tersulut emosi lagi begitu mendengar nama Kenan.
Mama Rose meletakkan jemarinya di bibir mungil Adelia.
"Sstttt.......gak boleh begitu, sayang. Udah kamu istirahat, tenangin pikiran kamu !", nasehatnya..
"Tapi Adel gak mau ketemu dia ", rajuk Adelia.
"Udah lihat besok aja ", mama Rose beranjak.
"Good night, sweety ", lanjutnya sambil mencium pipi dan kening Adelia lembut.
"Good night, Mom !", balas Adelia akhirnya. Tak bersemangat. Mama Rose hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu. Yang masih sangat labil. Putri cantiknya ini memang keras kepala, tapi hatinya lembut.
"Jangan lupa tutup pintu balkon, sayang !", seru Mama Rose sebelum menutup pintu kamar.
"Okay, Ma", balas Adelia sambil kembali merebahkan tubuhnya kembali di sofa.
Kenapa mendengar nama Kenan, moodnya jadi memburuk seketika ? Sebegitu burukkah lelaki itu di matanya sekarang ? Hati Adelia bertanya-tanya.
"Are you sure, Del ?", tanya hati kecilnya.
"I don't know....don't know ", teriak hatinya. Kepalanya menggeleng beberapa kali. Berusaha membuang suara - suara aneh yang serasa berbisik di telinganya.
Tangannya bergerak menyentuh layar laptop. Memutar kembali film kartun kesukaannya mungkin akan lebih baik. Pikirnya.
.
Gadis cantik itu mulai fokus pada laptopnya. Sesekali bibir mungilnya tersenyum.
Kadang kala juga terkekeh kecil. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Pantas saja, mata Adelia sudah terasa berat.
Perlahan perempuan cantik itu bangkit dari baringnya di sofa.. Berjalan ke arah pintu balkon yang masih terbuka. Semilir angin malam menerpa. Dingin. membuat Adelia melipat tangannya di depan dada.
Begitu pintu itu hendak menutup, sesosok tubuh melompat dari bawah sana dan berdiri di hadapannya.
"Hei....who are you ?", seru Adelia.
Sesosok tubuh yang mengenakan pakaian serba hitam itu membuka penutup kepalanya.
Mata cantik Adelia membola seketika begitu tahu siapa sesosok tubuh jangkung di hadapannya. Kenan.
"Kamu.......what are you doing here ?", ketusnya.
Lalu tangannya bergerak cepat kembali hendak menutup pintu.
"Wait, baby !", tahan Kenan.
Adelia segera memalingkan wajahnya.Tidak mau menatap lelaki di depannya ini. Gadis cantik itu memilih berlalu meninggalkan pintul balkon tanpa menutupnya.
Kenan segera mengikuti. Sebelumnya menutup pintu balkon lebih dulu. Lalu dengan cepat memeluk tubuh mungil Adelia dari belakang.
"Baby, I miss you ", bisiknya.
Adelia memejamkan matanya. Berusaha menahan emosi yang tiba-tiba memuncah. Nafasnya tiba-tiba memburu tak beraturan. Kedua tangannya mengepal kuat.
__ADS_1
Lalu dengan gerakan cepat menyikut perut Kenan, menarik tubuhnya dan membantingnya di lantai.
"Brukkkkk.....!", suara tubuh besar itu terjatuh di lantai..
"Awwww.....baby", seru Kenan sambil meringis kesakitan.
"Don't touch me, okay !", marah Adelia.
"How dare you, baby ?", pelas Kenan.
Adelia mengedik acuh.
Masih menahan sakitnya, tapi dengan cepat Kenan bangkit dan melompat bangun. Lelaki itu berdiri tegak di depan Adelia sekarang.
"Baby, listen to me, please !", mohonnya.
"No way, gak ada yang perlu di dengerin ", Adelia mendengkus, kesal. Siap melontarkan gejolak panas di kepala dan hatinya. Tapi tiba-tiba .....
"Adel, ada apa sayang ?", suara Mama Rose dari luar kamar. Mungkin karena mendengar suara benturan keras tadi.
"Uhmmm. ...nothing, Ma. Adel mau tidur ini", jawabya.
"Okay sayang, buruan tidur, jangan lupa kunci pintunya !", suara mama Rose terdengar lagi.
"I....iya, Ma ", Adelia tergagap karena salah tingkah. Karena lelaki yang kini berdiri tegak di depannya itu menatapnya dengan senyum....mesum. Menurut Adelia.
"Ngapain senyum-senyum? gak lucu", ketusnya.
Kenan tergelak. Lalu melipat tangannya di dada.
"Lucu aja kalo marah. Coba pukul aku lagi, hajar aku, baby ! kalo itu buat kamu puas ", pintanya.
Adelia melengos.
"Emang itu yang pengen aku lakuin", ketusnya lirih
Lalu sedetik kemudian memutar tubuhnya dan melompat ke arah Kenan sambil.mengayunkan tinjunya. Tak ayal lagi pukulan Adelia mengenai dada bidang Kenan. Lelaki itu tidak bergeming.
"Kenapa diam ? Ayo balas aku !", galak Adelia.
"Just go on, baby !", pasrah lelaki itu.
"Okay, kamu yang minta !", ucap Adelia. Lalu kembali siap dengan serangan.
Dengan kekuatan penuh menerjang tubuh Kenan. Tinggal satu centi saja kepalan tangan Adelia mengenai tubuh Kenan, perempuan cantik itu menghentikannya tiba-tiba.
"What's up , baby.....just go on !", tantang Kenan.
Adelia nenghentakkan kakinya jengkel, lalu menarik pukulannya mundur.
"I hate yoi, Ken...I hate you !", memalingkan wajahnya ke arah lain. Lalu isakan terdengar.
Kenan menghela berat. Perlahan melangkah menghampiri istrinya yang membelakanginya. Tangannya terayun hendak memeluk Adelia, tapi suara galak gadis itu menghentikan niatnya.
"Don't touch me !", tegasnya.
Kenan mengangkat kedua tangannya. Menyerah.
"Okay, baby.....okay...", pasrahnya.
"Akan aku buktiin aku gak salah.....Stop crying, honey, please !", lanjutnya. Memohon.
Adelia belum merubah posisi. Masih membelakangi suaminya. Beberapa kali mengusap air bening yang jatuh di pipinya dengan bagian dalam telapak tangannya.
Suasana hening sejenak. Tidak ada suara Kenan. Adelia juga tidak bergeming dari tempatnya. Beberapa saat.
.
Hingga kemudian perlahan Adelia memutar tubuhnya begitu mendengar suara isakan. Siapa ? Batinnya. Suara yang tidak asing, Adelia familiar sekali.
Perempuan cantik itu membuka matanya lebar, saat tampak di tampilan laptop rekaman video seorang perempuan muda. Itu dirinya, iya itu adalah dirinya. Sesaat bibir mungil itu ternganga.
Sementara Kenan duduk di sofa di mana dia berbaring tadi dan menyentuh layar laptop untuk memperjelas tampilan video di sana.
"Kennn......itu......", ucapnya terbata.
Kenan mengangguk.
__ADS_1
"The truth, baby !", ucapnya.