Blind Date

Blind Date
129. Babak Baru


__ADS_3

Di sebuah rumah besar, di pusat Kota. Di sebuah kamar, beberapa perempuan baru saja keluar dari sana. Meninggalkan perempuan muda dengan gaun pengantin putih yang melekat di tubuhnya.


Wajah cantiknya terlihat sedikit pucat. Duduk di depan kaca rias, tangannya bergerak mengelus perutnya yang tak lagi rata. Bahkan bisa dibilang sudah begitu membuncit.


"Rio, gimana penampilan aku ? Cantik kan ?", tanyanya. Pada seorang lelaki muda berpakaian rapi yang duduk di sofa tak jauh dari tempatnya sekarang. Pengantin lelakinya, dengan setelan jas warna senada. Putih.


Belum ada jawaban. Perempuan muda itu menoleh. Menatap ke arah pengantin lelakinya dengan tatap sendu.


"Rio ....?", ulangnya. Wajahnya yang pucat berubah masam.


"Kamu nyesel nikah sama aku ?", lirihnya. Seraya mengalihkan pandangan kembali ke kaca rias.


Lelaki muda yang tengah asyik dengan gawainya itu mendongak. Tersenyum simpul, lalu perlahan bangkit. Melangkahkan kakinya menghampiri pengantin perempuan.


"Kenapa, Cin ? Sorry, aku nggak dengar tadi, kamu nanya apa ?", sambil memegang bahu pengantin perempuan dari belakang.


Perempuan muda itu menggeleng.


"Just forget it !", lirihnya.


Lelaki muda itu tersenyum. Lalu membimbing pengantin perempuannya agar berdiri.


"Jangan marah, okay. Kamu cantik banget Cin, calon istri aku ", seraya mencubit dagu lancip pengantin perempuan.


"Kamu nyesel nikah sama aku ?", tanya pengantin perempuan itu lagi dengan tatapan sendu. Dia tahu lelaki di depannya ini belum atau mungkin tidak pernah mencintainya. Dia juga tahu pengantin lelakinya ini bersedia menikahinya karena dirinya hamil.


Lelaki muda itu kembali tersenyum. Lalu menggenggam tangan pengantin wanitanya erat.


"Listen to me !", tegasnya.


"Aku mau nikah sama kamu, aku akan berusaha jadi suami yang baik, daddy yang baik. So, jangan tanya itu lagi, Okay !", ditatapnya pengantin wanitanya dalam.


Perempuan muda itu balas menatap mata lelakinya lekat. Menelisik kebenaran ucapan lelaki itu.


Pandangan mereka bertemu beberapa saat. Perlahan kepala pengantin perempuan itu mengangguk. Membuat bibir pengantin lelakinya tertarik lebar.


"Okay, look at this ! ", seru lelaki muda itu sambil menunjukkan gawainya. Sebelah tangannya menarik tubuh pengantin perempuan itu agar berdiri menempel di sampingnya.


"Pengen ke sana kan ?", lembutnya.


Mengernyit untuk memperjelas pandangannya, pengantin perempuan itu mengangguk cepat.


"Disney land, hollywood.... beneran, Rio ?", girangnya. Wajah yang semula pucat itu berubah ceria.


Lelaki muda itu mengiyakan. Senyum manis menghias bibirnya.


"Kita honeymoon ke sana ", balasnya


"Oh....no, baby moon, exactly ! ", ralatnya seraya terkekeh.


"Dannnn.....", menghentikan sekejab ucapannya.


"Whattt....?", tanya pengantin perempuan penasaran.


Si lelaki terkekeh.


"Kalo kamu mau kita bisa tinggal di sana. Memullai hidup baru di sana. What do you think ?", meminta persetujuan.


Pengantin perempuan itu tersenyum lebar. Menampilkan deretan giginya yang putih.


"Thanks so much Rio, of course I like it !", girangnya. Binar bahagia tampak sekali di matanya.


Lalu tanpa menunggu lama, disambarnya bibir pengantin lelakinya. Langsung dibalas dengan antusias oleh lelaki muda itu. Sesaat pergulatan bibir itu terjadi.


"C'mon, semua udah nunggu kita !", ucap lelaki muda itu begitu pagutan terlepas.


"Okay, let's go !", balas perempuan muda itu. Lalu melingkarkan tangannya di lengan kokoh lelakinya, melangkah beriringan keluar kamar.


************


"Hmmm.....baby girl, ternyata di sini", gumam lelaki itu dari balik pintu mobil. Lalu dengan cepat keluar dari sana. Menuntun langkah panjang kakinya memasuki area apartemen itu.


Sedikit tergesa lelaki itu melongok ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


"Where is she ?", gumamnya. Sedikit panik karena kehilangan jejak.


Berdecih lirih lelaki itu menyapu rambutnya ke belakang.


."Bukannya tadi di sini ? cepat banget hilang ", batinnya.


"Looking for something ?", suara lembut dan tegas seorang perempuan membuatnya terhenyak. Tak jauh di belakangnya. Hingga tak sadar membuat bibir lelaki itu mengeluarkan umpatan.


"Asshh....shittt !", kagetnya seraya mengalihkan pandangan ke arah suara.


"Adel ? sorrry.....sorry, I just .....", gugupnya.


Gadis cantik itu tersenyum seraya melipat tangannya di bawah dada.


"Ngikutin aku ?", selidiknya.


Lelaki muda itu salah tingkah. Tapi segera menormalkan ekspresinya.


"Absolutely......yess !", balasnya dengan nada lucu.


"Mau ngapain ?", urus Adelia.


Lelaki itu terkekeh.


"Wanna know you more, girl ", balasnya terus terang.


"So....?", sahut Adelia.


"Don't you ask me to come to your home ?", lanjutnya


"No way. You may go !", tegas Adelia.


Lelaki itu hanya tersenyum, sepertimya sudah menduga akan mendapat penolakan seperti itu. Sebentar kemudian berdehem.


"Why not ? C'mon girl, can you be my friend ?", pelasnya.


Adelia mengedik.


"Friend !", ucapnya.


Lelaki itu tersenyum lebar.


Lalu mempertemukan punggung tangannya dengan Adelia.


"Friend ", balasnya.


Adelia segera memutar tubuhnya.


"See you, Brian, a new friend !", seraya melambaikan tangan ke atas.


Lelaki muda itu tersenyum.


"See yaa, Adelia !", balasnya.


"My baby girl !", lirihnya.


Kemudian mengepalkan tangannya seraya berseru, "Yesss !"


***********


Di privat Jet.


Kenan dan Kendra asyik dengan kegiatannya masing-masing.


Kendra tampak tersenyum sendiri memperhatikan gawainya. Sesekali terkekeh seraya mengangkat kakinya.


Sementara, Kenan juga tengah asyik memainkan gawainya, duduk tak jauh darinya sambil merebahkan tubuhnya.


Kejadian beberapa menit yang lalu di bandara.


"Brakkkkk....!"


Benturan terjadi diiringi suara mengumpat tertahan dari bibir Kendra.

__ADS_1


"Ashhhhhii.....!", ucapannya terhenti begitu melihat siapa yang telah bertabrakan dengannya.


Mata hazel lelaki itu menyorot tajam. Gadis cantik yang berdiri di depannya sekarang ini serasa tidak asing. Sejenak otaknya mengingat sesuatu. Dan benar, ternyata gadis itu juga masih mengingatnya. Buktinya adalah ucapan mereka selanjutnya.


"Ka....kamu...!", ucap keduanya berbarengan.


"Kamu yang jatuhin ice cream aku kan ? di mall ?", tunjuk gadis cantik itu to the point.


Kendra yang semula hendak marah, menarik bibirnya ke samping.


"Ahhh......really ? Ice cream ?", lelaki tampan itu balik bertanya. Lalu mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum meledek.


"Bukannya aku yang srlamatin ice cream kamu ?", katanya dengan pandangan menelisik gadis cantik di depannya.


Gadis cantik itu mencebik. Mengibaskan tangannya sebelum berucap.


"Whatever, sekarang kita impas !", seraya melenggang meninggalkan Kendra.


Kendra mendelik konyol.


"Ehh....wait !", teriakannya tak digubris gadis itu. Tapi itu yang membuatnya senyum sendiri dari tadi. Kendra berhasil mencuri foto gadis itu meski dari belakang.


Bughhh !


Pukulan keras di bahunya membuat Kendra tersentak.


"Arrgghhhh.....damn !", umpatnya seraya melotot galak.


"Dasar mesum, ngagetin aja kamu !", gerutunya.


Lelaki tampan yang di gerutuinya tergelak.


"Kesambet apa ketawa-ketawa dari tadi ?", seraya menghempaskan tubuhnya di sebelah Kendra.


Kendra terkekeh.


"Nggak tahu orang lagi happy aja Ken, ganggu tahu !", sungutnya.


Kenan berdecih.


"Alah, pasti cewek tadi kan ?", tebak Kenan.


Kendra segera menegakkan tubuhnya dan menatap Kenan penasaran.


"Kamu tahu, kamu lihat dia ?", yakinnya. Karena sepupunya itu tadi sudah naik ke pesawat lebih dulu. Katanya. Tapi sepertinya tidak, sepupunya itu selalu licik.


Kenan tergelak.


"Enggak ...", singkatnya.


Kendra mendesah jelas.


"Ahhh...c'mon Ken. Kamu lihat kemana tujuan dia ?", desak Kendra.


Kenan menaikturunkan alisnya.


"Kalo tahu, emang kenapa ?", ledeknya.


Kendra berdecih.


"Let me know...... please !", pintanya.


Sontak saja Kenan tergelak keras.


"Please ......!", ulangnya. Masih tergelak.


"So funny, Ndra...... mau tahu banget ?", lelaki tampan itu masih tergelak.


"Masa bodo, Ken ", Kendra merebahkan kembali tubuhnya di sandaran kursi. Matanya memejam. Lebih baik diam. Sepupunya itu memang selalu menjengkelkan.


Dan itu memang benar. Apalagi setelah Kenan kembali angkat bicara.


"I'll tell you, dude, but .........not free "

__ADS_1


__ADS_2