Blind Date

Blind Date
118. Kegilaan


__ADS_3

"Ahhhhhh....Ken !", Adelia berteriak keras begitu samurai Kenan menghujam di bawah sana. Sarang kenikmatan milik Adelia.


Ketika melihat tubuh molek istrinya terpampang nyata di depannya, Kenan sudah tidak bisa lagi membendung hasratnya yang memuncah.


Tapi begitu samurainya menghujam sepenuhnya di sarang kenikmatan itu, apa yang terjadi ? Istrinya memekik keras.


Kenan yang hendak bergerak seketika berhenti. Menatap wajah istrinya yang memerah karena gairah dengan pandangan sedikit cemas.


"It's hurt, baby ?", lembutnya.


Kepala Adelia perlahan bergerak naik turun. Kenan menghela pelan. Sudah berapa kali mereka bercinta, tapi istri kecilnya ini masih sering kali merintih sakit kalau samurai Kenan menikamnya, menghujamnya dengan dahsyat di pusat tubuhnya.


Apa karena samurai Kenan terlalu besar ? Atau milik istrinya yang terlalu sempit ? Ahhh....Kenan jadi pusing sendiri kalau begini.


Padahal gairahnya sudah sampai di ubun-ubun, jangan sampai istri kecilnya ini bilang TIDAKA. Tidak pernah juga sih sebenarnya Adelia bilang begitu. Kekhawariran Kenan saja. Bisa gila dia kalau itu terjadi.


Dengan nada pasrah, akhirnya lelaki itu berucap.


"It's okay if I go on, baby ?", harapnya.


Adelia tepuk bahu lebar lelaki di atasnya itu.


"Don't ....!", ucapnya. Langsung membuat Kenan serasa terjun bebas dari langit


Mata hazelnya membulat seketika.


Jangan ? Jangan teruskan maksudnya ?


Oh my Ghosh !!


Kenan benar-benar bisa gila. Dia tidak boleh tinggal diam.


Bibir mungil gadis di bawahnya itu mencebik menggemaskan. Nah Kenan ada ide, daripada pusing, langsung Kenan sambar bibir itu. Sekaligus untuk memancing gairah perempuan cantik Itu agar tidak berubah pikiran. Maksudnya membolehkan Kenan beraksi.


Adelia tepuk bahu suaminya, meminta lelaki itu berhenti menggulat bibirnya. Dan ucapan bibir mungil perempuan cantik itu selanjutnya membuat Kenan tidak bisa menahan lagi sesuatu di bawah sana.


"Don't stop !", lirih Adelia masih terengah karena ciuman maut Kenan.


Spontan saja membuat bibir seksi Kenan tersenyum sumringah. Seperti purnama yang bersinar di atas sana. Kenan sudah siap mendekatkan wajahnya, hendak menyambar lagi bibir yang selalu manis itu. Menghentikan aksinya begitu bibir ranum itu bergerak mengucap sesuatu.


"It's hurt, but awesome !", lanjut Adelia.


Kenan tergelak seketika.


"Hmmm....naughty girlll, awas ya, aku hajar sampe pagi !", gemasnya.


Di sambarnya bibir yang selalu menggodanya itu. Bersamaan dengan itu samurainya juga bergerak menghujam sarang kenikmatan di bawah sana. Lagi, lagi dan lagi.


Bibir mungil Adelia tak berhenti meracau mengeluarkan suara indahnya. Kenan semakin bersemangat. Begitu bibir lelaki itu mulai beraksi menikmati buah kembar yang ranum menggoda dengan puncak pink indahnya, Adelia semakin menggila.


"Kennnnnn....", lenguhnya panjang. Dadanya membusung, tangannya mencengkeram kepala Kenan kuat.


"Uhmmn.....I'm going crazy, baby !", lelaki itu seraya menggeram merasakan kenikmatan yang luar biasa.

__ADS_1


"Uhmmmmm.....me too !", balas perempuan cantik itu. Wajah cantiknya sudah sangat memerah karena gairah yang begitu meluap.


Adelia merasakan suatu kenikmatan dan sensasi yang luar biasa, selalu saat bercinta dengan suaminya. Lelaki itu sangat pandai mengeksplor tubuhnya.


Di bawah sana samurai Kenan terus menghujam dan menusuk dengan nikmat.


Sesekali kepala lelaki mendongak, membungkam bibir mungil perempuan cantik itu agar tak terlalu keras bersuara.


"Do you like it, baby? Aku suka kegilaan ini ", gumamnya di depan bibir mungil yang baru di pagutnya.


Adelia mengangguk. Menyetujui ucapan lelakinya. Adelia sangat suka. Apalagi Kenan. Lelaki itu begitu lebih menggila setiap melihat tubuh molek istrinya


"Eugggghhh......Ken !", rengek perempuan cantik itu begitu suaminya semakin mempercepat hujaman samurainya.


"Hmmm..... what's up, baby ? Faster ?", seraya terus menggerakan tubuhnya.


"Hmmhhh", hanya itu jawaban dari bibir mungil Adelia. Jemarinya memeluk bahu Kenan, bahkan mencakarnya hingga timbul goresan.


Kenan paham apa yang harus dilakukannya. Lelaki itu terlalu expert. Dia akan membuat istrinya merasa nyaman dan sangat menikmati kegiatan bercinta mereka. Kenan pastikan itu. Dan yang jelas mereka akan berduel sampai menjelang pagi.


*******


"Ckckck.......malam-malam gini ngelamun, awas kesambet loh !", suara bariton lelaki mengejutkan Catherine yang tengah berdiri di balkon dengan pandangan ke atas. Ke arah bangunan atas mansion.


Seketika perempuan muda itu menoleh. Lelaki bertubuh tinggi atletis melompat dari sebuah tali pengait dan mendaratkan kaki tak jauh darinya.


"Kenan...?", kagetnya.


Dahinya mengernyit.


Lelaki yang kini tampak melipat tangannya di dada itu mengedik. Tentu saja bukan Kenan, dia adalah Kendra.


Catherine tersenyum mengejek ke arah lelaki itu.


"Are you playing date with Adelia ? ", tuduhnya dengan nada ketus.


Lelaki tampan itu tersenyum miring.


" Hoho......tentu aja aku suka. You have any problem with that ?", cueknya.


Catherine terkekeh.


"Of course not. Pasti di tolak ya ? uhmm.....so shame !", ejeknya.


Kendra tergelak.


"Wuihh, sorry, nggak ada cewek yang bisa nolak pesona aku, you know ?", pedenya


Catherine tersenyum geli.


"Really ?", ledeknya.


Kendra mengedik acuh.

__ADS_1


"Absolutely !", tegasnya.


Lalu menatap Catherine dengan mata memicing.


"How about you ? Apa hubungan kamu sama Kenan ? ", ucapnya seraya menaikkan sebelah alisnya tinggi.


Catherine tersenyum.


"You wanna know ? Kepo !", oloknya.


Kendra melotot. Kalau saja tidak di suruh Grandma dan Grandpa dia tidak bakalan mau mencampuri urusan sepupu mesumnya itu. Bikin susah saja.


"Just answer okay ? Kamu ada main sama Kenan ? You can't see, He has a wife. Hentiin kegilaan kamu !", Kendra dengan nada sedikit tinggi.


Wajah Catherine langsung memerah, menahan amarah. Bibirnya tersenyum miring.


"Wife...?", Catherine tersenyum sengau. .


"For your information, aku yang lebih berhak jadi istri Kenan ketimbang Adelia ", sinisnya.


Matanya kembali menatap ke bangunan atas mansion.


Kendra tergelak keras.


"Non sense !", cemoohnya. Seraya berdecih lirih


Catherine tersenyum sinis.


"Whatever, kamu mau bukti ?", katanya seraya menghampiri lelaki itu.


Begitu sampai di depan.lelaki itu, perempuan muda itu berucap.


"Ada baby Kenan. Here !", dielusnya perutnya. "You are surprised ?", lanjut Catherine dengan menekankan ucapannya.


Lalu melenggang melampaui Kendra yang tampak melongo tak percaya.


"Don't you believe it ? just ask Kenan or Adelia !", perempuan muda itu seraya menutup pintu penghubung balkon.


"Oopssss....sorry, I must to go sleep, ibu hamil nggak boleh tidur malam ", katanya lagi sebelum pintu balkon itu benar-benar tertutup.


Sementara Kendra masih terpaku di tempatnya. Apa yang di dengarnya ini ? Sungguh di luar prediksi. Kendra yakin ada masalah antara Kenan dan.Adelia, tapi tidak tahu kalau separah ini.


Kenan menghamili perempuan lain ? Dasar mesum gila ! Apa lelaki itu bercinta dengan setiap wanita yang dekat dengannya ? Pertanyaan itu yang kini berkecamuk di pikirannya.


Menilik perempuan itu sekarang hamil, pasti membuatnya sebelum si mesum menikah dengan Adelia. Karena pernikahan mereka belum genap satu bulan.


Ohhh....shittt ! Dasar pembuat onar ! Umpat Kendra dalam hati.


Kendra tersadar dari lamunannya begitu mendengar pintu balkon di tutup sedikit keras.


"Damnnnn..... !", geramnya.


Lalu meraih tali pengait dan kembali melompat layaknya kelelawar. Sekilas mata hazelnya menyapu bangunan atas mansion.

__ADS_1


"Tunggu pelajaran dari aku mesum gila !", gumamnya.


__ADS_2