
"Kamprettt kamu, Ndra ! Ngapain baru bilang sekarang ?", gerutu Kenan. Keduanya tengah asyik berbincang via VC. Di hadapan Kenan tampak laptop yang tengah menyala dan tampilan wajah Kendra di sana.
Sepupunya itu baru memberitahukan kabar baru tentang lelaki yang bersama istrinya.
Berita itu belum seberapa membuat Kenan marah.
Yang paling membuat lelaki itu jengkel adalah kabar tentang kepulangan Adelia, istrinya. Ternyata sepupunya itu mengetahuinya. Tetapi sengaja merahasiakannya. Damnn....memang.
Seandainya Kenan tahu dari awal, pasti akan menjemput istrinya, meskipun perempuan cantik itu tidak setuju.
Hufttt.....gara-gara Kendra, dannn....sekretaris amoralnya itu, masalahnya jadi melebar begini. Istrinya jadi salah paham dan ......arghhhh......dia menangis tadi pagi. Kenan sudah membuat hatinya terluka.
Seandinya Kenan mendengarkan nasehat mamanya dari awal. Pasti tidak akan terjadi kejadian seperti ini. Kenan merutuki dirinya sendiri.
Kendra berdecih.
"Sabar dong Bos, aku kan masih ngumpulin info", balasnya.
Kenan mencibir.
"Go to the hell, Ndra ! Lemot banget kamu sekarang", geramnya.
Di tampilan layar nampak tangan Kendra bergerak meraih sesuatu.
Kenan mendengkus kesal saat tahu itu adalah tangan seseorang. Kendra membawa Sandra duduk di sebelahnya dan menciumnya .
"Aku harus quality time sama pacar aku dong, masak jadi spy terus ", selorohnya.
Kenan.mendengkus jelas.
"Dasar sepupu cabul ! Harusnya kamu bilang dong kalau istri aku pulang ", oloknya.
Kendra tergelak keras.
"Sengaja itu mah, gak terima kamu ? Ayo gelut ! haha...... ", masih dengan gelaknya.
Kenan melotot galak.
"Awas ya Ndra, ketemu aku hajar kamu !", geramnya.
Kendra mengangkat tangannya ke atas.
"Ampun tuan mesum, tuan putri yang minta !", ledeknya. Sebelah alisnya naik dan senyum mencibir terbit di bibirnya.
" Huft...kamu aja yang gak peka, makan tuh cemburu", lanjutnya mengolok.
Kenan mengacungkan jari tengahnya ke arah Kendra. Membuat lelaki itu tergelak keras.
"Beresin sana masalah kamu, jangan sampai samurai kamu karatan karena gak di asah !", ledek Kendra.
Sebelum Kenan mengumpat, Kendra segera mematikan sambungan VC.
"Bye tuan mesum, have a nice day !", ucapnya. Dan layar laptop Kenan menggelap.
Kenan mengarahkan tinjunya ke udara kosong.
"Dasar cabul gila.....awas kamu ya !", geramnya.
Kenan menarik nafas dalam. Lalu menghembuskannya perlahan
Masalahnya masih terasa abu-abu, tetapi Kenan sedikit tenang karena sudah tahu jelas sebab istrinya marah dan tidak mau bertemu dengannya. Kenan sudah pegang kuncinya.
Kini tinggal mengorek kebenaran tentang istrinya dan lelaki yang bersamanya. Kenan fokus pada itu sekarang.
Kendra tadi bilang kalau lelaki teman istrinya itu juga datang ke sini. Kenapa waktunya bersamaan ? Mereka tidak datang bersama kan ? Tidak janjian ?
Dasar bodoh ! Begitu Kendra mengoloknya. Istrinya bukan perempuan gampangan, tidak mungkin mau pulang bersama lelaki lain yang notabene baru kenal beberapa hari.
Mungkin benar lelaki itu menyukai istrinya, tapi tidak dengan Adelia. Begitu Kendra memberi pertimbangan tadi.
Dan itu menjadi angin sejuk bagi Kenan untuk berpikir positif. Tapi masalahnya sekarang, keberadaan istrinya belum dia ketahui. Mama Rose belum mengabarinya sampai sekarang. Kenan lacak dari gawai Adelia juga nihil. Mungkin istrinya sudah menonaktifkan nomernya.
Istri Nino yang Kenan kira bersama istrinya, ternyata juga bilang tidak tahu.
__ADS_1
Beberapa bodygyardnya juga di suruh mencari tspi belum ada kabar baik sampai sore ini.
Lalu kemana dia ?
Belum lagi mamanya yang tadi meneleponnya dengan nada marah. Memintanya pulang ke rumah besar. Masalah apalagi ini ?
Ehhhh.....wait ! Pulang ke rumah besar ? Apa ada kaitannya dengan Adelia. Arghhhh......maybe. Kenan bodoh.
Mamanya sangat menyayangi menantunya itu, mungkin saja istrinya berada di sana. Oh my god, kenapa Kenan tidak berpikir begitu dari tadi ? Apa rasa cemburu benar-benar menurunkan intelegensinya ?
Spontan Kenan beranjak. Senyum tipis mengembang di bibir seksinya. Membayangkan istrinya ada di rumah besar, hati Kenan sudah terasa berbunga sekali.
Dengan cepat Meraih kunci.mobil di meja lalu segera melangkahkan kaki panjangnya keluar ruang kerjanya.
***********
"Halo cantik, lagi ngapain ?", suara tanya dari seberang sana.
"Gak ngapa-ngapain ", balas Adelia. Perempuan cantik yang baru keluar dari kamar mandi itu masih mengenakan bathrobe. Mengamati laptop di meja yang masih menyala, lalu berjalan ke arah ranjang.
Terdengar suara kekehan dari seberang sana.
"Ada acara gak ? Mau temeni aku ?", tanyanya lagi.
"I'm sorry,,Bry ....lagi bad mood nih ", spontan Adelia.
Terdengar suara helaan berat dari seberang sana.
"To the point banget sih. Tanya dong mau kemana, yakin kamu gak akan nolak ", suara dari sebetang sana setengah merajuk.
Adelia duduk.di tepi ranjang. Memutar bola matanya jengah.
"Emang mau kemana ?", tanyanya kemudian.
"Bookstore, you must be like that ", balasan dari seberang sana terdengar begitu yakin. Tentu saja membuat Adelia berpikir dua kali. Adelia suka sekali buku. Tapi moodnya lagi tidak baik sekarang.
Adelia kira tadi dengan berendam bisa melupakan masalahnya, tapi ternyata susah.
"What do you think, girl ?", suara dari seberang sana kembali terdengar.
Adelia menggeleng pelan.
"No, Bry.....I'm sorry, I'm tired, I have to take a rest now ", balasnya kemudian.
Beberapa lama belum ada jawaban dari seberang sana.
"Okay.....okay..... I"m 'sorry, uhmmm..... how about tomorrow ?", tawar Bryan.
"Never give up, don't you ?", ledek Adelia.
Suara kekehan terdengar dari aeberang sana.
"Of course not girl, That's me ", tegasnya.
Adelia mencebik.
"Okayy.......see you tomorrow !", kata Adelia kemudian.
Tawa renyah langsung menggema dari seberang sana.
"Okay, thank you girl.....see you tomorrow !", balas Bryan.
***********
"Istri aku di mana Ma ? Di mana dia ?", cecar Kenan begitu bertemu mamanya.
Hari sudah rembang malam. Begitu turun dari mobil, dengan setengah berlari langsung bergegas menuju ke rumah besar.
Mama Jasmine menepuk bahu Kenan keras.
"Ngapain cari istri kamu di sini ? Bukannya dia di Amerika ?", balasnya.
Kenan kelabakan. Bener juga. Mamanya belum.tahu kalau Adelia pulang. Konyol lagi Kenan.
__ADS_1
"Maaa......,", Kenan mengusap wajahnya kasar.
Lalu mulai bercerita. Tentu saja tanpa menyebutkan kejadian semalam dan rekaman cctv laknat yang membuat istrinya langsung berbalik arah.
Mama Jasmine mendengarkan dengan seksama.
"Gimana ceritanya sampe kamu gak tahu mantu cantik mama pulang ? Suami macam apa kamu, Ken ?", olok mamanya.
Kenan membulatkan matanya.
"Adel gak.bilang, Ma. Aku gak tahu lah", elaknya.
Perempuan.sosialita yang masih cantik itu kembali memukul bahu lebar anaknya. Kesal sekali.
"Sini ikut mama !", Mama Jasmine menarik tangan besar Kenan agar mengikutinya. Lelaki itu menuruti saja.
Mama Jasmine membawa putranya ke kamar. Kamar Kenan sewaktu masih tinggal di rumah besar dulu. Antisipasi saja kalau papa Alex pulang tidak sampai mengetahui masalah ini.
"What's up Ma ? Di mana istri aku ?", Kenan celingak celinguk sesampainya di kamar.
Mama Jasmine melipat tangannya di dada. Lalu menatap Kenan penuh peringatan.
"Ken dengerin Mama !", ucapnya.
Kenan segera membawa pandangannya agar bertemu dengan mamanya.
"What's a matter, Ma ? Mama tahu sesuatu ?", penasaran Kenan.
Mama Jasmine menghela berat.
"Tell me the truth ! Apa yang udah kamu lakuin Ken ? Are you cheating Adelia ?", mama Jasmine mengintetogasi.
Mata Kenan membulat. Dengkusan jelas terdengar dari bibirnya.
"No Ma, mana mungkin aku hianatin istri aku !", elak Kenan.
Sebelah alis Mama Jasmine menukik ke atas.
"Be honest, son ! Papa belum dengar masalah ini, jangan sampai papa tahu. Bilang sama mama, okay !", tuturnya. Lalu melangkah ke sofa dan duduk di sana. .
"Suer Ma, I'm not cheating Adelia, I promise !", tegas Kenan. Lalu duduk di sebelah mamanya. Diraihnya kedua tangan perempuan sosialita cantik itu.
"Trust me, Ma ! aku gak akan pernah hianati Adelia, sampai kapanpun", yakinnya.
Mama Jasmine menghembuskan nafas lega. Itulah yang dari tadi ingin di dengarnya dari putranya.
"Okay.....Mama anggap kamu jujur. Tapi kenapa Adelia langsung pergi tanpa pamit kalau kamu gak ngapa-ngapain ?", selidiknya.
Kenan gelagapan. Bener juga. Kenan harus beralasan apa lagi.
Kalau Kenan cerita yang sebenarnya, pasti mamanya akan tahu apa yang dilakukannya semalam. Bersama Sekretarisnya itu. Lalu keberadaan sekretarisnya di mansion, pasti akan membuat mamanya semakin marah.
"Kenan gak tahu Ma.......Kenan harus ketemu Adel buat jelasin semua ", akhirnya lelaki itu beralasan.
Mama Jasmine tersenyum meledek.
"Uhmmm ..... begitu ? Jadi ngaku emang udah buat salah ?", ucapnya.
"Arghhhh....enggak Ma, just miss understanding.....really", balas Kenan menyakinkan.
Mama Jasmine menarik nafas dalam.
"Okay....buktiin sama Mama kalau itu emang cuma salah paham !", tegasnya.
"Sure, Mom, akan Ken buktiin. Tapi bilang dulu di mana istri aku ?", tegas Kenan.
Mama Jasmine tersenyum meledek.
"Kamu tahu di mana bisa nemuin dia ", balasnya sambil tersenyum penuh rencana.
..
.
__ADS_1