Blind Date

Blind Date
121. Kegalauan Kenan


__ADS_3

"Baby, where are you ?", Kenan kembali mendekatkan gawai ke dekat telinganya. Mengulangi panggilan entah yang ke berapa kalinya. Tuttttt....tidak terhubung. Gawai istrinya tidak aktif. Kenan semakin panik.


"Adel.....sayang, what's wrong with you, baby ", seraya mengusap wajahnya kasar.


Wajah tampan lelaki itu tampak kacau. Sudah beberapa kali mengusap wajahnya kasar. Beberapa kali juga tampak tangannya mengepal dan memukul udara kosong.


"My god, whera are you baby ?", lelaki itu mondar mandir di lantai paling atas mansion. Dia sudah mencari istrinya di seisi mansion dibantu para asisten, tapi belum menemukan istrinya.


Dan alternatif Kenan istrinya berada di lantai atas, tempat mereka bergulat semalam. Mungkin saja perempuan cantik itu sudah menunggunya di sana. Ingin mengulangi kegiatan mereka semalam. Arrgghhh.....Ken pikiranmu terlalu mesum ! Lelaki itu menggeram kesal.


Kembali mengotak-atik gawainya mnghubungi seseorang.


"Dimana ?", tanyanya.


Terdengar balasan dari seberang sana.


"Assem ya Ken, bukannya ngerjain tugas dari kamu ? Lupa boss ?" , balas suara dari seberang sana.


Kenan mendengkus.


"I know, where is my wife ?", lelaki itu nampak tidak sabar. Terdengar gelak dari ujung gawai di sana.


"Emang aku bawa istri kamu ? Kamprettt mesum !", sergah suara dari sana.


Kenan berdecak keras.


"Hi, cabul, bukan begitu maksud aku, kamu tahu istri aku di mana ?", ulang Kenan memperjelas pertanyaannya.


Suasana hening sejenak.


Sebentar terdengar suara lagi dari seberang sana.


"I don't know, terakhir kali bersama perempuan itu kan ? Something wrong ?", tanyanya balik. Kenan semakin berada dalam mode panik. Dan gundah.


Sebentar terdengar suara keras dari balik gawai. Lalu umpatan tertahan dari seberang sana.


"Ohh, shittt....!", serunya.


"Ken aku tutup, mangsa aku lolos !", tanpa menunggu jawaban telepon di tutup sepihak dari seberang sana.


Kenan menggeram kesal.


"Kendra kamprettttt.....!", katanya seraya memukulkan tangannya ke meja di hadapannya.


Kembali meredial sebuah nomer hendak melakukan panggilan, tapi terdengar suara lelaki yang langsung membuatnya menghentikan niatnya. Asisten mansion dan security berdiri di ambang pintu besar di sana. Dengan wajah menunduk dalam.


"Tuan muda , saya melihat nona Adel keluar pake mobil tadi ", kata security takut-takut.


Kembali Kenan memukul meja keras. Ingin rasanya memukul siapa saja yang ada di depannya sekarang. Kehilangan istrinya beberapa jam saja membuatnya seraya gila.


"Kenapa nggak bilang dari tadi?", geramnya. Lalu bergegas melangkah menuju pintu, melewati tubuh kedua lelaki itu dengan kesal.


"Ngapain masih ngowoh di situ ? Udah bosen kerja ?", ketusnya.


"Ti....tidak tuan muda !", keduanya terbata.

__ADS_1


Kenan menaikkan kedua alisnya.


"Tidak mau kerja di sini ?", gertaknya.


Kedua lelaki itu semakin mengkerut ketakutan.


"Mmm....mmmm.....mau tuan muda ", wajahnya dengan mimik memohon.


"Udah pergi sana ! Minta aku tendang ?", kata Kenan dengan tatapan tajam.


"I...iya tuan muda, kita pergi ", kedua orang itu segera melesat pergi dari hadapan Kenan.


Bersamaan dengan itu Kenan juga bergegas melangkahkan kaki panjangnya. Tangannya sibuk mengotak-atik gawainya. Wajah tampan


yang semula masam itu sedikit berbinar.


"Gadis nakal, minta aku hukum ya", gumamnya. Senyum tipis terukir di bibir seksinya.


********


"Shitt....kemana perginya perempuan itu !", lelaki berwajah tampan itu melongok ke kanan ke kiri. Mencari sesuatu.


Sepasang head seat terpasang di telinganya. Topi jaket hoodie tersampir di kepalanya. Sebuah kaca mata hitam menyampir di hidung mancungnya. Membuat lelaki itu tampak misterius layaknya mata-mata.


"Pada ngapain sih nih orang bejubel di sini?", bibir lelaki itu menggerutu. Jelas saja banyak orang, namanya juga mall.


Dasar Kendra stupid !


Batin lelaki itu memarahi dirinya. Sekaligus menertawai kekonyolannya. Karena menjadi mata-mata sepupunya, dirinya jadi ikut menjadi konyol seperti dia.


"Brakkkkk.....", tubuhnya menabrak sesuatu.


"Arghhhh.....mommy, my ice cream !", terdengar suara seorang gadis.


Dan kini nampak sedang menatap ke atas, ke arah es krimnya yang melayang di udara dengan mata membulat karena terkejut.


Lelaki tampan itu juga membulatkan mata, tak kalah terkejut. Apalagi menyaksikan gadis cantik di depannya yang merajuk manja karena kehilangan es krimnya.


Dia bilang apa tadi ? Mommy ? Mana ? Karena Kendra melihat gadis itu hanya sendirian saja.


Au ah....masa bodo ! Dasar gadis manja ! Batin Kendra.


Menyelamatkan ice cream itu lebih penting, daripada gadis di depannya ini mewek. Karena sekarang wajah itu sudah memerah. Dan memelas menurutnya. Batinnya membeo.


Lalu dengan cepat tangannya menyambar es krim yang sudah menukik turun.


"Hup...", dan tepat masuk di dalam genggaman tangannya.


"Your ice ", menyodorkan ice cream itu ke arah gadis di depannya.


Spontan wajah gadis cantik itu berbinar. Tapi tak lama berubah cemberut. Bibirnya manyun lucu.


"Huft.....semua gara-gara kamu !", ketusnya.


Lalu menyambar ice cream di tangan Kendra. Dan melenggang pergi. Sedikit menyenggol bahu Kendra, sambil memakan kembali ice creamnya.

__ADS_1


Sementara Kendra melongo takjub. Bukannya berterima kasih, malah marah ? Huft.... Untung saja cantik, jadi pengen cium kan ? Ehhh ....


"Whattt....", seru Kendra seketika seraya memutar tubuhnya. Menatap punggung gadis yang berjalan menjauhinya.


"Okay, thank you !", seru gadis cantik itu dengan kekehan.


Melambaikan tangannya ke arah Kendra tanpa menolehjan kepala.


"Naughty ...!", gumam Kendra seraya menggelengkan kepala.


"Ohhhh shitttt.....buruan aku lolos !", ketika mengingat sesuatu. Lalu dengan cepat melangkah menerobos di antara pengunjung mall yang sangat ramai di siang itu.


*********


Kenan melajukan mobilnya cepat. Tujuannya adalah rumah istri cantiknya. Ahh bukan....tepatnya adalah rumah papa mama mertuanya.


Dari gawainya Kenan tadi berhasil mengecek keberadaan istrinya di sana. Dari mobil yang digunakan perempuan cantik yang telah membuatnya gila itu.


Untung saja secara diam-diam Kenan sudah memasang alat penyadap di sana. Huh....bukan diam-diam lagi namanya, karena kapan hari istrinya memergoki itu dan merajuk protes karena tindakannya.


Tapi begitu Kenan bilang demi keamanan dan karena cintanya, akhirnya perempuan cantik itu mau menerima. Dan memberikan hadiah ciuman. Yang tentu saja disambut Kenan dengan balasan ciuman panas yang selalu long time itu.


Bibir seksi lelaki tampan itu tersenyum mengingat itu. Apalagi mata hazelnya sekilas melihat mobil istrinya ada di garasi depan.


Kaki panjangnya melangkah memasuki teras rumah dengan langkah lebar. Rasanya ingin segera melihat dan memeluk istrinya. Hmm....tentu saja menciumnya juga.


Tapi raut kecewa tampak di wajahnya begitu seorang asisten rumah membukakan pintu untuknya.


"Non Adel baru saja pergi, Tuan Ken ", katanya.


Kemana ? Tentu saja asisten rumah tidak tahu.


Masih menurut asisten rumah, katanya Papa Bram dan Mama Rose juga ikut. Kemana mereka ? Pertanyaan itu yang kini memenuhi pikiran Kenan.


Tanpa banyak bicara Kenan memutar balik tubuhnya. Segera meraih gawainya. Menghubungi istri cantiknya. Nomornya tetap tidak aktif. Kenan terlihat frustasi sekali.


Kembali mengeser layar gawainya mencari nomer papa Bram. Kakinya terus melangkah menuju halaman di mana mobilnya berada.


"Hallo, Pa, posisi di mana? Adel bersama Papa ", Kenan tidak sabar begitu gawainya terhubung dengan papa Bram.


Terdengar suara balasan dari seberang sana.


"Wait a minute Ken ! Kita udah sampe sebentar lagi ", balasnya.


"Istri aku ada kan Pa ? Adel bersama Papa ?", desak Kenan. Belum terdengar jawaban, karena berbarengan dengan itu mobil mewah memasuki gerbang rumah.


Kenan menolehkan wajahnya dengan kernyitan dalam begitu mobil berhenti. Dengan perasaan harap-harap cemas Kenan menunggu siluet cantik yang dinantikannya.


Langsung merangsek mendekat begitu papa Bram dan mama Rose keluar mobil.


"Adel mana Pa, Ma ?", tanyanya to the point.


Belum juga dijawab Papa dan Mama Adelia, Kenan langsung melihat sendiri ke dalam mobil. Cuma sopir. Lelaki tampan itu menoleh ke arah Papa dan Mama Rose dengan wajah galau.


"Mana istri aku Pa, Ma ?", cemasnya.

__ADS_1


__ADS_2