Blind Date

Blind Date
142. Pamit


__ADS_3

"Rio, kenapa lama banget sih ?", gerutu Cindy di kamar hotel. Belum juga lima menit Arion pamit ke lobi untuk mengambil jus mangga pesanannya, tapi dia merasa sudah berjam-jam ditinggal suaminya itu. .


Begitu Arion keluar pintu, perasaan Cindy menjadi gundah. Entah kenapa, rasanya tidak ingin berjauhan dengan suaminya. Perempuan yang tengah berbadan dua itu mondar-mandir seperti setrikaan dari tadi.


"Riooo.....kapan kembali ?", gumamnya lagi.


Lalu bergegas meraih gawainya di meja. Menekan nomer suaminya. Sebentar telepon tersambung.


"Riooo...", rengeknya manja. Terdengar balasan dari seberang sana.


Perempuan muda itu memanyunkan bibirnya.


"Kenapa lama banget sih, aku pengen jusnya sekarang ", rajuknya.


Terdengat suara kekehan dari seberang sana. Kemudian balasan dari sana membuat bibir Cindy tersenyum.


"Hurry up !", katanya sambil menghentakkan kakinya. Setelah itu sambungan telepon terputus.


"Okay......aku tunggu suamiku ", lirih Cindy.


Perlahan melangkah ke ranjang dan membaringkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama terdengar nafas halus keluar dari hidungnya. Perempuan muda itu tertidur.


Beberapa saat kemudian terdengar handle pintu di putar. Langkah suara kaki masuk.


"Cin....aku datang !", suara Arion menyeru. Lelaki itu menggeleng pelan begitu melihat istrinya tertidur.


"Kok tidur sih ", gumamnya. Lalu membenahi kaki istrinya yang masih terjuntai ke lantai. Menaikkan ke ranjang perlahan.


"Rio......mana jusnya ?", tiba-tiba Cindy membuka matanya. Langsung menanyakan jus mangga yang dipesannya tadi.


Arion terkekeh. Membantu istrinya untuk menegakkan tubuhnya.


"Bentar aku ambilin ", Arion acak puncak


kepala istrinya. Di balas Cindy dengan anggukan kepala. Arion raih sebungkus tas plastik yang di taruhnya di meja dekat ranjang tadi.


Ada dua gelas plastik jus. Diambilnya satu dan kembali duduk di tepi ranjang. Lalu menyodorkan itu ke arah istrinya.


"Thanks ", gumam Cindy.


Di balas Arion dengan senyuman.


"Enak ?", tanyanya begitu Cindy sudah menempelkan bibirnya di gelas dan menegak jusnya.


Cindy mengangguk. Meneguk kembali segelas jus yang di pegangnya.


"Hmm ...lebih enak kalo kamu suapin", ucapnya sambil nenyodorkan gelas itu ke arah Arion.


Sedikit bingung Arion mengernyitkan dahinya. Sebelum lelaki itu bertanya Cindy sudah mengarahkan gelas itu ke bibir Arion. Arion menyesap jus itu akhirnya.

__ADS_1


"Give it to me !", pinta Cindy. Mulai memahami permintaan istrinya, Arion segera mendekatkan wajahnya. Menyatukan bibir mereka dan mengalihkan jus di mulutnya ke mulut Cindy.


***********


"See you tomorrow, Adel !", Sandra berpamitan. Berpelukan dengan Adelia. Keduanya tadi sempat membahas akan pergi ke kampus bersama keesokan harinya.


"Of course......be careful.....", Adelia menjeda kalimatnya. Menjauhkan tubuh mereka dan menatap ke arah Kendra.


"With him ... ", seraya tersenyum menggoda.


Sandra mencubit pinggang Adelia.


"Apaan sih, Del ? what do you think about ?", perempuan cantik itu tersipu.


Adelia tersenyum.


"Nothing, just kidding,,San. Kendra cowok baik, nggak akan macam-macam sebelum halalin kamu", tuturnya.


Sandra semakin tersipu. Tapi dalam hati menyetujui perkataan Adelia.


Kalaupun Kendra mau pasti sudah melakukannya tadi. Sewaktu mereka berdua seusai mengungkapkan perasaan masing-masing.


Tapi lelaki itu cuma menciumnya.


Biarpun ciumannya menggila, tapi tangannya tidak bergentayangan kemana-mana. Itu yang membuat Sandra percaya kalau Kendra tidak akan melampaui batas.


"Apa suami kamu juga begitu ?", goda Sandra kemudian. .


Di sisi ruang yang lain.


"Kabari aku kalo mau berangkat, bro !", Kendra menyatukan punggung tangannya dengan Kenan.


"Okayy ......", Kenan tatap Kendra penuh selidik.


"Kamu nggak tidur di apartemen Sandra kan ?", tanyanya.


Kendra tergelak.


"Why not ? Sandra nggak keberatan tuh ", balas Kendra. Sambil menatap ke arah Sandra. Sedang yang dituju masih asyik berbincang dengan Adelia di dekat dapur


"Whatever......selama nggak kamu hamilin aja dia ", balas Kenan.


Kendra terkekeh.


"Aku nggak segila itu, bro. Biar dia selesaiin kuliah dulu", balasnya.


"Good.....", Kenan menepuk bahu Kendra keras.


"C'mon !" , keduanya melangkah ke tempat kedua wanita yang masih berbincang.

__ADS_1


"Pulang sekarang ?", Kendra begitu sasmpai di dekat Sandra dasn Adelia


Sandra mengangguki.


"Kita udah beresin semua kok ", saling bertatapan dengan Adelia. Perempuan cantik istri Kenan itu mengiyakan


"Okay, kita pulang. Bye cantik.....selamat menikmati malam berdua !", goda Kendra. Lalu menyenggol lengan Kenan.


"Ingat waktu ....biarin cantik istirahat !", ingatnya pads Kenan.


Suami Adelia itu mengedik.


"Udah buruan pulang sana, kita mau bikin baby !", ucapnya to the point. Langsung mendapat cubitan di lengan dari Adelia.


"Kennn.....", gemas Adelia. Kenan hanya terkekeh. Lalu meraih tubuh Adelia dalam dekapannya.


Sandra dan Kendra saling tatap.


"Okay, kita pamit, bye Adel, Kenan.....thanks atas jamuannya ", ucap Sandra.


"You're well come, bye SanKen !", balas Adelia.


Sandra dan Kendra mengernyit. Sanken ? Tanya mereka lewat pandangan mata.


Adelia terkekeh.


"Sandra Kenan....", ucapnya.


Merasa gemas Kenan daratkan kecupan lembut di pipi Adelia. Lalu memberikan jilatan lembut di cuping telinganya. Membuat Adelia terkikik geli dan meraupkan telapak tangannya di wajah suaminya itu. Lelaki tampan itu tergelak.


"Sanken...?", gumam Sandra dan Kendra hampir bersamaan.


"Hmm.....not bad ", lanjut Kendra. Sambil meraih pinggang Sandra. Lalu keduanya melangkah ke arah pintu.


Adelia mengekori. Sementara Kenan tetap mendekap tubuhnya dari belakang. Sesekali melancarkan ciuman di pipi dan lehernya.


"Remember Ken.....don't work to hard !", ingat Kendra sebelum benar-benar melangkah keluar dari ambang pintu. Masih memeluk pinggang Sandra.


Kenan hanya mengedik. Terdengar dengkusan lirih dari bibirnya.


"So, baby ......let's do it ... right now !", sambil memutar tubuh Adelia agar berhadapan dengannya. Dipeluknya pinggang istrinya itu erat. Lalu dalam sekali angkat tubuh mungil itu sudah berada dalam gendongannya.


"Awww.....Ken.....?", pekik terkejut Adelia.


"Uhmmm....luka kamu..... ?", yakinnya.


Kenan terkekeh.


"Don't worry baby, It will be okay", ucapnya. Sambil mengarahkan tangan Adelia agar mengalung di lehernya.

__ADS_1


Membungkukkan tubuhnys sedikit, di depan telinga Adelia.


"Di bawah sana yang akan luka kalo kamu nolak aku, baby ", bisiknya seduktif.


__ADS_2