
"Please Ken, lepasin kami !", mohon Catherine ketika Polisi memborgolnya.
Niat Catherine untuk merayu Kenan agar percaya terpatahkan. Sesaat ketika Dokter muda itu semakin mendekati Kenan, tiba-tiba beberapa Polisi berdatangan. Mengamankan Jhon beserta anak buahnya dan juga Catherine.
Mereka ditangkap atas tuduhan penyebaran video porno dan pencemaran nama baik. Dan yang lebih fatal lagi, Jhon ternyata terlibat penyelundupan barang ilegal ke luar negeri.
Kenan menghela pelan. Menyayangkan perilaku tidak terpuji Dokter yang dulu menjadi sahabatnya itu. Membohonginya atas kehamilannya dan menjalin hubungan dengan pelaku kriminal seperti Jhon.
"Twice Cath......kamu ngulangin kesalahan yang sama", ucap Kenan. Lelaki itu menggeleng perlahan. Sebenarnya juga merasa kasihan pada mantan Dokter pribadinya itu.
Tapi Kenan harus bertindak tegas. Bisa saja Kenan melepaskan Catherine, tapi tidak sekarang. Biar Catherine belajar dan instropeksi dari pengalamannya selama ini. Menyakiti dan menfitnah orang akan berakibat fatal.
Karena tidak bisa dipungkiri Catherine lah yang menjadi salah penyebab kepergian istrinya. Adelia. Dan secara otomatis memisahkannya dengan perempuan cantik yang sangat dicintainya itu. Pada saat sayang-sayangnya, namanya juga pengantin baru.
Oh my God...baby.....I miss you so much, girl !
Begitu teriak hati Kenan setiap kali mengingat istrinya.
"I'm so sorry, you must pay for that", ucap Kenan selanjutnya, seraya berlalu dari hadapan Catherine.
"Ndra, let's go !", ajaknya.
"I'm coming", balas Kendra seraya mensejajarkan langkahnya dengan Kenan.
"Kennn.....please !", mohon Catherine lagi. Diiringi suara isak yang tertahan.
"Cath, please don't do that !
Remember your baby !", ingat Jhon ketika melihat wanitanya berontak.
"What, Jhon ? what will you do ? What should I do ?", Catherine melotot marah. Isaknya terdengar jelas. Lalu memukuli tubuh Jhon yang berdiri di sebelahnya. Sementara Polisi masih memegangi tubuhnya.
"Nona mohon kerjasamanya !", Polisi segera membawa tubuh Catherine yang terus saja berontak.
"Benar kata suami anda, ingat bayi anda !", lanjut polisi begitu melihat baju Catherine tersingkap hingga menampilkan perutnya yang memang sudah tampak membuncit.
Perempuan muda itu akhirnya menuruti. Tidak ada pilihan lain. Mungkin dia dan bayinya, ahh tentu saja dengan daddy nya juga, harus menanggung konsekuensi dari ambisinya, mendekam di balik jeruji besi.
Sementara Jhon bungkam seribu bahasa. Tidak bisa menjawab pertanyaan Catherine. Lelaki itu berjalan lunglai diapit dua Polisi dan berjalan di belakang Catherine.
**********
Gadis cantik itu berjalan santai keluar dari kampus. Menenteng sebuah tas ransel di bahunya. Terkesiap begitu sesosok tubuh menyenggol bahu kanannya dari belakang. Spontan gadis cantik itu menoleh.
"Oh....I'm sorry....so sorry, girl, I don't mean it !", ucap seorang lelaki berambut perak dan bertubuh jangkung.
"Never mind !", singkat gadis cantik itu. Lalu menatap lelaki asing itu penuh selidik.
"But, next time, don't do it again, okay !", imbuh gadis itu mengingatkan.
Lelaki muda itu tergelak.
"Sure, uhmm.....may I know you ? I'm Brian ", lelaki muda itu mengenalkan diri.
__ADS_1
Dahi perempuan cantik itu mengernyit. Bukannya modus lelaki ini ? Pura-pura nabrak orang lagi. Mau kenalan toh ! Batin Adelia
"Adelia, from Indonesia ?", balas perempuan cantik itu. Adelia.
"So great......Indonesia. Mom and Dad came from Indonesia too ", seru Brian.
Adelia memicingkan mata.
"Really ? can speak Indonesia, all right ?", tanyanya.
Lelaki itu terkekeh.
"Tentu aja !" , balasnya dengan logat kaku. Karena mungkin jarang berbicara dalam Bahasa Indonesia di sini. Di Negeri Paman Sam.
"Good.....I have to live now .... bye !", pamit Adelia.
Lelaki itu spontan menahan tangan Adelia. Tapi dengan cepat Adelia membalik posisi tangan lelaki itu dan memutarnya ke belakang.
"Jangan sentuh sembarangan, okay !", ingat Adelia.
"Begitukah, baby girl ?", lelaki itu tersenyum. Lalu dengan cepat menjegal kaki Adelia. Membuat tubuh gadis cantik itu sejenak hilang keseimbangan dan melepas kuncian tangan lelaki itu.
Sebelum tubuh Adelia jatuh, tangan Brian menarik tangannya.
"Wooopsss.....I get ya !", ucapnya.
Tapi dengan cepat Adelia melepaskan tangannya dan mendorong tubuh lelaki itu menjauh.
"Don't touch me, okay !", ingat Adelia lagi.
"Okay.....okay .... I'm sorry !", balasnya.
"At last, I found you", lanjutnya lirih.
"What do you say ?", tanya Adelia.
"No.....nothing ", Brian berusaha mengalihkan perhatian.
"Nice to meet you, Adel......uhmmm.....lebih seneng lagi kalo kamu undang aku ke rumah", ucap Brian seraya menyoroti Adelia dalam.
"No, thanks !", tegas Adelia.
Dengan cepat gadis itu memutar tubuhnya. Lalu melambaikan tangan ke atas.
"Bye, Brian.....nice to meet you too !", teriaknya.
Bibir Brian menyunggingkan senyum
"Beautiful Dove.....I'll find it by myself !", gumamnya
**************
Di Mansion.
__ADS_1
Kenan sudah tampak rapi. Segera melangkah menuju ke pintu begitu tangannya menyambar kunci mobil.
"Ngapain kamu di situ !", spontan menghentikan langkahnya begitu di ambang pintu Kendra berdiri mencondongkan tubuhnya di sana.
Kendra mengedikkan bahu. Tapi tak merubah posisinya.
"Beneran nggak ajak aku ? Begitu yaaa......udah tinggal enaknya aja lupa sama saudara !", ledeknya.
Kenan tergelak.
"Hmmm......paling-paling cuma ganggu kamu !", balas Kenan.
"Laporin tugas kamu ke grandma sama grandpa, ngapain juga nguntit aku !", Kenan melipat tangannya di dada
Kendra berdecih lalu menegakkan tubuhnya, melipat tangannya di dada dan berdiri di tengah-tengah pintu.
"Ogah ..... nanti juga bisa, habis ikut kamu. Mau ketemu si cantik !", tolaknya.
"Hai, c'mon Ndra.......!", Kenan mengedikkan bahu dan tangannya. Sebelah alisnya menukik tajam, meledek.
"Yaa....daripada entar kamu ngiler lihatin kita berdua?", ledeknya. Lelaki itu kembali tergelak.
"No way....!", tegas Kendra. Lalu menaikturunkan alisnya seraya senyum meledek.
"Emang mau tancap gas di depan aku ? Dasar mesum gila !", gerutunya.
.Kenan tergelak.
"Free, Ndra......mau di mana aja, suka -suka dong, punya aku juga ", balasnya..
"You can't go, except ..... lewatin pintu ini !" , Kendra melipat tangannya dengan angkuh. Masih berdiri di tengah-tengah pintu.
"Ha.....ha. ....!", Kenan tergelak Keras.
"Selalu jengkelin kamu !", ucapnya kemudian.
"Lima jurus....and you may come !", balas Kenan. Segera merangsek maju dan menyerang Kendra.
Mereka saling berbalas serangan. Hingga akhirnya keluar dari ambang pintu.
"Stop....!", ucap Kenan menghentikan serangan.
"5 jurus .... and I'm going now", lanjutnya.
Kendra mendesah pelan. Dari dulu belum bisa mengungguli kemampuan beladiri sepupunya itu. Wajah lelaki itu terlihat masam.
Kenan tersenyum.
"Ten minutes, aku tunggu kamu di bawah !", katanya seraya melempar kotak kecil ke arah Kendra dan melenggang pergi.
Dengan cepat Kendra menyambar kotak itu.
Tersenyum lebar begitu melihat isinya.
__ADS_1
"Okay....I'll be ready, soon !", balas Kendra seraya memainkan kotak itu ke udara. Lalu bergegas keluar kamar.