
Adelia menggulingkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Melakukan peregangan. Tubuhnya terasa sangat pegal. Karena apa coba ? tentu saja karena ulah suaminya.
"Eughhhh....", lenguhnya. Sekujur tubuhnya berasa nano-nano. Belum lagi di bawah sana, sedikit nyeri karena gempuran samurai Kenan.
Semalam suaminya itu benar-benar melakukannya. Dan seperti biasa, lelaki itu layaknya harimau lapar. Tidak cuma sekali, bahkan beberapa kali. Anehnya, lelaki itu tidak mengeluh sama sekali dengan luka di perutnya.
"It's our night, baby ", ucap lelaki itu semalam. Penuh rayuan, ketika meminta lagi dan lagi. Kata lelaki itu juga, mereka tidak akan bisa melakukannya besok, mungkin beberapa hari ke depan. Ya Tuhan.....tentu saja, karena dia pulang kan ? Adelia juga tahu
Adelia rasanya geram-geram gimana. Mau menolak tentu saja tidak mungkin. Menolak suami tidak boleh juga. Dosa kan ?
Selain itu Adelia juga merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Kenan menyentuh dan mengeksplor tubuhnya. Apalagi saat kedua tubuh mereka menyatu, seolah Kenan membawanya terbang ke awang-awang. Amazing.
Ehhh...wait ! Spontan Adelia membuka matanya yang dari tadi masih terpejam. Tangannya tidak menjumpai sesosok tubuh jangkung itu di sebelahnya. Baru sadar kalau dari tadi suaminya sudah tidak ada di sampingnya.
Dengan cepat bangkit dari baringnya dan...
Opssss.....tentu saja selimut yang menutup tubuh polosnya merosot.
Belum sempat menampilkan bagian atas tubuhnya yang penuh dengan hickey, Adelia segera menahan selimut agar tidak jatuh.
"Kennn.....nakal ya kamu ", gumamnya seraya membungkus tubuhnya dengan selimut.
"Tumben bangun duluan, dimana dia ?", gumam Adelia lagi.
Sambil melangkah dan melihat ke sekeliling kamar. Sudah rapi.
Baju Kenan dan bajunya yang semalam di lempar sembarang dan berserakan di lantai sudah tidak tampak.di sana. Adelia tersenyum. Ternyata suaminya sudah mengurus itu semua.
"Mau mandi dulu ", katanya sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Perempuan cantik itu memilih menyegarkan tubuhnya lebih dulu, baru menemukan suami tampannya itu.
*********
Arion membuka matanya demi mendengar gemericik air dari kamar mandi. Bukan karena itu sebenarnya, tapi lebih karena mendengar suara istrinya yang muntah-muntah.
Bergegas bangkit dari baringnya, meraih celana pendek yang tergeletak di lantai dan memakainya cepat. Lalu melangkah ke kamar mandi yang pintunya terbuka itu.
Nampak Cindy sedang berdiri dengan berbalut selimut di depan wastafel dan sibuk memuntahkan isi perurnya.
Tanpa diminta Arion segera memijat leher istrinya itu. Cukup lama, akhirnya perempuan yang tengah berbadan dua itu berhasil mengakhiri paginya yang menyiksa.
"Udah baikan ?", tanya Arion. Sambil mengelus bahu istrinya.
Cindy mengangguk lemas. Lalu memutar tubuhnya dan menjatuhkan kepalanya di bahu terbuka Arion.
"Tubuh aku lemes banget Rio, ternyata hamil susah begini ya?", keluhnya.
Arion tersenyum. Perempuan cantik yang kini sudah menjadi istrinya itu tidak pernah mengeluh dari dulu. Tenyata kehamilan sungguh mempengaruhinya. Ahhh, tepatnya membuatnya benar-benar layaknya seorang perempuan yang ingin dilindungi. Ingin diperhatikan.
Meskipun sebenarnya Arion juga bingung harus membantu apa. Tapi setidaknya dia akan berusaha membuat istrinya nyaman.
Perlahan dielusnya kepala bagian belakang istrinya, untuk menghibur hatinya.
__ADS_1
"Sabar, jangan ngeluh ya, itu buah hati kita ", hibur Arion.
Lalu membisikkan sesuatu di dekat telinga istrinya.
"Susah sedikit nggak masalah, kamu perempuan kuat......lagian bikinnya enak kan ?", goda Arion disertai kekehan. Cindy merengek manja sambil menegakkan tubuhnya.
"Arionnnn....", dihentakkannya kakinya ke lantai.
Arion malah tertawa.
"Loh, bener kan ?", belanya.
Cindy memukul perut Arion pelan. Lelaki itu menahan tangannya dan menciumnya.
"Okay......okay.....mau apa, pengen apa sekarang ? Biar aku bantuin ", ucap Arion.
Bola mata Cindy membulat. Menatap Arion dengan binar yang terlihat jelas
"Bisa tolong buatin susu, ada di koper !" , pinta Cindy.
"Okayy...apa lagi ?", Arion menyetujui.
Cindy nampak berpikir sejenak.
"Ahh...vitamin... kenapa bisa lupa ? Kapan hari dikasih sama Dokter obgyn, biar nggak mual ", ingat Cindy.
Arion terkekeh.
"Hmmm.....kayaknya itu aja ", balas Cindy.
"Okayyy....mau ini juga kan ?", Arion mengangkat tubuh Cindy dalam gendongannya. Perempuan muda itu mengangguk cepat.
"Tuan putri duduk aja , biar aku yang siapin semua ", kata Arion.
Cindy tersenyum. Melabuhkan sebuah ciuman di pipi Arion sebelum lelaki melangkah keluar kamar mandi.
"Thanks, Rio..", ucapnya.
*********
Adelia tatap lelaki yang tengah melakukan latihan itu dengan pandangan takjub. Lelaki bertubuh tinggi atletis dan berwajah tampan. Tak ada seorang perempuan pun yang bisa menolak kharismanya.
Sambil bersadar di dinding dengan tangan di lipat di dada, Adelia amati suaminya itu. Lekat. Dalam hatinya bersyukur sekali masih melihat lelaki itu di sini. Setidaknya pagi ini sebelum lelaki itu kembali ke tanah air.
Karena sejujurnya Adelia merasa sedikit was-was begitu mendapati dirinya terbaring sendiri di ranjang tadi. Sempat terpikir di hatinya suaminya sudah pulang tanpa memberitahunya. Meninggalkannya tanpa pamit.
Kenan tersenyum dan langsung menghentikan latihannya begitu melihat sosok cantik yang mengamatinya.
"Come here, baby !", tangan Kenan melambai ke arah Adelia..
Spontan Adelia berlari dan menghambur memeluk tubuh lelaki itu.
__ADS_1
"Kennnnnn.....!", manjanya.
"Aku kira kamu udah berangkat tadi", ucap Adelia di balik pelukan.
"Enggak pamit aku ", lanjutnya Dengan rengekan manja.
Kenan membulatkan matanya , lalu terkekeh. Merasa lucu saja dengan tingkah istrinya yang seperti anak kecil
"Never, baby. Aku nggak mungkin ninggalin kamu tanpa izin", balas Kenan. Dia ciumi puncak kepala Adelia dan mengusapnya lembut. Sebentar menjauhkan tubuh mereka.
"Kenapa ? Udah kangen sama aku ? Blom juga berangkat, sayang ", goda Kenan. Sambil menoel hidung mancung Adelia gemas.
Gadis itu mencebik. Lalu melipat tangannya di dada dan memutar tubuhnya agar tidak berhadap dengan suaminya.
"Huh ge-er, siapa yang kangen ?', ucapnya.
Kenan tergelak keras.
"Iya .....iya, aku yang kangen...... kangen berat sama istri aku ", sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"I'll miss this.....this.....everything ", Kenan sentuh lembut bagian-bagian tubuh Adelia.
"Kennnnn.....", rengek manja Adelia sambil memutar tubuhnya.
"I'll miss you too....so much ..", kembali menghambur dalam pelukan suaminya.
Kenan peluk istrinya erat. Sangat erat seolah tidak akan ia lepaskan. Beberapa saat mereka berpelukan. Kenan ciumi puncak kepala Adelia dengan sayang.
"Babyyy......", lembut Kenan. Masih menciumi puncak kepala Adelia.
"Uhmmm......what's up ?", tanya Adelia.
"Aku mau lagi sebelum berangkat ", Kenan terkekeh kecil.
Langsung Adelia berikan tepukan di bahu lebar lelakinya. Lalu melepas pelukannya. Dia sudah paham betul apa yang dimau suaminya.
"Nggak capek ? Lihat luka kamu ?", tanya Adelia galak.
Disentuhnya luka di perut Kenan. Lelaki itu segera mengangkat kaos yang dikenakannya ke atas.Menampilkan tubuh atletis dan perut sixpacknya. Sesaat membuat pipi Adelia memerah. Padahal sudah sering Adelia melihatnya, tapi kenapa dia masih saja tersipu. Dasar noob ! Batin Adelia.
"See, baby......it's okay !", tunjuk Kenan. Sambil merentangkan kedua tangannya. Adelia tersenyum. Memang benar stamina lelaki ini sungguh luar biasa. Bahkan luka yang lumayan parah itu pun seakan tak berpengaruh padanya. Bahkan membaik dengan cepat.
"Okay.....mau berangkat jam berapa ?", Adelia melipat tangannya di bawah dada.
"Jam 8 ", balas Kenan.
Adelia lihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Masih jam 7.
" Five minutes, make me give up and ......i'm yours !", tantang Adelia.
Kenan langsung tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Okay.....with my pleasure, baby ", balasnya.