Blind Date

Blind Date
144. say "Good bye "


__ADS_3

"Yakin mau ke sini ?", tanya Arion lagi. Mereka berada di dalam mobil, di area parkiran Disney Land. Istrinya bersikeras mengajaknya ke sana.


Tentu saja Arion merasa khawatir, mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Bagaimana istrinya itu mengeluh tubuhnya lemas setelah melewati mualnya di pagi hari.


Cindy mengangguk cepat.


"C'mon Rio, buruan turun !", perempuan cantik itu terlihat bersemangat sekali.


Arion mengeryitkan dahi.


"I'll be fine, trust me !", yakin Cindy. Lalu mencium bibir Arion yang masih terngangga melihat tingkahnya yang random. Tangannya meraih handle pintu mobil, tapi Arion menahannya.


"Biar aku bukain ", kata lelaki itu. Sambil bergegas keluar lebih dulu.


Cindy tersenyum riang.


"Thank you, Rio ", balasnya.


**********


"Be careful Kenn....!", pesan Adelia lagi. Pesawat yang hendak membawa Kenan sudah siap, tapi ceremony perpisahan sejoli itu masih belum selesai.


Kenan mengangguki. Tanpa berucap kembali meraih ke dua sisi wajah istrinya dan mengecap bibirnya.


"Hmmm....of course baby....I'll be okay, just for you ", katanya sesaat setelah melepas pagutannya.


Kenan masih memeluk pinggang istrinya erat. Ditatapnya wajah cantik istrinya lekat seolah enggan melewatkan dan meninggalkan wajah cantik itu sendiri.


"Take care of yourself, my love !", ucapnya kemudian


"Sure, I will, you too Kenn ", balas Adelia.


"Your plane is ready ", ucapnya lagi, sambil meraih tangan Kenan di pinggangnya, berharap lelaki itu melepas pelukannya. Karena entah sudah berapa lama mereka melakukan itu.


Kenan masih belum mau melepaskan. Digenggamnya jemari lembut istrinya erat.


"I know sweetheart ......emhhh ", kembali Kenan tarik tubuh cantik itu hingga menempel dengan tubuhnya. Sebelah tangannya menahan tengkuk Adelia untuk memperdalam ciuman mereka. Kenan pagut bibir ranum Adelia, tiada bosan.


Tak jauh dari posisi mereka, berdiri Kendra dan Sandra. Mereka saling pandang melihat tingkah sepasang suami istri muda itu.


"Coba tebak, sampe kapan mereka begitu ?", tanya Kendra sambil melipat tangannya di dada. Sandra mengangkat bahunya dan tersenyum.


"Biarin aja, mereka pengantin baru, pasti berat mau berpisah ", tuturnya.

__ADS_1


Kendra tersenyum mencibir.


"Alahhh....semalam pasti sudah mereka puas-puasin juga , dasar mesum memang !", gerutunya.


"Sssttt.....look...! ", tunjuk Sandra ke arah pasangan absurd itu. Nampak tubuh Kenan mulai melangkah menjauh neninggalkan Adelia.


"Huft.....lihat aja kelanjutan dramanya !", kata Kendra seolah tahu benar apa yang akan terjadi setelah itu. Aihhh....tentu saja Kendra sangat tahu.


Sandra hanya terkikik geli. Kedua lelaki yang layaknya anjing dan kucing itu sebenarnya sangat kompak, tim yang solid. Sandra tahu selama mereka bersama di apartemen Adelia kemarin.


Mata Sandra membulat begitu melihat yang terjadi di depan sana. .


"Opppsss.....!", serunya.


"Apa aku bilang ?", pongah Kendra. Sandra cubit lengan terbuka lelaki di sampingnya itu. Karena hanya mengenakan kaos putih pendek.


"You know more, ha ", katanya.


Kendra tergelak, lalu merangkul bahu gadis yang kini sudah menjadi pacarnya itu.


"Mungkin aku juga akan begitu kalo harus pisah lama sama kamu ", ucap lelaki yang sangat mirip dengan Kenan itu.


"Really ?", tanya Sandra.


"Hmmm...", Kendra mengangguki. Lalu mencuri sebuah kecupan di pipi perempuan cantik itu.


Secara mengejutkan lelaki itu memutar langkahnya kembali ke arah Adelia, lau meraih tubuh istrinya, memeluknya erat.


"I'll miss you, baby", katanya. Lalu melabuhkan ciuman lembut, sangat lembut di dahi istrinya.


"I love you so much, I'll be right back soon", bisiknya.


Adelia tersenyum dan mengangguk setuju.


"Uhmm....I love you too, Kenn", balasnya.


KembalI Kenan peluk perempuan cantik itu.


Baru kemudian memutar tubuhnya dan melangkah pasti menuju ke arah pesawat .


Adelia tatap langkah kaki jangkung suaminya yang semakin menjauh. Ada perasaan aneh yang menganggu ketenangan hatinya, yang membuat genangan di pelupuk matanya terkumpul dan membuat pandangannya nanar.


Sebelum pintu pesawat tertutup, kembali Kenan memutar tubuhnya, tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya.

__ADS_1


Adelia membalas lambaian tangan lelaki itu.


"Bye, Ken !", lirihnya.


Adelia tahan air bening yang menggenang di pelupuk matanya agar tidak jatuh. Adelia tegar, gadis kuat, tapi begitu melihat suaminya melambaikan tangan dan perlahan tubuhnnya menghilang dari pandangan, kenapa genangan air itu serasa hendak jatuh.


Adelia mengerjapkan matanya, berusaha menghalau air bening di pelupuk matanya agar tidak sampai membasahi pipnya.


Sebuah tepukan lembut di bahunya, membuatnya tersentak.


"Everything is okay ?", disusul suara lembut perempuan di sebelah Adelia. Sandra.


"Uhmm....sure...!", balas Adelia. Sambil mengusap matanya sebelum menoleh ke arah Sandra di sebelahnya.


"C'mon .....!", lanjutnya seraya memutar langkahnya.


Sandra masih terbengong. Lalu beradu pandang dengan Kendra yang berdiri tak jauh darinya. Keduanya mengedikhampir bersamaan.


"Ke Kampus ", seru Adelia lagi.


Kendra dan Sandra mengangguk bersamaan. Lalu bergegas mengikuti langkah kaki mungil Adelia.


Tak berapa lama pesawat yang ditumpangi Kenan lepas landas, bersamaan dengan mobil sport putih meninggalkan bandara.


Sepasang mata cantik dari balik kaca mobil itu akhirnya tidak bisa menahan air bening di pelupuk matanya.


Setetes air itu jatuh di pipi mulusnya. Dengan cepat punggung tangannya mengusap itu, ketika sepasang mata hazel menatapnya dari spion mobil. Dengan senyum menggoda. Kendra.


"Aha....hari pertama kuliah, semangat little girl !", ucapnya.


Adelia menghempaskan kepalanya di jok mobil belakang.


"Uhmmm....why not ?", balasnya.


Kendra terkekeh.


"Good.........", sambil nengetuk-ngetukkan jemarinya dii setir.


"Don't worry.....kalo kangen Kenan cukup lihat aku, sama aja kan ?", godanya.


Adelia mencebik, lalu perlahan memejamkan matanya.


"San.... dikasih sarapan apa sih sopir di sebelah kamu ? berisik banget sumpah.", ucapnya.

__ADS_1


Kendra tergelak. Sandra tepuk bahu lelaki yang duduk di balik kemudi itu. Cukup keras.


"banana ", jawab Sandra dan Kendra hampir bersamaan.


__ADS_2