
Ting Tong......suara bel berbunyi. Kenan yang sedianya hendak kembali ke kamar mandi dengan menenteng handuk di tangan, mengghentikan langkahnya.
Lelaki yang kini hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya itu melangkah ke arah pintu.
Melihat ke arah kamera sejenak, mengeryitkan dahinya melihat seseorang yang tampak di sana.
Membuka pintu dengan cepat, menatap seorang lelaki yang kini berdiri di depan pintu penuh selidik.
"Who are you ?", tanyanya.
Terhenyak lelaki berambut perak itu kebingungan menjawab. Malah sempat terbengong beberapa saat. Menatap tubuh tinggi besar Kenan yang menyembul dari balik pintu. Dari atas ke bawah. Membulatkan matanya begitu melihat di dada terbuka lelaki itu nampak beberapa goresan merah. Membuatnya gagsl fokus.
"Uhmmm.....", gagapnya seraya menggaruk kepala.
Kenan menaikkan sebelah alisnya ke atas. Terkesan galak dan menginterogasi.
Lelaki berambut perak itu hendak membuka bibirnya, tapi menutup kembali ketika terdengar suara dari dalam sana.
"Kennn, hurry up !"
"Wait a second, baby !", balas Kenan. Sedikit menoleh ke dalam.
Arghhhh......damn, goresan merah di bahu juga ! umpat lelaki berambut perak dalam hati. What the hell are they doing ? , pertanyaan itu berkecamuk di pikirannya.
Sementara tatapan Kenan kembali tertuju pada lelaki itu dengan sorot tajam menusuk.
"Who are you looking for ?", ulang suami Adelia lagi.
Seperti tersadar, lelaki itu segera menjawab.
"Ohhh...Sorry, maybe I make a mistake, I come to the wrong place ", ralatnya.
Lalu memutar balik langkahnya.
Kenan hanya mengedik cuek. Kembali menutup pintu dan bergegas melangkah menuju ke kamar mandi.
"Kennn.....", teriak Adelia lagi dari dalam sana.
"Ssttt....I'm here baby !", lirih Kenan begitu membuka pintu.
"Give me the towel !", pinta Adelia yang masih berendam di bath up.
"Wake up, baby, let me help you, okay !", Kenan mengulurkan tangannya.
Sejenak Adelia tatap tangan lelaki itu. Ada kegamangan di sana.
"C'mon baby, aku nggak akan minta itu lagi ", yakin Kenan.
For now , batinnya melanjutkan.
"Really !", yakin Adelia.
Kenan tersenyum dan mengangguk cepat. Perlahan Adelia bangun dari bath up. Menyambut uluran tangan suaminya untuk berpegangan.
Kenan langsung menarik tubuh polos itu ke dalam pelukannya. Tubuh putih mulus yang dipenuhi banyak tanda kemerahan hasil percintaan mereka semalam.
Ngomong - ngomong semalam lelaki itu tidak membiarkan Adelia tidur sama sekali. Sama seperti saat malam pengantin mereka.
Meninggalkan lelaki itu tanpa pamit dan tidak bertemu dengannya beberapa hari sungguh berefek luar biasa. Gairah lelaki itu under control.
__ADS_1
Setelah Adelia membolehkan lelaki itu melakukan apapun padanya di kamar mandi, Adelia kira sudah cukup. Ternyata tidak.
Setelah mandi lelaki itu masih meminta melakukan itu lagi dan lagi. Sampai menjelang pagi.
Itupun tidak membuat Kenan berhenti hingga Adelia merengek.
"Please Kenn, enough, I'm tired, I wanna sleep ", pintanya.
Baru lelaki itu membiarkan Adelia tidur dengan tenang.
Pagi hari juga Adelia kaget begitu bangun mendapati tubuh lelaki tampan itu sudah berada di atas tubuhnya dengan menggunakan tangan sebagai tumpuan.
"Wake up baby !", seraya tersenyum manis. Sangat manis.
Memang tidak dapat dipungkiri lelakinya ini memang sangat tampan. Dan begitu penuh pesona. Tapi kemesumannya juga tingkat dewa. Gairahnya over sekali.
"Kennn....what are you doing ? Wh....why ....", protes Adelia tadi pagi.
Tapi apa yang dilakukan lelakinya. Dia malah tertawa ngakak. Lalu mengenduskan hidung mancungnya ke hidung Adelia. Gemas
"Baby girl.....baby girl, why are you so scared, honey ? I do nothing, just want to take abath with you ", masih dengan gelaknya.
Bibir Adelia manyun lucu. Sebelum dia berucap Kenan sudah mengangkat tubuhnya. Sebelumnya melabuhkan pagutan lembut di bibir mungil itu.
"Just take abath", manja Adelia.
"Sure, baby !", balas Kenan dengan senyum di bibir.
"Or maybe, you want something else ?", godanya sambil melangkah. Di balas Adelia degan tepukan di bahu lelaki itu keras. Sebentar gelak Kenan meledak sepanjang jalan menuju kamar mandi.
Tapi benar, lelaki itu tidak bohong. Kali ini beneran mandi. Bahkan dengan sayang dan penuh perhatian membantu Adelia mandi. Plus mengusilinya tentunya. Tangan dan bibir lelaki itu tidak bisa diam.
Karena bersemangat membantu Adelia mandi, lelaki itu sampai lupa membawa handuk. Untuknya dan untuk istrinya . Tentu saja karena handuknya sudah digunakan semalam. Dannn posisi sekarang masih berceceran di lantai.
Dengan penuh perhatian Kenan mengambil handuk bersih baru. Dan kini lelaki itu tengah memasangkan handuk itu di tubuh Adelia.
"See, baby, I want to help, nothing else", ucap Kenan.
Adelia cubit dada terbuka lelaki itu. Semula Adelia kira lelaki itu akan meminta lagi. Ahhh ...... pikiran Adelia jadi berlebihan kan.
"Of course, like as your promise, Kenn !", balasnya.
"Thank you, my love", lalu berjinjit dan mencium bibir Kenan.
Hendak melangkah melewati tubuh lelaki itu, tetapi dengan cepat Kenan meraih tubuhnya dan membopongnya. Adelia tidak terkejut kali ini. Sudah menduga suaminya akan melakukan itu. Nampak jelas dari tatapan nakal Kenan dari tadi.
"Hukuman blom selesai, sayang", bisik lelaki itu di telinga Adelia.
Perempuan cantik itu terkekeh kecil. Lalu mengalungkan kedua lengannya manja di leher kokoh suaminya.
"Aku tunggu ", balasnya.
.
********
Kendra mengulurkan tangannya, hendak memencet bel. Menarik tangan itu lagi dan memutar tubuhnya. Berjalan beberapa langkah. Lalu berhenti sejenak.
"C'mon Ndra ! Apa yang kamu takutin ?", batinnya berteriak.
__ADS_1
Kembali lelaki itu memutar balik tubuhnya. Dengan langkah tegas kembali ke arah pintu.
"Whatever happened, you must try ", Kendra menyemangati dirinya sendiri.
Tangannya kembali tertuju ke arah bel. Kali ini tidak ada keraguan.
Bel berbunyi. Beberapa saat Kendra menunggu. Tak lama kemudian pintu terbuka. Menyembul dari sana wajah cantik yang menatapnya dengan mata membola.
"Yo....you are .....", kaget perempuan cantik itu.
"Yes, It's me !", balas Kendra tegas.
Perempuan cantik itu melangkah keluar. Menutup kembali pintu dan bersandar di sana. Dengan melipat tangannya di dada.
"Mau apa ?", tanyanya.
Kendra tergelak.
"Whoa.....whoa....begini ya cara nyambut tamu", ledeknya.
Perempuan cantik itu mencebik.
""So funny, emang aku undang kamu ?", seraya senyum mencibir.
Kendra kembali tergelak.
"Haha.....kalo buat perempuan secantik kamu, nggak di undang juga aku akan datang ", balasnya santai.
Perempuan cantik itu mengedik.
"Lelaki modus....just tell me, what do you want ?", tegasnya.
Kendra melangkah mendekat. Menipiskan jarak mereka. Lalu mendekatkan wajahnya ke wajah gadis cantik itu.
"Ehhh....wh....what are you doing ?", gadis itu menggeser wajahnya. Agar menjauh dari Kendra. Tapi tangan lelaki itu yang mengungkungnya membuat dia tidak bebas bergerak.
"I want you be my girlfriend", bisik Kendra di telinga gadis itu.
Bola mata gadis cantik itu melebar. Bahkan bibirnya sampai ternganga.
"Answer me or I'll kiss you !", bisik Kendra lagi. Pipi putih perempuan cantik itu memerah. Telinganya juga. .
Tidak menjawab, tangannya diam-diam bergerak meraih handle pintu. Dengan cepat menariknya, lalu merosot ke bawah untuk melewati kungkungan tangan Kendra. Kemudian merunduk cepat dan bergegas masuk ke dalam apartemen.
"Let me think, okay !", seruan itu terdengar sebelum pintu tertutup.
Kendra menggeleng pelan. Bibirnya mengulum.senyum.
Hendak menyandarkan tubuhnya di pintu.
Tapi tiba-tiba pintu kembali terbuka, sedikit saja. Dan sesosok kepala cantik menyembul dari sana.
"Fifteen minutes, not more !", katanya. Lalu dengan cepat kembali menutup pintu.
Bibir Kendra tersenyum. Sumringah.
"Fifteen minutes......okay !", gumamnya seraya menyandarkan tubuhnya di pintu apartemen itu.
.
__ADS_1