
Sinar sang bagaskara menerobos di balik sela-sela korden. Di sebuah kamar besar mansion. Di lantai dua.
Dua sosok tubuh saling berpelukan mesra tergolek di ranjang king size itu.
Perlahan mata cantik itu membuka. Langsung mendapati wajah tampan suaminya tepat di depannya.
Bibir merah ranum meski tanpa pemoles bibir itu tersenyum. Perlahan mengusap rahang tegas lelakinya.
"Pasti capek ya ? Bandel sih kalo dibilangi ", gumamnya.
Jemari lentiknya menyentuh hidung mancung lelaki itu, turun ke bibirnya. Iya, bibir yang semalam.tak henti mencumbunya. Lelakinya itu memang sungguh liar biasa gairahnya. Seakan tak pernah mati.
Setelah saling mengungkapkan unek-unek di hati mereka, keduanya kembali bercinta. Awalnya Adelia ingin mandi. Sendiri saja. Karena masih capek selama perjalanan.
Tapi lelakinya bersikeras mengajaknya mandi bersama. Okey, Adelia setuju. Dengan satu syarat, mandi beneran. Tapi mana mungkin Kenan menepati janjinya. Lelaki itu selalu tidak dapat percaya kalau menyangkut hal satu itu
Dannnn..... akhirnya tentu saja tidak hanya mandi.
Pernah Adelia bilang, lelakinya ini terlalu lihai memperdayanya. Menjatuhkan pertahanan Adelia sehingga tidak bisa menolak keinginannya. Lelaki itu terlalu pintar mengeksplor tubuhnya, sehingga Adeliapun terlena dan mabuk dibuatnya.
Bahkan lebih gila lagi, tidak cuma saat mandi, mereka melanjutkan kegiatan itu di ranjang. Ketika melihatnya cuma mengenakan handuk saja, dan hendak berganti pakaian, lelaki itu kembali menyerangnya.
Menyentuh titik sensitif Adelia, sehingga terulang lagi kegiatan terbang ke surga itu. Bercinta dengan perasaan memuncah hingga pertengahan malam.
Dan efeknya lelakinya ini pasti kecapekan, sangat kecapekan tepatnya. Sampai-sampai masih asyik terlelap dengan damainya.
"I love you, Ken ", dikecupnya lembut bibir seksi lelaki itu. Sedikit terusik, kepala lelaki itu merosot ke bawah, seperti anak kucing....eh salah anak harimau yang mencari kehangatan. Lalu membenamkan wajahnya di dada Adelia.
Adelia elus kepala suaminya.
"Aku selalu suka sama nakalnya kamu ", lirihnya di atas kepala lelaki itu.
"I'll miss it everytime ", lanjutnya.
Bibir mungil itu tersenyum mengingat kejadian semalam. Pantas saja kakek neneknya juga menyebut anak nakal. Lelaki itu memang nakal, sangat nakal kalau boleh Adelia bilang.
Tidak membiarkan bibir Adelia diam dan berhenti maracau karena ulahnya. Tangan, bibir, kaki, dan yang satu itu, semuanya sungguh sangat nakal.
Beberapa saat Adelia diam, dengan posisi mendekap kepala lelakinya. Menunggu reaksi lelaki itu selanjutnya. Setelah merasa tidak ada pergerakan, perlahan Adelia meraih tangan suaminya agar melepas pelukannya.
Sedikit demi sedikit menjauhkan tubuhnya, agar tidak mengusik tidur lelaki itu. Menghela lega begitu tubuh mereka sudah berjarak. Kemudian menyibak selimut dan turun dari ranjang.
Meraih handuk yang tergeletak sembarang di lantai untuk menutup tubuh polosnya lalu menuju ke kamar mandi.
*************
Perempuan muda itu keluar dari kamar mandi, masih dengan mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya. Mengekspos jelas bahu putih mulusnya. Dengan beberapa tanda kemerahan di sana.
Cindy, berhenti mendadak begitu melihat sesosok tubuh lelaki berdiri tepat di depan pintu. Arion.
"Rio.....udah bangun ?", tanyanya. Sedikit terkejut. Karena melihat raut cemas di wajah tampan lelaki itu.
Lelaki muda itu mengangguk.
Menatap perempuan di depannya dari ujung atas sampai bawah.
"Hmm.....udah nggak mual lagi ?", selidiknya.
Perempuan itu tersenyum. Merapikan handuknya dan mengapitnya lebih erat di kedua ketiaknya.
"Enggak ", jawabnya singkat.
Lelaki muda itu mengangguki. Terlihat lega. Tampak dari wajahnya yang tidak secemas tadi.
__ADS_1
"Syukurlah ", gumamnya.
"Mau mandi ? Aku udah selesai", kata Cindy seraya tersenyum manis. Menggeser tubuhnya agar Arion bisa masuk.
"Iya...", jawab lelaki itu singkat. Lalu melangkah melampaui Cindy yang berdiri di sisi kanan pintu.
Sebelum benar-benar masuk ke kamar mandi lelaki itu berucap. Membuat Cindy menghentikan langkahnya.
"Tunggu Cin !", katanya seraya sedikit menoleh.
"Iya, Ron ", perempuan muda itu langsung berhenti dan memutar tubuhnya.
"Lain kali pake baju, kalo enggak jangan salahin kalo aku makan kamu !", langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.
Cindy terkesiap. Tapi bibirnya menyunggingkan semyum.
"Itu yang aku suka, Ron ", lirihnya. Lalu memutar tubuhnya menuju ke ruang ganti. Diiringi dengan senyum cerah di bibirnya.
Di dalam kamar mandi, lelaki itu beberapa kali mengusap wajah dan rambutnya kasar.
"Gila....apa yang aku bilang tadi ", seraya mengelengkan kepalanya.
Tangannya bergerak cepat melucutinya pakaiannya. Arion tidak menyangka ada sesuatu, bagian tubuhnya yang terbangun saat melihat perempuan itu hanya memakai handuk saja. Kenapa terlihat begitu menggairahkan.
"Shittt....!", umpatnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dengan cepat memutar kran shower dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
"You're crazy, Arion ", gumamnya.
***********
"Masih belum bangun juga ", Adelia menggelengkan kepalanya. Gemas sekali. Tumben sekali lelakinya ini betah tidur.
Setelah mandi, Adelia sudah berdandan rapi, memakai pakaian olahraga. Sudah siap ingin melakukan latihan. Tapi lelakinya ini masih tergolek di tempat tidur.
"Ken....wake up !.", lembutnya.
Seraya mengusap lembut pipi lelaki itu.
Adelia terkekeh. Aneh saja melihat lelakinya masih tidur. Biasanya dia yang terbangun lebih dulu dan mengusilinya.
"Haha....sekarang me time ", girang hati Adelia.
Tetap tidak ada respon, perempuan cantik itu mendekatkan wajahnya. Semakin dekat dan dekat. Hingga tepat di depan wajah tampan bak dewa itu.
"Lelap banget tidurnya ", gumamnya.
Jemari lentiknya bermain-main di wajah lelaki itu. Dari alis tebalnya turun ke hidung mancung itu. Memijitnya pelan. Tapi tak terusik.
Jemarinya beralih ke bibir. Berlama-lama bermain di sana. Menoel-noelnya, mengecup-ngecupkan jemarinya.
Dan....grab !
Tangan Kenan menangkap tangan mungil itu. Lalu dengan cepat membalik posisi hingga tubuh Adelia berada di bawah tubuhnya.
Lelaki itu terkekeh, menatap istrinya dengan tatapan nakal.
"Bangunin apa godain aku sayang ?", katanya.
Bibir Adelia manyun lucu.
"Uhmm....udah bangun ya ? jadi ngerjain aku ?", rajuknya.
Kembali Kenan terkekeh.
__ADS_1
"Kebangun karena tangan nakal ini ", Kenan kecup jemari lentik yang masih ditahannya.
"Hmmm.....wangi, udah mandi?", tanyanya. Lalu menunduk untuk mengendus leher istrinya. Menghirup dalam ceruk leher itu.
Adelia terkekeh. Geli. Ditepuknya bahu lelaki itu, dan mendorongnya pelan agar menjauh dari lehernya.
"Hmmm...", Adelia mengiyakan. Mata cantiknya berkedip-kedip menggemaskan. Bibir mungil itu menguncup lucu.
Langsung Kenan berikan kecapan lembut di sana.
Ehhh...ternyata keterusan. Kenan selalu terlena dengan manisnya bibir Adelia. Kecapan itu berubah menjadi lummatan akhirnya.
Adelia tepuk bahu lelaki itu agar melepas pagutannya.
"Buruan mandi sana !", ucapnya begitu Kenan menjauhkan wajahnya.
"Kemarin bilang mau latihan ", lanjutnya.
Lelaki itu tersenyum nakal.
"Latihan di ranjang?", godanya. Langsung mendapat cubitan di pinggangnya dari Adelia.
Kenan terkekeh.
"Mandiin gih, sayang !", rajuknya.
"Manja..", Adelia pijit hidung mancung suaminya.
Kenan kembali tergelak. Lebih keras. Menertawakan dirinya sendiri yang kekanakan seperti itu. Mandiin ? Apa itu adalah Kenan. Kenan juga tak percaya kalau itu adalah dirinya. Cinta, iya cinta dan istrinya, Adelia telah merubah seorang Kenan seakan bukan dirinya yang dulu
"Mandi sendiri sana !", galak Adelia. Membuat bibir seksi Kenan sedikit cemberut. Adelia berusaha menggeser tubuhnya agar bisa keluar dari kungkungan lelaki itu.
Tubuh Kenan tak bergeming. Adelia dorong tubuh lelaki itu hingga berguling ke samping. Membuat selimut yang menutupi tubuhnya tersibak. Menampilkan tubuh polos atletis lelakinya yang membuat Adelia sejenak gagal fokus.
Segera perempuan cantik iti bangkit dari baringnya. Dengan pipi yang merona.
"Hurry up, Ken, aku tungguin di tempat latihan !", katanya seraya berdiri.
Kenan mengerling nakal. Melipat tangannya di bawah kepala.
"Ada yang kebangun, siapa tuh yang nidurin !", tunjuknya. Pada sesuatu di bawah sana.
Adelia mencebik. Pipinya semakin merona ketika melihat sesuatu yang besar tengah berdiri dengan gagahnya di bawah sana.
Ya Tuhan Kenan !
Adelia menggeleng, menghilangkan bisikan mesum yang kini berselancar di pikirannya.
"Mandiin sana biar tidur ", Adelia terkikik. Mata hazel Kenan membulat dengan bibir melongo. Istrinya ini benar-benar, harus Kenan hukum dia.
Tapi sebelum lelaki itu bangun dan berucap, Adelia sudah mendahului.
"Bye, honey....!", seraya menjulurkan lidahnya meledek Kenan. Lalu dengan cepat memutar tubuhnya.
"Baby.....Awas ya, aku habisin kamu nanti !", dengan cepat lelaki itu beranjak.
Tapi Adelia sudah melesat ke arah pintu. Sebelum benar-benar menutupnya, mata cantik itu mengedip nakal.
"Habisin aku Ken...habisin aku....ble ... ble...!", kembali meledek Kenan dengan menjulurkan lidahnya.
Kenan tergelak. Menepuk kasur kosong di sebelahnya geregetan. Seolah itu adalah pinggul montok Adelia.
"Naughty girl.....tunggu ya !", geram sekaligus gemasnya pada istri cantiknya.
__ADS_1