Blind Date

Blind Date
169. Rencana Grandpa


__ADS_3

Bibir seksi lelaki tampan itu tersenyum ketika membuka pintu kamar. Dia dapati baby angelnya masih terlelap dalam damai.


Wajah cantik itu tak pernah pudar, meskipun sedang tidur. Dan satu lagi, bibir merah yang ranum itu selalu tampak menggoda dan menggemaskan. Mengundang setiap mata tertuju padanya. Tidak hanya ingin memandang, tapi juga mencicipi manisnya.


Argghhh.......Kenan bisa gila kalau yang berpikir begitu adalah lelaki lain. Kenan tidak akan pernah terima. Bibir itu, mata itu, wajah dan tubuh cantik itu adalah miliknya. Hanya miliknya. Adelia adalah karya agung Tuhan yang telah dianugerahkan untuknya.


Pertama melihat wajah cantik itu, selalu bibir mungil itu yang menjadi fokus pandangnya.


Dilangkahkan kaki panjangnya ke arah ranjang. Keringat tampak mengalir di dahinya.Tapi justru menambah kesan gentle pada lelaki itu.


Ditambah lagi tubuhnya yang bertelanjang dada, menampilkan otot-otot sixpacknya, sungguh pemandangan yang bisa membuat kaum hawa pada ngiler dan melongo takjub.


Duduk di tepi ranjang, Kenan pandangi dengan tatap kagum wajah cantik istrinya.


"Baby, wake up !", panggilnya lembut. Di toelnya bibir merah perempuan cantik itu dengan jemarinya.


Beberapa lama belum ada respon. Jemari Kenan belum beralih dari sana. Menoel gemas bibir mungil itu beberapa kali.


Bibir Adelia menguncup lucu. Perlahan mata berhias bulu lentik itu terbuka.


"Aaaaaaa......!", seru Adelia. Spontan beranjak bangun dan mendorong tubuh Kenan. Hampir saja terjengkang.


Memekik sekali lagi begitu selimut yang menutup tubuhnya merosot. Buru-buru Adelia menariknya untuk menutupi tubuh polosnya.


Kenan membulatkan mata. Adakah yang aneh padanya sehingga istrinya berteriak begitu keras ? Dan spontan mendorongnya ?


"Wh....what's up, baby ? What's wrong ? It's me !", protesnya. Sambil menegakkan.tubuhnya.


Adelia membulatkan matanya.


"Sorry Kenn......aku kira hantu, sorry....", melasnya. Membungkus lebih rapat tubuhnya dengan selimut.


Kenan melotot konyol.


Hantu ? Sejak kapan ada hantu seganteng dirinya ?


Senyum nakal langsung tercetak di bibirnya.


"Emang ada hantu seganteng ini, baby?", sambil membusungkan dadanya.


Adelia memanyunkan bibirnya.


"Maaf.....barusan mimpi di kejar hantu , jadi....", bibir mungil itu cemberut lucu.


"Lagian kenapa gak pake baju sih, Ken .. ?", gerutunya.


Kenan semakin membulatkan mata hazelnya.


"Kenapa kalo gak pake baju ? Aku baru latihan, sayang.....gerah nih !", sambil menyeka keringat yang mengalir di dada bidangnya.


Lelaki itu tersenyum mesum.


"Semalam lebih dari ini biasa aja kan, baby ? Kamu malah bergairah begitu ", godanya.


Adelia cemberut. Diantara cahaya mentari yang menembus sela korden, tampak pipi perempuan cantik itu merona.


Senyum nakal srmakin jelas terlihat di bibir Kenan. Lelaki itu menggeser tubuhnya, mengikis jarak antara mereka.


"Btw, hantunya gak pake baju ? What is he doing, baby ? Dimana dia ?",selidiknya.


Adelia menutup wajahnya dengan selimut. Lalu membukanya cepat. Perempuan cantik itu terkekeh.


"Tuh hantunya !", tunjuknya ke arah Kenan.


Dibalas pelototan konyol oleh lelakinya.

__ADS_1


"Huh....latihan gak ngajakin, gak bangunin aku, dasar jahat !", gerutu Adelia.


Lalu melompat turun dari ranjang dari sisi yang lain, yang berlawanan dengan posisi Kenan.


Kenan ternganga, Lalu segera melompat turun, mengikuti istrinya dan mengejar perempuan cantik itu yang kini melenggang menuju ke kamar mandi. Dipeluknya cepat tubuh berbalut selimut itu dari belakang.


"Maaf sayang.....aku kira kamu kecapekan, jadi gak aku bangunin ", bisiknya mesra.


Bibir mungil.Adelia semakin manyun.


"Gara-gara kamu kan ? Dasar mesum, Aku bangun udah hilang aja ! ", marahnya.


"Haaa....", Kenan.melongo. Tumben istrinya marah cuma gegara begini. Dan hantu yang dikatakannya dari tadi adalah dirinya. Oh my gosh ! Kenan ingin sekali menggigit bibir nakal yang ngomong sembarangan itu.


Tanpa nenunggu lama, Kenan angkat tubuh perempuan cantik itu dalam gendongan. Membopongnya.


"Kennn....mau ke mana ?", pekik Adelia. Tapi tangan mungilnya dengan sigap melingkar di leher lelaki itu.


"Latihan, baby........don't you ask me for that ?", ucap Kensn dengan senyum menggoda.


"Aku mau mandi ", rengek Adelia. Karena dia tahu pasti apa yang akan dilakukan suaminya itu selanjutnya.


Kenan tergelak.


"Iya, sayanggg...latihan sama mandi, okay ?", balasnya.


"Just once !", manja Adelia.


Membuat gelak Kenan semakin keras. Didorongnya pintu kamar mandi yang sudah sedikit terbuka itu dengan kakinya.


"As you wish, sweetheart !", ucapnya. Gelaknya masih terdengar saat pintu itu kembali menutup. Lalu disusul seruan manja Adelia.


**********


Melangkah kembali masuk ke dalam kamar, menghampiri istrinya yang masih sibuk.membenahi syalnya.


Adeliamenoleh dan menghela pelan.


"Ingat pesan grandpa, sayang.....must be alone !", ingat Adelia.


Kenan melangkah lebih mendekat. Bahkan.panggilan sayang dari.Adelia tidak bisa menghilangkan gelisahnya.


"Tapi, honey .. ", dengan wajah galau. Enggan sekali rasanya meninggalkan istrinya. Ahhh...lebay sekali, padahal istrinya juga akan.pergi menghadiri undangan opanya. Juga sendiri. Begitulah permintaan opanya.


"Arrgggh....apa sih maunya orang tua itu ? Nyebelin banget !", gerutunya.


"Hushhh....don't say like that, honey.. !", Adelia mencubit pinggang lelakinya itu.


"Udah buruan berangkat sana, telat dimarah grandpa lagi", memutar tubuh Kenan dan.mendorongnya ke arah pintu. Lelaki itu masih menggerutu, tapi menurut saja pada apa yang dilakukan istrinya.


Kembali Kenan memutar tubuhnya ketika Adelia sudah membuka pintu.


"Apalagi, sayang ?", lembut Adelia.


"Kiss....", Kenan tunjuk bibirnya. Masih merajuk layaknya anak kecil.


Adelia tersenyum. Lalu segera berjinjit dan menempelkan bibirnya di bibir suaminya.


Dengan sigap Kenan menyambar candu kesukaannya. Meraup bibir merah itu dengan lahap sekali. Bahkan mendorong tubuh istrinya kembali masuk dan memojokkannya di pintu.


"Emmmmhhhh...Kennn.....enough !", Adelia berusaha menghentikan ciuman Kenan dengan menepuki dadanya.


Kenan menjauhkan bibirnya. Senyum manis tersungging di bibirnya.


"Upah karena gak mau bareng aku", ucapnya sambil.mengusap lembut bibir Adelia yang basah karena ulahnya.

__ADS_1


"Naughty...", Adelia cubit lengan suaminya gemas. Membuat Kenan terkekeh.


"Udah sana !", usir Adelia.


Di dorongnya lagi tubuh jangkung itu agar keluar dari kamar.


"Be careful, honey....bye..bye !", Adelia bersiap menutup pintu.


Menghentikan gerakan tangannya ketika tiba-tiba Kenan kembali memutar tubuhnya dan mencium cepat bibirnya.


"I'll miss you, baby !", ucap lelaki itu sebelum melenggang pergi.


Adelia tersenyum dan menggeleng.


"Kennnn.....", gemasnya.


"Allah always bless you, my love ", lirihnya sebelum menutup pintu.


**********


Kenan melangkah memasuki resto. Di sinilah grandpa menyuruhnya datang. Mengamati sekitar, lelaki itu mengernyitkan dahinya. Sepertinya pernah ke sini. Tapi kapan ? Otak cerdasnya berusaha mengingat.


Sebentar bibir lelaki itu tersenyum.


"Blind date....", gumamnya.


Iya, sekarang Kenan ingat, yang didatanginya sekarang adalah resto tempat pertama kali dia kencan buta dengan gadis arogan itu. Gadis cantik yang membuatnya gila sekarang. Adelia. Istrinya.


Gadis cantik yang dari awal membuatnya terpukau, tapi dia masih ragu mengakuinya. Tapi seiring berjalannya waktu, dia semakin jatuh dan jatuh cinta setiap hari padanya.


Lelaki tampan itu tersenyum mengingat tingkahnya di awal pertemuan mereka. Bagaimana dengan nekat dia mencium gadis yang baru ketemu dengannya di tempat umum. Ahhhh....konyol sekali.


Tapi Kenan.menikmati itu. Bahkan ciuman yang sebenarnya cuma untuk iseng saja telah membuatnya tidak tenang. Terbayang-bayang terus pada gadis arogan itu.


Kenan melangkahkan kaki panjangnya. Bibir lelaki itu menyunggingkan senyum manis.


Begitu membuka pintu. Tiba-tiba.....


"Wushhhh.....", sebuah pisau melesat ke arahnya. Hampir saja mengenai telinganya. Untung Kenan refleks menghindar.


"Jlebb...!", pisau itu menancap di pintu.


Kenan mengarahkan pandangan.ke sekeliling. Tak ada seorangpun. Resto begitu sepi, siapa yang telah menyerangnya ? Dengan pisau pemotong steak. Damn it ! Konyol sekali ! Batinnya menggerutu.


Mata lelaki itu berbinar begitu menyadari siapa pelakunya.


"Grandpa usil ...", gumamnya.


Siap memutar tubuhnya hendak melangkah pergi, tapi serangan beruntun tiba-tiba kembali mengejutkannya.


"Where are you going ?", suara bariton dengan serangan tertuju ke kepalanya.


Lelaki berjubah hitam dengan penutup wajah. Mirip seorang ninja.


Hampir saja Kenan terlambat menghindar. Diputarnya cepat tubuhnya ke sebelah kiri hingga menimpa daun pintu.


"Brakkkk...", suara benturan terjadi.


Di susul serangan bertubi-tubi dari sesosok lelaki berjubah itu. Berusaha memojokkan tubuh Kenan di pintu.


Tendangan dan serangan.gencar lelaki berjubah sarangkan ke tubuh Kenan. Kenan.berusaha menahan serangan. belum sempat menyerang balik karena lelaki itu terus menggempurnya.


Hingga pada suatu ketika tendangan maut lelaki berjubah itu tak terelakkan. Dannnn......


"Brakkkkkkkkk......!", terdengar benturan keras.

__ADS_1


__ADS_2