
"Adelia ?", lirih Arion ketika menatap layar gawainya. Baru saja temannya di Amerika mengiriminya sebuah foto. Dan itu adalah foto Adelia dengan posisi menoleh ke belakang. Pasti temannya telah mengambil foto itu secara diam-diam.
Degg.....Dada Arion tiba-tiba berdebar keras. Ada perasaan aneh yang menelusup hatinya ketika melihat wajah cantik itu lagi. Perasaan berbunga, tapi juga sakit di ulu hatinya. Perempuan yang telah mencuri hatinya itu sudah menjadi milik orang lain.
Sekitar sebulan yang lalu mungkin. Bahkan dia dan Catherine yang telah mengacaukab honeymoon mereka.
Tapi apa yang dilakukannya di Amerika ? Apa dia bersama suamintas atau sendiri ? Pertanyaan itu berkecamuk di pikiran Arion.
Perlahan disentuhnya dengan jemari layar gawainya. Menyusuri wajah cantik yang terpampang di sana. Dan jemari itu berhenti pada bibir ranum menggoda milik Adelia.
Kepala lelaki itu menggeleng cepat.
"No, Arion ......no, jangan gila ! kamu udah nikah sekarang !", seruan hatinya.
Beberapa kali menggeleng.
"Just forget her ..... forget her ! She has married, she's not your mine ! ", teriak hatinya lagi.
"Rio......", suara Cindy baru keluar kamar mandi mengejutkannya.
"I....iya Cin, kenapa ?", gagapnya.
Perempuan muda yang tengah memakai handuk yang mengekspos paha putihnya dan bahu dengan beberapa tanda kemerahan itu tersenyum.
"Kenapa kaget gitu ? buruan mandi sana, aku udah selesai !", ucapnya.
Arion tersenyum, sedikit salah tingkah, lalu menaruh gawainya di meja. Kemudian bangkit dan melangkah menghampiri perempuan yang sudah menjadi istrinya itu.
"Kenapa selalu menggoda begitu sih ? Aku jadi pengen lagi kan ?", bisiknya seduktif.
Cindy mencebik, lalu memeluk pinggang lelaki itu manja.
"Boleh, mau sekarang ?", godanya.
Arion mengangguk cepat.
"Tapi mandi dulu sana ! ", lanjut Cindy. Kemudian mendorong tubuh lelakinya ke kamar mandi.
Cindy hendak menutup pintu kamar mandi, tapi di tahan tangan Arion.
"Mau mandi lagi ? mandi bareng ?", Arion seraya mengedip nakal.
Pipi Cindy merona. Tangan Arion segera menarik perlahan tubuh dengan perut membuncit itu masuk. Tahu dengan yakin kalau perempuan itu tidak akan menolaknya.
"Riooo......nakal kamu ya !", suara manja Cindy. Diiringi suara gelak Arion.
Sebentar kemudian suara berisik semakin terdengar santer dari kamar mandi.
********
"I wanna a good news, girl. Don't disappointed me !", kata Kendra begitu gadis cantik yang ditunggunya menyembul dari balik pintu.
Tepat lima belas menit gadis cantik itu membuka pintu lagi. Pipinya masih terlihat merona.
"Pede banget kamu ", oloknya.
Kendra terkekeh.
"Of course......aku yakin kamu nggak bisa nolak pesona aku", berjalan lebih mendekat ke arah gadis itu.
"Really ? ", goda gadis itu sambil melipat tangannya di bawah dada.
"Hmmmm....", Kendra mengangguk tegas.
"So, I have to say....YES ?", lanjut gadis itu menyakinkan.
"Absolutely......", tegas Kendra.
__ADS_1
Gadis cantik itu tampak berpikir sejenak.
Menaruh telunjuknya di dagu lancipnya. Berjalan mondar-mandir seolah berusaha memecahkan masalah yang berat.
"Yess....I'll be your girl ", katanya seraya menutup wajah cantiknya dengan kedua telapak tangan. Dia malu.
Kendra sudah menduga jawabannya. Tapi tetap saja manik hazel lelaki tampan itu membulat. Lalu senyum lebar menghias bibirnya.
"Yuhuuuuu.....!", girangnya. Lalu dengan cepat meraih tubuh gadis cantik itu, mengangkatnya dan memutarnya di udara.
"Haii.....what are you doing ? put me down !", seru gadis cantik itu seraya membuka bekapan tangannya di wajah.
Kendra terkekeh.Tapi masih membiarkan tubuh cantik itu melayang di udara.
"Thank you, girl......I'm so happy now !", balas Kendra.
Tangan mungil gadis itu memukul bahu Kendra.
"Turunin dulu !", pintanya.
Kendra tersenyum, lalu menurunkan perempuan cantik itu. Tapi tangannya tetap tidak beralih dari tubuh ramping itu. Masih memeluk pinggangnya.
"Mau peluk terus apa mau masuk ?", katanya seraya mengalihkan tangan Kendra.
Lelaki itu menuruti.
"Mau dua-duanya ", balasnya.
"Modus !", tangan mungil gadis itu memukul lengan atas Kendra. Keduanya tergelak.
"Come in !", gadis itu meminta Kendra masuk.
Lelaki itu mengangkat sebelah alisnya, tapi dalam hatinya berjingkrak kegirangan. Inilah yang dia mau.
"Are you sure ?", yakinnya.
"Aku percaya kamu nggak akan macam-macam ", balas gadis itu. Seraya melangkah lebih dulu ke dalam.
Kendra mengikuti langkah kaki mungil gadis itu, lalu kembali menutup pintu.
"Mau minum...uhmm....who is your name ?", tanya gadis itu.
Kendra terkekeh geli. Sudah menyatakan setuju sebagai pacar....ehhh....malah belum tahu nama masing-masing.
"Kendra ......You are .......", balas lelaki itu, ganti bertanya.
"Sandra......uhmmm.....mau minum apa ?" , tanya gadis itu lagi.
"No, thanks......just sit here, San !
we need to know each other", ucap Kendra. Lalu mendudukkan bokongnya di sofa ruang depan itu.
Perempuan cantik yang berjalan menuju ke ruang dalam, dan kini membuka kulkas itu menghentikan kegiatannya. Menoleh dan memutar balik langkahnya.
"Sure ......let me know about you first !" , katanya ketika duduk di hadapan Kendra.
Posisi mereka yang berhadapan, membuat tatapan mata mereka bertemu. Beberapa lama.
"Oh my god ....!", perempuan cantik itu tiba-tiba seperti teringat sesuatu.
Ditepuknya jidatnya sendiri, membuat tatapan keduanya terputus.
Kendra yang hendra berucap pun mengurungkan niatnya.
Dengan dahi mengernyit, lelaki itu bertanya penasaran.
"What wrong ?"
__ADS_1
"Uhmmm.......ini adalah hari pertama aku masuk kuliah ", aku gadis itu.
Kendra menghela pelan.
"C'mon sweety, bolos satu hari nggak masalah kan ? Hmm....It's time to date", seraya mengerling nakal.
Sandra mengedik.
"Maybe.....so, where do you want to take me ?" , sambil mengedipkan matanya lucu.
"Whatever you want, girl... but......",
Kendra menghentikan ucapannya. Pandangannya lekat ke wajah cantik Sandra. Ke bibir merahnya.
"Uhmmm.....may I kiss my girlfriend ?" , tanyanya. Matanya masih fokus ke benda kenyal lembut yang berwarna pink menggoda itu. Membuat pipi Sandra semakin memerah.
"No way, sebelum kamu ceritain diri kamu", tolak Sandra.
Kendra tersenyum.
"Okay ...... habis itu nggak ada penolakan, promise me !", yakin Kendra.
Tersipu, perlahan kepala gadis cantik itu mengangguk.
"Promise ..", balas Sandra.
************
"Kennn....lepasin, aku mau kuliah !", rengek manja Adelia karena suaminya terus memeluk dan menciuminya gemas. Dari belakang.
Baru saja juga Adelia ganti baju dan kini berdiri di depan kaca rias. Suaminya sudah mendekap tubuhnya erat.
"No, honey, hari ini kita ngedate. Hukuman buat kamu masih lanjut ya ", ucap lelaki itu. Masih menciumi leher dan bahu Adelia. Bahkan kini tangannya mulai menggerayang ke atas. Ke arah dua bukit yang menyembul indah itu.
"Eugghhhh....Kennn, nanti lagi. Antar aku ke kampus dulu !", Adelia berusaha menahan tangan besar lelakinya itu.
"I wanna stop, baby, but ......", lelaki itu mengendus leher putih dan cuping telinga Adelia. Hingga keluar lenguhan merdu dari bibir perempuan cantik itu.
"Don't go anywhere, okay !
It's our time ", bisik Kenan seduktif.
Adelia berusaha menahan bibir lelakinya. Yang terus saja mengecupinya.
"Iya....iya aku nurut, bolos sehari nggak.akan bikin aku bodoh kan ? ", seraya memutar tubuhnya menghadap suaminya.
Kenan peluk pinggang ramping istrinya erat. Pandangannya lekat ke wajah cantik itu.
"Of course not, honey. My baby is so smart and ..... so beautiful ", sambil menoel bibir ranum Adelia. Bibir mungil itu mencebik.
Membuat Kenan tergelak. Ditariknya tubuh cantik itu hingga tubuh mereka saling menempel.
"And.....so satisfied to kiss ", lanjutnya.
Bersamaan dengan itu diraihnya bibir ranum Adelia. Digulatnya penuh gairah.
Ciuman lelaki itu selalu mematikan. Adelia tahu, kalau dibiarkasn pasti mereka tidak jadi ngedate keluar. Pasti akan berakhir lagi di ranjang.
Sebelum kehilangan kendali dengan cepat Adelia memukul bahu lebar lelakinya itu.
"Where do we go ?", ucapnya begitu Kenan menjauhkan bibirnya.
Lelaki itu terkekeh. Belum menjawab, malah kembali meraup bibir merah Adelia.
"Kennnn.....", kaki perempuan cantik itu menghentak kesal.
"Iya, sayang......let's go !", ucap lelaki itu akhirnya. Melangkah beriringan sambil memeluk pinggang ramping istrinya erat.
__ADS_1
"Where....?", tanya Adelia.
"Sssttt.....just follow me, baby !", balas Kenan.