Blind Date

Blind Date
147. Belum beruntung


__ADS_3

Mata Sandra membulat sempurna ketika menyaksikan adegan seru di depan sana.


"Wowwww......Adel, how amazing you are ", kagumnya.


Kendra mengacak puncak kepala gadis cantik itu gemas.


"Kalo mau aku bisa ajarin", tawarnya.


Spontan gadis yang kini sudah menjadi pacar Kendra itu menoleh.


"Beneran, Ndra ? mau banget ", jawabnya bersemangat. Bahkan sampai menguncang-guncang lengan Kendra.


"Hmmm.....sini dulu ", Kendra menunjuk bibirnya.


"Wh.....what ?", Sandra penuh tanya.


"Not free, okay.......here ! ", sedikit menunduk dan menunjuk bibirnya.


Sandra menguncupkan jemarinya dan menempelkan itu di bibir Kendra.


"Udah kan ?", ucapnya sambil terkikik geli.


Kendra merengut. Segera menegakkan tubuhnya. Tapi berhenti ketika sebuah benda kenyal lembut menyentuh bibirnya. Sekilas saja. Tapi tetap membuat bibir lelaki itu tersenyum.


"Thanks my girl. Apapun asal buat kamu, aku gak akan keberatan, It's free ", kata Kendra seraya menoel hidung mancung Sandra.


Perempuan cantik iru memanyunkan bibirnya. Matanya berbinar menatap wajah tasmpan Kendra.


"I know , you're the best dude", lalu memeluk pinggang Kendra. Dibalas lelaki itu dengan melakukan hal yang sama. Lebih erat.


Di Arena.


"C'mon Bry.....one minute again", kata Adelia masih dengan lincah menangkis setiap serangan Bryan.


"I can't touch you, girl, you're so amazing", balas Bryan.


Serangan yang diarahkannya ke Adelia belum satupun yang mengenainya. Apalagi menjatuhkannya.


"Really ??....you don't try hard yet ".


Adelia terkekeh.


"C'mon.....!", ledeknya.


Karena melihat Bryan tidak bersungguh-sungguh. Mungkin takut kalau sampai benar-benar memukulnya.


Bryan tergelak. Seru saja melayani gadis cantik ini berduel. Tentu saja Bryan tidak ingin mengakhiri itu dengan cepat.


"Okay.....kamu yang minta girl ", balas Bryan. Detik berikutnya lelaki itu merubah strategi serangannya. Lebih gencar dan bersemangat.


"That's what I want ....", balas Adelia. Bryan tergelak. Keduanya saling serang. Sesekali Adelia meledek, agar lelaki itu bersungguh-sungguh duel dengannya.


"Meleset, Bry .....", ledek Adelia begitu Bryan gagal mengecohnya dengan gerak tipu.


Bryan terkekeh.


"Not this one girl ", lalu bergerak cepat dan pasti. Menilik dari gerakannya dipastikan tepat mengenai sasaran.


Tapi detik berikutnya ......


"Arrggghhhh.....", teriaknya begitu terdengar alarm. Tanda waktu sudah berakhir. 5 Menit. Hampir saja, yahh....hampir saja, hanya berjarak beberapa centi saja pukulannya berada di depan tubuh Adelia. Tapi.......Argggghhh.....lelaki itu menarik tangannya dan memukulkan tinjunya ke udara kosong.


Adelia tersenyum.


"You are not lucky yet", sambil meninju lengan Bryan.

__ADS_1


"Uhmm.....five minutes is too short, all right ?", kekeh Bryan.


"You're great, baby girl ", menatap Adelia penuh kagum.


"Not really.....just lucky I think ", balas Adelia.


"Can we ?", Bryan mengulurkan punggung tangannya..


"Sure", Adelia balas itu. Mengulurkan tangan mungilnya.


Keduanya mempertemukan punggung tangan mereka.


"Just like that?", goda Bryan. Dahi Adelia mengernyit.


"May I huge this wonderful girl ?", harap Bryan.


Adelia mengangkat bogemnya.


"As a friend....please !", mohonnya.


"No way ....", tegas Adelia.


Bryan tergelak.


"Okay. ...okay.....just kidding girl...", ralatnya.


Lalu mengacak kepala Adelia sambil terkekeh. Adelia hanya mencebikkan bibirnya. Membuat Bryan semakin tergelak.


Suara tepuk tangan membuat keduanya menoleh bersamaan. Ke arah suara. Nampak Kendra dan Sandra berjalan ke arah mereka.


Sesaat Bryan nampak terkesiap tatkala beradu pandang dengan Kendra. Tapi segera menormalkan ekspresinya begitu mimik Kendra terlihat biasa saja Tidak terkejut sama sekali seperti dirinya.


"Adellll......you're so great !", seru Sandra sambil berlari kecil ke arah Adelia.


"Gak nyangka kamu jago beladiri", Sandra terkagum-kagum. Meraih kedua tangan mungil Adelia dan mengamatinya.


"Kok bisa gak luka ya ....", heran Sandra.


"padahal tadi sampe begitu ", lanjutnya.


Adelia tersenyum manis. Rambutnya yang sedikit basah karena keringat semakin membuat perempuan itu terlihat cantik dan seksi.


"Kan gak pake senjata ?", balasnya.


Sandra ber-o ria.


"Can you teach me ?", tanya Sandra penuh harap.


Adelia menatap ke arah Kendra.


"Tuh lebih jago", tunjuknya.


"Hmmm...", Kendra melipat tangannya di dada. dengan gaya cool.


"Udah aku bilangin tadi", lanjutnya.


Adelia memgangkat bahunya.


"Nah kan ?", ucapnya.


"Iya-iya....", balas Sandra.


"Pasti gak jadi ngajari kalo sama dia", batin Sandra. Kendra langsung tergelak.Seakan tahu yang dipikirkan pacarnya itu.


"Oya.....ini teman aku, Bryan.....", Adelia memperkenalkan Bryan.

__ADS_1


"Kendra, sepupu Adelia", Kendra memperkenalkan dirinya.


Bryan mengulurkan punggung rangannya, disambut Kendra.


"Nice to meet you, dude ", ucap Bryan.


"Nice to meet you too.....", balas Kendra.


Lalu mengarahkan.pandangan ke Sandra.


"She's my girlfriend, Sandra ", lanjutnya.


Bryan terkekeh.


"Harus dipatenin ya....?", ledeknya.


"Haha.....absolutely ", Kendra tergelak.


"Okay, girl....Do I have any chance ?", Bryan beralih pandangan ke Adelia.


Adelia tersenyum.


"Maybe next time, I'll give you more time..... to hit me", balas Adelia.


Bryan terkekeh.


"Second chance ? I'll be waiting ", balasnya.


"All right everybody, nice to meet all of you", Bryan berpamitan.


"Have a nice day Bry ", sahut Adelia.


"Bye.....Bryan !", Kendra dan Sandra hampir bersamaan.


Bryan melambaikan tangan seiring langkah kaki jangkungnya menjauhi tempat itu.


"Let's go home !", Kendra merangkul bahu Sandra dan Adelia.


Kedua gadis cantik itu mencubit lengan Kendra hampir bersamaan.


"Your hand, Ndra", tegur Adelia.


"Why little girl ? Aku harus jagain kalian berdua", Kendra beralasan.


"Pegangi kalian biar gak hilang", lanjutnya.


"Okayyy.....", Adelia dan Sandra bersamaan.


Keduanya saling mengedipkan mata.


Lalu secara tiba-tiba menggelitik pinggang dan ketiak Kendra berbarengan.


"Arrghhhhh....girl, stop it !", seru Kendra kegelian.


Mau tidak mau lelaki itu harus melepas kedua lengannya yang digunakan untuk merangkul bahu kedua gadis cantik itu. Tentu saja kedua gadis itu langsung melepaskan diri.


"Ble .... ble....ayo kejar kami !", ledek Adelia.


"C'mon......katanya mau jagain kami", sambung Sandra. Lalu keduanya berlari meninggalkan Kendra menuju area parkir.


Kendra menggeram, bukan kesal tapi geregetan.


"Awas yaaaa.......aku tangkap kalian kelinci-kelinci nakal ", gumamnya. Lalu melangkahkan kaki jangkungnya cepat.


Dari balik dinding pembatas area parkir sebuah senyum jahat tercetak dari bibir yang mengepulkan asap rokok.

__ADS_1


"Wait for the surprise girl, you'll come to me by yourself ", menghembuskan kepulan asap putih itu ke atas. Lalu menginjak putung rokok yang masih terbakar sedikit saja itu.


__ADS_2