Blind Date

Blind Date
171. Multi date


__ADS_3

"Kenn....where are you going, honey ?", suara tanya itu terdengar. Diulang lagi oleh si empunya. Kenan yang semula masih diam terpaku di tempatnya, spontan menoleh ke arah suara. Demi mendengar sapaan honey.


Mata lelaki itu menatap tajam ke depan sana. Alisnya menukik tajam.


Sorot marah masih tampak di matanya. Iya, di depan sana, arah pukul tiga, berdiri sesosok tubuh cantik yang sesaat tadi telah membuat darahnya memanas.


Ditatapnya penuh selidik wajah cantik yang tersenyum merekah itu. Berjalan mendekat ke arahnya.


Antara percaya dan tidak, Kenan lebih menajamkan pandangannya.


Ini benar istrinya ? Kenan tidak salah lihat kan? Lalu siapa perempuan yang bersama Bryan tadi. Batinnya bertanya-tanya.


Memamg Kenan.cuma melihat dari belakang tadi. Tapi siluet tubuh perempuan itu mirip sekali dengan istrinya. Dan itu cukup membuat bimbang hatinya sekarang.


Posisi Adelia dan perempuan itu tadi berbeda arah 90 derajat. Kalau benar yang tadi istrinya, tidak mungkin bisa berpindah ke posisinya sekarang begitu cepat. Karena tidak ada pintu yang menghubungkan ke sana.


Kecualiiiii.....hantu, bisa berpindah dan berada di manapun yang dia mau, hanya dalam kedipan mata.


Argghhhh....Apa Kenan sedang berpikir perempuan cantik di depannya ini.adalah hantu ?


Pikiran konyol apa yang ada di otak kamu Kennn ? Apa karena tadi pagi istrinya bermimpi tentang hantu dan sekarang bisa menjadi dua seperti ini ? Oh my God......impossible !


Dimana otak cerdasmu Ken ? Apa otak Kenan sudah konslet sekarang ? Berbagai pikiran berjecamuk di otaknya.


Mata hazel itu menatap tajam ke arah perempuan cantik yang semakin mendekat ke arahnya.


Harusnya Kenan menoleh ke belakang. Ke arah perempuan yang bersama Bryan tadi. Sekedar untuk memastikan. Tapi tidak, Kenan tidak ingin melakukan itu.


Pandangan hazelnya lebih tersita pada pemandangan indah di depannya. Pada senyum merekah bibir mungil itu. Terlepas benar tidaknya perempuan yang bersama Bryan itu siapa, yang jelas perempuan cantik yang berjalan ke arahnya sekarang adalah Adelia. Istrinya. Dan itu cukup menjadi alasan untuknya tidak mengalihkan pandangan.


Kenan yakin dari melihat bibir merah mungil yang tersenyum itu. Dan manik coklat yang selalu berbinar, yang selalu menenangkan hatinya.


Lebih yakin lagi ketika perempuan cantik itu sampai di depannya dan langsung berjinjit, lalu menempelkan bibir merah itu di atas bibirnya. Kenan hanya diam terpaku. Sesaat terpejam meresapi manis dan lembutnya bibir merah ranum itu


Sentuhan benda lembut itu menyejukkan sekali. Bagai oase di padang pasir. Langsung mendinginkan kepalanya yang semula mengepul.


"What's up, honey? why are you looking like that ?", tanya perempuan cantik itu sambil menyentuh lengannya. Bibir mungil itu masih tersenyum manis.

__ADS_1


Tercengang sesaat, Kenan raih kedua tangan istrinya dan digenggamnya erat.


"No....nothing baby, hmmm.....ini beneran kamu kan ? kamu ke sini juga ? Barusan datang? Enggak janjian sama Bryan kan ?", pertanyaan bertubi-tubi lelaki itu lontarkan.


Bibir Adelia langsung menguncup lucu. Lalu menarik tangannya yang digenggam Kenan dan.melipatnya di bawah dada. Memutar 45 derajat tubuhnya agar tidak berhadap dengan lelaki itu.


"Tanya begitu banyak, gimana mau jawab ?", cebiknya.


Kenan tersenyum, salah tingkah. Dan sekaligus merasa bodoh.


"Of course it's me, kenapa masih nanya ? apa kamu mulai ngeraguin aku ?", lanjut perempuan cantik itu. Merajuk.


"Hmmm....no baby, of course not !", tegas Kenan. Semakin gelagapan. Beralih ke depan Adelia agar bisa berhadap dengan perempuan cantik itu. Tapi Adelia berusaha menghindar.


"Uhmm...wait ! Apa tadi ?Janjian sama Bryan ? Apa sekarang suami aku juga nuduh aku ? Gak percaya lagi sama aku ?",Adelia sambil memutar tubuhnya, berhadap dengan Kenan.


Kenan tambah gelagapan.


"Hmmm.....no, baby.....no.....maksud aku .....", ralatnya. Diusapnya wajahnya yang tampak galau beberapa kali.


Bibir Adelia semakin mencebik.


Kenan semakin kebingungan. Amarahnya, emosinya yang tadi sampai ke ubun-ubun seakan lenyap sama sekali. Posisinya seperti berbalik, seolah dialah yang telah berbuat salah. Dan tertangkap basah.


"I'm sorry, baby......I don't mean it !", pelasnya.


Bibir Adelia semakin merengut. Sebelum semuanya bertambah kacau, dengan cepat Kenan raih tubuh mungil di depannya, di dekapnya erat.


Adelia hanya diam. Membiarkan apa yang dilakukan suaminya.


"Forgive me, honey...forgive, please !", lirihnya sambil menciumi puncak kepala perempuan cantik itu.


Bibir mungil Adelia menyunggingkan senyum tipis.


"I think It's miss understanding, Coba lihat, siapa di sana !", Kenan memutar tubuh mereka agar bisa melihat ke arah yang di tunjuknya. Dimana Bryan dan perempuan yang mirip istrinya tadi berada.


Mata hazel Kenan membulat sempurna.

__ADS_1


"Dimana mereka ?", herannya.


"Siapa?", Adelia menahan senyumnya. Mendongak melihat wajah galau suaminya. Yang terus terang tetap terlihat tampan meski sedang tidak tenang seperti itu.


Kenan menjauhkan tubuh mereka. Ditatapnya Adelia dengan alis menukik ke atas.


"You know something, baby? ", selidiknya.


Adelia menggeleng pelan.


"No....aku gak tahu, Ken....sumpah !", sambil menahan senyumnya.


"Really ? Don't lie to me, baby !", menatap istrinya lekat.


Adelia berusaha mengalihkan tatapan nya. Menghindari tatapan elang mata hazel Kenan yang seakan menembus ke dalam matanya.


"No....of course not.....emhhhh", ucapan Adelia tertelan kembali karena Kenan telah membungkam bibirnya.


"Hukuman karena udah bohongin aku", bisik Kenan. Sejenak melepas pagutannya.


"No, I'm not lie .....I just.....", bela Adelia. Tapi kembali terhenti karena Kenan


mengulangi lagi Membungkam bibirnya.


Berbarengan.dengan itu terdengar suara berisik meneriaki mereka.


Spontan keduanya menjauhkan keintiman dan melihat ke arah suara itu.


"Mama....Papa....kalian....kenapa...?", manik coklat Adelia membulat sempurna. Di depan sana nampak banyak pasang mata dengan senyum meledek ke arah mereka berdua.


Mereka berdiri dengan pasangan mereka. Sepertinya. Papa Mama Adelia, Papa Mama Kenab, grandpa grandma, opa oma, Kendra Sandra, Ina dan Nino.


Aishhh.... ada lagi, Bryan dan seorang perempuan cantik. Satu lagi pasangan kakek nenek yang tidak Adelia dan.Kenan kenal.


Apa yang mereka lakukan di sini ? Berpasangan lagi ? Apa ada acara ngedate bareng ?


Itulah setidaknya yang ada di benak Kenan dan Adelia.

__ADS_1


.


__ADS_2