
"Mau kemana ? coba bilang !", tanya Adelia. Mereka berjalan saling berpelukan dan bercanda-canda. Menuju area parkiran.
"Cium dulu ntar aku kasih tahu", goda Kenan. Menghentikan langkahnya dan menunjuk bibirnya. Tentu saja Adelia ikut berhenti, tangan lelaki itu memeluk pinggangnya erat.
Bibir mugil perempuan cantik itu mencebik. Menatap suaminya yang sudah membungkukkan tubuh, menyiapkan bibirnya.
Sedikit berjinjit Adelia, Adelia mendekatkan wajahnya. Bukan mencium bibir lelakinya tapi berbisik saja.
"Catch me first and I'll kiss hmm.. !", menyentil bibir seksi Kenan lalu dengan cepat melepas pelukan tangan lelaki itu dan berlari menjauh. Meninggalkan Kenan yang terbengong di tempatnya.
"So naughty baby girl, awas ya !", gumam Kenan.
Lalu dengan cepat mengejar istrinya. Jalanan selasar cukup panjang menuju area parkir itu menjadi ajang bercanda dan saling kejar kedua muda mudi itu.
"C'mon Ken.....catch me !", seru Adelia. Mereka sudah sampai area parkiran. Dan Adelia berlarian di antara mobil yang terparkir di sana. Sejenak perempuan cantik itu menoleh. Tak tampak sosok suaminya di belakang sana.
Lelaki itu dari dulu memang seperti ghost. Suka menghilang dan muncul dengan tiba-tiba. Adelia yakin juga sekarang. Tapi Adelia harus waspada, jangan sampai lelakinya ini menangkapnya dengan mudah.
Saat perempuan cantik itu memutar kembali tubuhnya.
"Gotcha, baby ! ", suara bariton langsung menginteruksinya. Diiringi kekehan. Kedua tangan lelaki itu siap meraih tubuh Adelia.
Tersentak, Adelia dengan gesit langsung menghindar.
"Eitsss.....nggak kena !", ledeknya. Sambil menjulurkan lidahnya dan berlari lagi.
Kenan tergelak. Gemas sekali dengan perempuannya ini.
"Babyyyy.......nggak akan aku lepasin nanti !",
geram dan gemas bercampur jadi satu.
Keduanya kini saling berkejaran mengitari sebuah mobil sport. Kenan tersenyum dalam hati. Nice trap, batinnya.
Tak mau menunggu lama lelaki itu segera melompat, melewati atas mobil. Dan menghadang istrinya tepat di hadapannya.
"No way to run, baby ", katanya.
Lalu memojokkan tubuh istrinya di badan mobil.
Adelia terkekeh. Apalagi saat tangan besar Kenan mengungkung tubuhnya di badan mobil.
"Run to your huge, Ken !", Adelia menghambur memeluk tubuh suaminya.
Kenan tergelak. Memeluk tubuh itu lebih erat.
"So sweet, baby ", bisiknya di telinga adelia.
Menjauhkan tubuh mereka. Tangannya bergerak meraih kedua sisi wajah cantik itu.
"Minta hukuman apa?", sebelah matanya mengerling nakal.
Sebelum Adelia membuka bibirnya untuk menjawab, dengan cepat Kenan menyambar bibir ranum perempuan cantik itu. Memagutnya dalam. Memainkan lidahnya di dalam sana. Di rongga mulut Adelia dengan penuh rayuan.
Adelia sempat gelagapan dibuatnya. Ciuman maut lelaki itu sungguh mematikan. Perlahan baru bisa mengikuti permainan lelaki itu. Keduanya asyik berbalas ciuman.
Tidak sadar ada beberapa pasang mata mengamati mereka.
__ADS_1
Dua sejoli baru saja memasuki sebuah mobil sport putih tak jauh dari posisi mereka. Tak luput juga melihat pemandangan itu. Kendra dan pacar barunya, Sandra.
"Mesum gila, nggak tahu tempat banget sih !", gerutu Kendra. Tidak tahu siapa yang dioloknya. Kalau tahu sepupunya, pasti lebih parah mengoloknya. Posisi dari belakang menghalangi pandangan Kendra.
Mulai menghidupkan mobilnya. Bibir Kendra masih ngedumel tidak jelas.
Perempuan cantik di sebelahnya menoleh dengan mata memicing. Bibirnya mencebik.
"Bukannya kayak kamu ?", ingatnya.
Mengingat kejadian beberapa saat yang lalu sebelum mereka berangkat. Di Apartemen Sandra.
Mereka juga melakukan hal yang sama. Lelaki ini telah merayunya hingga masuk ke jebakan mautnya.
Mungkin lebih parah karena mereka baru saja kenal dan menjadi pacar. Cuma dalam hitungan detik. Dan keduanya hampir saja lupa diri.
Itu yang pertama buat aku. Baru jadi pacar. Kamu sudah sebuas itu. Batin Sandra. Apalagi nanti. Lanjut hatinya.
Lelaki itu terkekeh.
"Tapi nggak di tempat parkir juga, sayang", belanya.
"Malu-maluin", gerutunya lagi. Mulai menginjak pedal gas dan perlahan berjalan.
Sandra mencebik.
"Huh, suka-suka dong, siapa tahu mereka suami istri, ya nggak perlu malu lah", balasnya.
Kendra memicing konyol.
"Ehhhh.....ngapain jadi ributin orang sih ? ngerusak suasana saja ", ucapnya.
"Siapa tadi yang mulai ? Kamu kan ? Ngapain ngurusin orang ?", balasnya.
Kendra terkekeh.
"Sorry girl.....I'm wrong ", akunya.
"Lihat mereka kayaknyaaku jadi ingat seseorang sih ", ralatnya.
Adelia mengernyit.
"Uhmmm.... Siapa?", menekankan ucapannya.
Pandangan Kendra tertuju ke arah lokasi dimana pasangan tadi tengah bercumbu.
"Si mesum jengkelin .... loh......", kagetnya. Matanya menyapu area parkir, ke lokasi terakhir melihat kedua orang itu
Aihhhhh....nggak ada. Kemana mereka ?
Batin Kendra.
"Udah masuk mobil ", terang Sandra. Kendra hanya ber-o ria. Lalu menginjak pedal gas lebih dalam dan membawa mobil keluar gerbang parkiran.
"Emang siapa tuh...... si mesum jengkelin ?", penasaran Sandra.
Kendra mengedik cuek.
__ADS_1
"Mulai kepo ya ?", godanya. Sambil tersenyum nakal. Bibir Sandra manyun.
Kendra tergelak keras.
"Sepupu aku", balasnya.
Sandra memperhatikan dengan dahi mengernyit. Masih penasaran.
"Just forget it, girl, It's our time to date, okay?", Kendra menaikturunkan alisnya.
Sandra memanyunkan bibirnya. Lalu menatap Kendra dengan mata mengedip lucu.
"Okay Mr. Kendra, show me the special place for dating, please !", balasnya.
Tangan mungilnya memberikan pukulan di lengan atas Kendra. Di balas Kendra dengan mengacak rambut gadis cantik itu gemas.
"Absolutely, darling ", balas Kendra.
"Let's began the adventure !", lanjutnya.
Mobil sport putih itu melaju cepat menembus jalan raya.
Sementara sepasang mata tajam menyorot ke arah mobil sport hitam. Dimana sepasang anak manusia tengah bercumbu hebat tadi. Dari sebuah mobil yang tak kalah mewah. Berwarna merah.
Tangannya mencengkeram kuat kemudi, seolah mau meremukkan itu dalam genggamannya.
"Who is he, girl ? ..... who is he? ", rahangnya mengeras. Nampak sekali kemarahan di sana.
"Siapa yang berani ngambil perempuan aku, akan terima akibatnya", desisnya. Tanpa mengalihkan pandangannya dari mobil sport hitam di sana.
Sementara di dalam mobil.
"Kennnn..... stop, not right here !", tahan Adelia begitu lelakinya mulai lupa diri. Mendorong kepala lelakinya menjauh dari wilayah dadanya.
Kenan mendongak. Bibir lelaki itu tersenyum.
"Aku selalu lupa diri kalo sama kamu, baby", dengan suara berat.
Sepertinya lelaki itu sudah terpancing gairah karena ulahnya sendiri.
Bibir mungil Adelia cemberut.
"Jadi kencan nggak?", dengkusnya. Sambil merapikan bajunya yang berantakan karena ulah suaminya
Menegakkan tubuhnya, Kenan terkekeh. Membantu mengancingkan baju Adelia penuh perhatian.
"Jadi, sayang. Berangkat sekarang?", lembutnya.
Adelia mengangguk cepat. Bibirnya masih cemberut.
"Turunin !", manja Adelia. Meminta Kenan menurunkannya dari pangkuannya.
Kenan kecap bibir cemberut istrinya sebelum membawa tubuh cantik itu ke kursi sebelah kemudi.
Lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya.
"Jadi pengen cium terus kan kalo cemberut begitu", ucapnya.
__ADS_1
Adelia pukul lengan lelaki itu. Kenan terkekeh. Perlahan mobil sport itu berjalan keluar parkiran. Tak lama mobil merah menyusul di belakangnya.