
"Open it, baby ..... I can see you, my love ", seru Kenan begitu tampilan layar monitornya berubah menjadi warna putih. Bahkan Kenan sampai bangkit dari baringnya.
Terdengar suara Adelia terkikik.
"No way....", balas perempuan cantik itu.
Biar saja Adelia akan ganti mengerjai suaminya itu. Batinnya.
Adelia sebenarnya keberatan menuruti permintaan konyol suaminya agar dia undress di depannya, bukan apa-apa, karena cuma dalam video call saja.
Posisi mereka berjauhan, sangat tidak bagus melakukan itu. Nanti kalau Adelia ingin bagaimana ? ....Ehhhh.....salah, kalau Kenan ingin begituan bagaimana ? Dengan apa dia akan menyalurkan gairahnya yang tidak bisa dikontrol itu ? Kasihan kan dia ? Masak di kamar mandi ? Brrrrrrrrr.........gak asyik banget.
Iya karena tidak mau menolak secara langsung Adelia punya ide, membuka bathrobenya tapi akan menggunakan itu untuk menutupi layar monitor.
Dan benar saja, begitu bathrobe di tubuh Adelia terbuka dan menampilkan tubuh putih mulus dengan pakaian dalam saja, pandangan nakal Kenan semakin terlihat jelas. Nenjadi-jadi. Jakunnya sampai naik turun tidak beraturan.
Tidak menunggu lama Adelia jatuhkan bathrobe itu ke laptop. Dan menutupi monitor. Terang saja Kenan langsung berteriak protes. Pemandangan indah itu gagal dinikmatinya.
"Baby pleaseeee......!", mohonnya. Kaki lelaki tampan itu bergerak gelisah, karena ada sesuatu yang bertingkah dan menegang dengan tiba-tiba.
Adelia belum menyahuti. Belum juga memindahkan bathrobe yang menutupi laptop.
"Babyyyy.....", ucap Kenan lagi. Berbarengan dengan itu perlahan layar monitor besarnya berganti tampilan. Dengan seksama mata hazel lelaki itu mengamati.
Pandangannya langsung jatuh pada wajah cantik istrinya yang tersenyum, sangat cantikkk dan manis. Terbaring miring dalam keadaan nude......aishhhh.....itu yang terpikir di otak mesumnya.
Tapi ternyata.......hmmm, perempuan cantik itu membungkus tubuhnya dengan selimut putih. Kenan hanya bisa melihat wajah dan tangannya.
Kenan menghela pelan. Tidak marah sih, tapi rautnya sedikit masam.
"Kenapa gak cocok sama imajinasi aku, sayang ?", rajuknya.
Bibir mungil Adelia manyun lucu.
"Apa emang ?", tanyanya. Bibir mungil itu menahan tawa.
"Selimut itu ganggu pandangan aku? bisa dibuang aja gak ? Aku mau lihat yang ada do balik itu ", melasnya.
Tawa Adelia seketika pecah. Karena melihat mimik suaminya yang lucu. Memelas tidak pantas sekali dengan wajah tampan yang tegas itu.
"Boleh, tapi bukan sekarang", ucap Adelia.
"Kapan ?", sahut Kenan.
"Nanti kalo ketemu ", Adelia sambil mengedipkkan matanya lucu.
Kenan menghela berat. Lalu kembali merebahkan tubuhnya miring, kembali seperti posisi semula, dan berhadapan dengan istrinya.
"Okay......aku akan sabar nunggu, sayang", akunya.
Lalu mengetuk-ngetukkan jemarinya di sofa. Sebenarnya permintaannya tadi juga cuma sekedar bercanda, tapi kalau istrinya benar mau, sungguh beruntung sekali Kanan.
__ADS_1
Tapi sudahlah, nanti kalau samurai besarnya memberontak ingin keluar, dia sendiri juga yang binggung. Tidak ada lawannya.
Adelia tersenyum dan mengangguk. Paling suka kalau suaminya itu menuruti omongannya. Maklum biasanya lelaki itu tak terbantah.
Mata cantiknya masih beradu pandang dengan suaminya.
"Hmmm......sekarang mau apa ?", lembut Kenan.
"Mau tidur ditemeni suami aku ", manjanya.
Kenan terkekeh.
"Okayyyy, sayang, aku temeni ", balasnya dengan senang hati.
"Thanks so much, my love ", dengan mata yang sudah meredup. Perempuan cantik kecapekan karena mengerjakan tugas seharian. Kenan bisa melihat itu.
"Get sleep well baby girl, have a nice dream", ucap Kenan sebelum perempuan cantik itu memejamkan matanya.
"Uhmmm...", Adelia mengangguki. Bibir mungil itu tersenyum. Di saksikan pandangan penuh cinta dari suaminya.
******************
"What's a matter with you ?", geram Bryan ketika dengan tiba-tiba Arion menyerangnya.
"Shut up !", galak Arion sambil terus menyerang.
Kejadian beberapa saat yang lalu.
" Hmm..of cpurse, I'm on my way ", balas seorang dari seberang sana langsung mengiyakan.
Hanya lima belas menit saja Arion menunggu seseorang yang dihubunginya tadi. Di taman kota. Tapi apa yang terjadi begitu seseorang yang disuruhnya datang yaitu Bryan turun dari mobil ? Bukan sapaan hangat atau say hello yang bersahabat, tetapi malah serangan mendadak.
"Are you crazy, Ron. ?", pelotot Bryan.
Sambil terus menangkis serangan Arion.
"Haha.......", Arion tergelak.
"C'mon .....It's long time haa....", ledeknya.
Kekehan Bryan terdengar jelas.
"So, you miss me ?", ganti meledek Arion.
"Maybe ... ", balas Arion.
Keduanya terus berduel. Sesekali bertemu di udara dan saling tangkis.
"Hei....tell me ! what do you want from her ?", tanya Arion.
Bryan mengernyit.
__ADS_1
"Who do you mean?", tanyanya.
Arion berdecih. Sambil melancarkan tendangan cepat karena kesal.
"Buggghhh....", kakinya mendarat di tubuh Bryan.
"Emang ada yang lain ?", cibirnya.
Spontan Bryan tergelak. Tubuhnya tak bergeming meski terkena pukulan.
"Ahhhh.....my girl .....!", sahutnya.
"Of course, I'll make her mine, any problem with that ?", lalu balas menyerang.
Melompat tinggi dan melakukan tendangan kecohan. Tak ayal mengenai tubuh Arion.
Buggghhh...
"Satu sama ", kekeh Bryan.
Arion mendengkus. Sejenak duel berhenti. Mereka saling berhadapan.
"Are you crazy ? She's a married woman ", terang Arion.
Bryan menyeringai.
"I don't care, Ron.....I must to make her mine", tegasnya.
"Dasar gila !", umpat Arion. Lalu kembali menyerang Bryan.
"Haha.....are you jealous, bro ?", ledek Bryan. Sambil menghindari serangan Arion.
"Of course not.....wh.....why should I ?", balas Arion. Sedikit terbata.
Bryan tergelak. Ngakak.
"Maybe ? Who knows ?", oloknya.
"Ashhhhh....shut up, Bry !", keduanya kembali berduel.
Beberapa orang yang lalu ada yang berhenti sekedar untuk menyaksikan duel mereka.
"Sampe kapan, bro ?", Bryan menahan serangan tangan Arion.
"Sampe puas ", balas Arion.
Bryan terkekeh..
"Are you kidding ?", ejeknya.
Arion hanya tersenyum miring.
__ADS_1
" Okeee.....aku ladeni !", kata Bryan selanjutnya.