
"Adelllll.....I miss you !", teriak Ina ketika melihat sosok cantik Adelia duduk di kursi taman. Menatap ke arah kolam ikan dengan hamparan teratai yang bermekaran.
Menaikkan sebelah alisnya Adelia menoleh lalu segera bangkit dari duduknya.
"Stop, Na.....don't run !", tahannya.
Ina nyengir. Perlahan perempuan hamil itu memperlambat langkahnya. Awalnya setengah berlari. Sepertinya lupa kalau sedang mengandung.
"Adelll ....", langsung memeluk tubuh Adelia begitu ada di depan perempuan
"Miss you, Na ", lirih Adelia.
"I miss you more Adel cantik ", Ina melepas pelukannya dan mencubiti pipi dan dagu lancip Adelia gemas.
"Don't do it, Na....sakit !", rajuk Adelia.
Ina terkikik.
"Habis gemes sih. Tambah cantik banget kamu Del....", menoel pipi Adelia.
Adelia memanyunkan bibirnya.
"Kamu sendiri kan ?", Adelia meraih tangan Ina dan mengajaknya duduk.
"Heem....kayak yang kamu bilang", jawab Ina.
Dahi Adelia mengernyit.
"Beneran ? gak diantar Nino ?",tanyanya. Karena dulu sewaktu kuliah saja Ina tidak pernah naik mobil sendiri. Entah karena malas atau tidak bisa.
Ina menggeleng cepat.
"Don't worry Del, meskipun Nino tahu, dia gak akan cerita sama tuan Ken", yakinnya.
"Suer....", Ina mengacungkan dua jemarinya.
Adelia menghela lega.
"It's okay, Na ..... aku percaya", ucapnya. Lalu mengalihkan pandangan ke kolam, ke arah ikan-ikan yang saling berkejaran.
"Ada apa sama kalian ? Cerita sama aku, Del !", Ina tatap Adelia lekat. Lalu mengikuti arah pandang Adelia ke tengah kolam.
Adelia menoleh penuh selidik.
"Emang kamu tahu ada masalah di antara kami ?", tanya Adelia.
Ina tergagap. Hampir saja dia keceplosan. Alamak susah banget ya memulai omongan dengan orang pintar. Belum juga mengorek cerita, malah dia yang bercerita nanti. Batin Ina.
"Uhmmm....ahhhh.....enggak tahu lah Del....Tapi orang bodoh aja bisa nebak kok. Kalo enggak kamu pasti gak di sini kan ? kamu pasti di mansion, ketemu si ganteng....hm..hmmm...mesra-mesraan.....arghhh ", teriak Ina karena Adelia mencubit lengannya.
"Sakit , Dell ", rengeknya.
"Biarin ...", cebik Adelia.
Ina mengelus lengannya yang terasa panas.
"Jadi bener ada masalah ? Kenapa sih Del ?", koreknya.
Adelia menggeleng.
"Aku gak bisa cerita di sini, Na. Aku cuma pengen kamu temeni, just one hour !", akunya.
Ina raih jemari Adelia, menggengamnya erat.
"Aku siap dengerin curhatan kamu Del ...kapan aja ", hiburnya.
Adelia mengangguk. Menatap mata Nina dengan pandangan sendu.
"Aku belum pulang ke rumah, belum ketemu mama papa ", jujurnya.
Ina memelototi Adelia.
"Oh my gosh...! Jadi pulang langsung ke sini ? kayak orang hilang aja Del. Kenapa ? harusnya pulang dulu kan ?", protes Ina.
Adelia tersenyum.
"Hmmm....iya sih", pasrahnya.
Ina gak tahu saja Adelia sudah kehilangan mood saat menginjakkan kakinya di mansion. Bingung harus kemana, ingin menenangkan hati dulu. Bingung bagaimana cara ngomong ke papa mamanya.
" Tapi pengen lihat teratai sama ikan hias di sini ", jawabnya asal.
Ina terkekeh geli.
__ADS_1
"Adellll........lucu banget sih kamu !", sambil menoel dagu Adelia gemasn
"Gak mau ketemu suami kamu?", lanjutnya.
Iyalah, apa lagi kalau bukan itu alasannya. Ina bodoh. Ina merutuki kebodohannya.
Adelia cuma tersenyum kecut.
"Udah tahu pakai nanya ?", ketusnya.
Ina nyengir saja.
"Si ganteng gak tahu kamu pulang ?", tanyanya lagi.
Adelia mengangkat bahunya.
"Mana peduli dia aku pulang apa enggak ? Kayaknya udah ada hiburan baru ", pasrahnya.
Ina mengelus bahu Adelia.
"Dell, aku bilangin ya gimana Kenan selama kamu gak ada ", tuturnya.
"Gimana ? ", Adelia dengan nada lemas tak bersemangat. Karena sudah tahu dari apa yang dilihatnya.
Ina menarik nafas dalam.
"Kenan cinta banget sama kamu, tentu aja sangat peduli.Tiap hari aja selalu nyebut nama kamu. Nyuruh asisten rumah masak makanan kesukaan kamu, siapin buah kesukaan kamu dan apa-apa yang kamu sukai. Kenapa coba ?Karena dia gak bisa lupain kamu,gak ada yang bisa gantiin kamu ", kata Ina panjang lebar.
Adelia mencebik.
"Kenapa aku sanksi, Na ? Apa mungkin orang cinta mau berbagi cinta sama yang lain ", nampak sekali keraguan di mata Adelia.
"Dell....apa yang kamu tahu tentang Ken ? Kamu gak menuduh Ken.....selingkuh kan ?", Ina takut-takut mengucapkannya.
Ekspresi Adelia datar saja. Membuat Ina semakin penasaran. Apa mungkin yang ditakutkannya akan terjadi ?
"Delll....kamu lihat sendiri kah ?", desak Ina.
Adelia menyatukan jemarinya. Bisa Ina lihat jemari gadis kecil itu sedikit bergetar.
"Hmmm.....just forget it, Na....by the way, thanks ya udah temeni aku ", berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Delll.....", Ina masih belum puas.
ina mengangguk mengerti.
"Okay....sekarang ngapain? Mau lihatin ikan sama teratai aja ? ", tanyanya kemudian.
Adelia mengangguk cepat.
"Yes ... ", balasnya singkat.
"Okay.....kalau udah bosan bilang ya, aku antar pulang ", kata Ina.
Adelia mencebik lucu.
"Emang kamu bawa mobil ? Bisa nyetir ?", ledeknya. .
Ina terkekeh. Lalu mengoyang-goyangkan kunci mobil di depan Adelia
"Really ? So awesome ?", Adelia membulatkan mata cantiknya.
"He.eh.....tadi aku udah bilang kan kalo ke sini sendiri", ralatnya.
"Huft....dasar.... aku kira kamu canda !", cebik Adelia.
Ina terkikik.
"So.....gak.nolak tawaran aku kan ?", pongah Ina.
"Absolutely....", balas Adelia.
***********
Kenan menghentikan pandangannya pada tampilan cctv di laptop. Di ruang kerjanya. Tidak tahu kenapa tiba-tiba dia ingin melihat rekaman itu. Padahal sedianya akan berangkat ke perusahaan.
"Stupid....what are you doing Ken ?", gerutunya. Begitu melihat tampilan dirinya pulang di papah dua bodyguard memasuki mansion. Dalam keadaan mabuk dan terluka.
Dilihatnya juga bagaimana para bodyguard membawanya ke kamar. Ada sekretarisnya juga. Susan.
"Thanks, Nino ", lirihya.
Tampak Nino mengatakan sesuatu pada Susan. Sebentar perempuan itu keluar kamarnya sambil bersungut-sungut. Ternyata Nino yang merawat luka dan menggantikan pakaiannya.
__ADS_1
Manik hazelnya membola begitu melihat tampilan rekaman hari ini. Tepatnya pagi tadi..
"Baby girl, that's you ?", lalu memperbesar tampilan layar. Benar, itu adalah istri cantiknya.
"I miss you so much, baby ", gumamnya.
Lelaki tampan itu memgamati setiap pergerakan istrinya. Senyum kecil terbit di dibibir seksinya.
Diperhatikannya secara seksama saat perempuan cantik itu berada di gerbang, berjalan memasuki mansion lalu menuju kamar pribadi mereka.
Arghhhh.....Kenan sungguh kangen kegiatan menyenangkan yang sering mereka lakukan di sana. Tiba-tiba gairah Kenan terusik hanya karena melihat istrinya dalam video itu.
Pandangan mata hazel itu tidak berkedip mengamati langkah mungil kaki cantik itu. Meninggalkan kamar pribadi mereka, karena tidak menjumpai dirinya. Maybe. Kenan yakin dirinyalah yang dicari. Mau siapa lagi. Batinnya yakin.
Karena setelah itu istri cantiknya menuju ke kamarnya dulu, tempat dia di rawat semalam. Fix, istrinya pulang karena ingin menemuinya. Ahhhh....tentu saja. Kenan bodoh. Memang mau menemui siapa. Batinnya menggerutu.
Kedua tangannya mengepal keras, ketika melihat istri cantiknya itu seperti shock menyaksikan sesuatu. Perempuan cantik itu membekap mulutnya sendiri, menahannya agar tidak berteriak dan berbalik arah meninggalkan kamarnya.
Kenan memperjelas rekaman cctv di kamarnya.
"Damnnnn.....!", umpatnya.
"What are you doing *****", marahnya pada sesosok tubuh di balik pintu.
Masih menyaksikan video selanjutnya, Kenan bisa melihat istrinya setengah berlari meninggalkan mansion. Gadis kecilnya itu menangis. Iya Kenan melihat istri tercintanya itu meneteskan air mata.
"Baby girlll.....I'm so sorry, honey ", lirihnya. Lalu mengusap wajahnya kasar.
Dengan cepat meraih gawainya dan menekan tombol.call pada nomer istrinya. Tidak aktif.
"Babyyy....where are you?", Kenan menggeram frustasi.
Lelaki itu berjalan mondar - mandir. Sesekali menggeram kesal. Pikirannya serasa buntu. Hatinya dipenuhi kekhawatiran. Istrinya pasti salah paham. Bagaimana kalau dia meninggalkannya.
Arghhhh....Kenan tidak bisa membayangkan itu.
"C'mon Ken....c'mon, just think !", masih terus berjalan mondar-mandir tidak jelas.
"Mama pasti tahu ", tiba-tiba terbersit ide itu di pikirannyan
Mengotak-atik gawainya sebentar. Menghubungi Mama Rose. Ditaruhnya benda pipih itu di dekat telinga sambil melangkah ke arah jendela. Berusaha menenangkan hatinya.
"Assalamualaikum, Ma ", sapanya saat panggilan tersambung.
"Waalaikum salam. Mantu ganteng mama, gimana son ?", balasan tenang dan lembut terdengar dari seberang sana.
"Hmmm....Adel ada main ke sana gak Ma ?", tanyanya.
"Loh....emang Adel pulang, mama gak tahu malah, gak bilang juga ", balasan dari seberang sana terdengar terkejut.
Kenan menepuk jidatnya.
Bodoh kamu Ken ! Dimana otak cerdas kamu? Jelas saja Adelia belum pulang ke sana. Dia pulang untuk bertemu dengan kamu, pertama kali ingin menemui kamu. Memberi surprise. Tapi .....
Ashhhhh.. Stupid Ken. Ayo berpikir. Berpikir.
"Eh...iya Ma, Adel bilang mau pulang, tapi belum ngabari kapan sampe sini. Ken kira langsung ke rumah Mama ", ralat Kenan.
Mama Rose dari seberang sana belum memberikan balasan. Kenan mendengar kasak kusuk dari balik telepon.
"Ma...!", panggil Kenan.
Belum ada jawaban dari seberang sana. Beberapa saat.
Dahi Kenan mengernyit dalam. Sekilas seperti Kenan dengar suara cempreng. Siapa ya ? Sepertinya tidak asing bagi telinganya.
"Ma.....ada apa ?", tanya Kenan.
"Iy...iya Ken, nanti kalo Adel ke sini mama kabari, kalo ke mansion mama dikabari juga ya sayang", balasan dari seberang sana membuyarkan pikiran Kenan tentang suara cempreng tadi.
"Okay Ma, terima kasih ", balas Kenan.
Lalu mengakhiri panggilan.
Lelaki itu kembali mengingat. Suara itu. Dan kalau tidak salah Kenan juga dengar suara lain. Siapa ? Tidak begitu jelas. Tapi yang jelas suara perempuan.
"Hmmm suara siapa ?", gumamnya.
Lelaki itu kembali berjalan mondar-mandir sambil berpikir.
"Ahhh iya.....Ele.....", nama itu yang terlintas di pikirannya. Lalu bergegas keluar kamar.
.
__ADS_1