
"Ngapain pagi-pagi ke sini ?", ketus Adelia begitu membuka pintu. Seperti biasa, cuma membuka sedikit saja daun pintu. Karena tahu siapa yang datang.
Lelaki yang selalu membuntutinya itu kini sudah berdiri di depan pintu apartemennya. Pagi-pagi sekali.
"Emang gak boleh ?", goda Bryan. Tangannya menyembunyikan sesuatu di balik tubuhnya.
"Gak sopan tauiu....buruan bilang mau apa ?", desak Adelia.
Bryan terkekeh.
"Mau kasih sesuatu, uhmmm.....", ucapannya terhenti begitu .....
"No thanks ", serobot Adelia. Lalu dengan cepat menutup pintu.
Sebelum pintu benar-benar tertutup,
"permen kapas .... ", lanjut Bryan dengan nada lemas. Sambil menunjukkan sesuatu yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya
Lelaki itu menghela nafas berat. Diputar-putarnya gula kapas besar di tangannya.
"Benar-benar kamu girl, bikin aku penasaran ", gumamnya.
Lelaki itu sudah siap memutar tubuhnya ketika tiba-tiba pintu kembali terbuka. Sedikit.
"Permen kapas ?", suara Adelia terdengar lagi. Bryan membatalkan niatnya. Lalu mengangguk cepat sambil mengacungkan permen kepas ke depan Adelia.
Mata cantik gadis yang dipujanya itu berbinar. Tanpa ba bi bu tangan mungil Adelia segera menyambar permen kapas di tangan Bryan. .
"For me ? Okay, thanks !", katanya. Lalu dengan cepat kembali menutup pintu.
Bryan tergelak.
"Adellll...... ", gemasnya. Matanya memandang ke arah daun pintu yang baru saja tertutup.
"That is why I want you be my girl ", lirihnya.
"C'mon let me see you once again, please !", harap Bryan dalam hati.
Dannnn....tak lama pintu itu kembali terbuka. Sesuai ekspetasinya. Dan muncul wajah cantik Adelia sambil tersenyum ceria.
"It's so sweet.....thanks again !", ucapnya. Seraya menunjukkan permen kapas yang sudah kehilangan bentuknya aslinya. Lalu menutup kembali pintu.
Bryan tergelak keras. Mengacak sendiri rambut peraknya
"Baby girl, how sweet you are ", serunya. Lelaki itu tersenyum puas, sebelum kemudian memutar langkahmya.
"The game will be started ", seringainya.
"And you'll be mine, girl ", katanya sambil memutar langkahnya. Sebelumnya mengacungkan jempolnya pada seseorang di kejauhan sana.
*************
"Thanks very much, Rio !", girang Cindy sambil menikmati permen kapasnya. Baru saja perempuan hamil itu terbangun. Begitu membuka mata langsung beranjak dari
baringan begitu melihat dua buah permen kapas besar di meja dekat ranjang.
"Uhmmm....so sweet ", sambil menikmati permen kapas itu penuh antusias.
"Rio bangun ", panggilnya pada suaminya yang masih terlelap.
Lelaki itu menggeliat. Posisinya tengkurap sekarang. Tangannya menepuk ranjang kosong di sebelahnya. Lalu mata tajam itu membuka.
"Udah bangun", tanyanya.
"Uhmm ....", Cindy mengangguk cepat.
Bibirnya masih sibuk memakan permen kapas. Sesekali menjilati bibirnya sendiri karens belepotan gula.
__ADS_1
"So sweet Rio, thanks ", ulangnya.
Arion tersenyum. Lalu perlahan bangun, memutar tubuhnya dan duduk bersandar di dasbord ranjang.
"Suka banget ya ?", ditatapnya lekat istrinya yang begitu semangat makan.
Lagi-lagi perempuan cantik itu mengangguk.
Arion terkekeh.
"Udah mandi ?", tanyanya setengah menggoda.
Spontan Cindy menggeleng. Membuat Arion semakin terkekeh.
"Gak tahan pengen makan", cebik perempuan hamil muda itu.
"Enakkk, Rio", terus memakan dan menjilati permen kapas itu.
"Really ?", yakin Arion. Lalu menaruh kedua tangannya di belakang kepala.
"May I ?", pintanya.
Cindy langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Sure ", lalu melangkah menuju ranjang. Perlahan naik dan.duduk di pangkuan Arion.
"Just try !", Cindy menyodorkan permen kapas yang dipegangnya. Sebelumnya bibirnya menyobek gumpalan permen kapas itu.
"Wanna that one !", tunjuk Arion dengan bibirnya. Maksudnya permen kapas yang ada di bibir Cindy.
Dengan senang hati Cindy langsung mendekatkan permen kapas di bibirnya. Arion langsung meraihnya.
"Hmmm.....so sweet.", ucap Arion sambil menikmati permen kapas di dalam.mulutnya.
"Hmmm....", Cindy mengiyakan.
"Like your .....lip. ", lanjut Arion.
"It's yours, Rio .....everything ", ucapnya. Kembali mendekatkan bibirnya yang beleporan permen kapas. Arion langsung menyambutnys.
Mereka saling berebut permen kapas. Dan tentu saja saling beradu bibir. Mesra.
************
Kenan tengah asyik melemaskan otot-otot tubuhnya di ruang latihan. Terutama melatih bagian perutnya yang baru terluka.
Tubuh atletis dan seksi itu terlihat begitu menggoda. Apalagi sekarang mengenakan pakaian olahraga yang begitu pas di tubuhnya. Semakin terlihat jantan saja. Dipastikan para wanita enggan mengalihkan pandangan darinya. Tak mampu mengingkari pesona seorang Kenan.
"Tuan muda,...", seorang bodyguard datang menghampiriya. Sebentar kemudian Kenan menyudahi latihannya.
"What's up ?", tanyanya.
"Ada seseorang ingin bertemu anda, sekarang menunggu di perusahaan ", jawab bodyguard.
"1 jam lagi aku ke sana ", balas Kenan. Bodyguard mengangguk hormat. Lalu pergi dari hadapan Kenan.
"Udah gak sabar rupanya ", gumam Kenan sebelum melangkah keluar ruang latihan.
*****
Lelaki itu sudah rapi. Tidak mengenakan pakaian formal, cuma kaos hitam dan celana jeans. Itupun sudah cukup membuat lelaki tampan itu terlihat semakin tampan. Dan bisa membuat gadis-gadis kelabakan.
Tangan kokohnya membuka pintu kamarnya setelah menyambar kunci di meja. Baru saja kakinya melangkah keluar pintu tiba-tiba sebuah tangan menarik telinganya.
"Anak nakal, kenapa pulang gak bilang-bilang ha ", seruan melengking seakan hendak memekakkan telinga.
"Arghhhh....lepasin ma, sakit tahu !", Kenan berusaha memegangi telinganya.
__ADS_1
"Biarin....mana mantu cantik mama ? Kenapa pulang sendiri ?", kata perempuan yang tak lain adalah mama Kenan itu menginterogasi. Tangannya masih menjewer telinga putranya itu.
Kenan membulatkan matanya. Bukannya mamanya kemarin yang mengadu padanya kalau ada masalah di perusahaan. Terus ada yang salah kalau Kenan pulang dan mau membantu.
"Istri aku masih belajar Ma, blom bisa pulang", lelaki itu berusaha melepas tangan mamanya.
"Mama tahu. So, kenapa kamu pulang ? masalah di sini sudah di handle papa, seharusnya kamu..."
"Ma please, lepasin telinga Kenan dulu ! gimana kalo putus ?", melas Kenan. Memutus ucapan mamanya.
Mama Jasmine mencebik.
"Biarin putus, kalo dibilangi gak pernah dengar", ucapnya. Tetapi tetap saja mengalihkan tangannya dari telinga Kenan. Lalu menepuk bahu putra lelakinya itu, cukup keras.
"Sudah mama bilang gak usah pulang, temeni mantu cantik mama, minimal sebulan kek", gerutunya. Lalu bersidekap dan melengos membelakangi putramya.
Kenan nyengir dan menjulurkan lidahnya. Tentu saja dilakukan di belakang mamanya. Lalu mendekatkan tubuh jangkungnya ke tubuh perempuan yang telah melahirkannya itu, memegang kedua bahunya dengan lembut. Sembari menundukkan kepalanya.
"Mama sayangggg.... Ken kan punya itikad baik, biar masalah perusahaan cepat kelar, kenapa gak boleh sih ? .... two days, I'll finished, promise !", ucapnya sambil mencuri satu kecupan di pipi mamanya.
Perempuan yang masih terlihat sangat cantik itu memutar tubuhnya. Menatap putra lelaki satu-satunya penuh peringatan.
"Two days, and.....you will accompany my lovely girl ?", ucapnya.
Kenan mengangguk cepat.
"Absolutely Mom, she is my beloved wife too", balasnya. Bukan cuma mantu cantik mama. Dia istri kesayanganku. Batin Kenan menegaskan.
Mama Jasmine langsung mencebikkan bibirnya.
"I know, dia istri kesayangan kamu, tapi dia juga mantu cantik mama, you must protect her, you know ", katanya bersikeras.
Kenan tergelak.
"Okay Mom...okay....", pasrahnya.
"How about Ken ?", tanyanya setengah merajuk dan meledek.
Mama Jasmine tersenyum.
"My handsome boy.....", jawabnya. Lalu memeluk tubuh jangkung atletis itu.
"I miss you my boy ", lirihnya di balik dekapan.
Kenan balas pelukan mamanya. Mengusap bahu mamanya lembut. Bibir seksi lelaki itu menyunggingkan senyum.
"Me too, mom ", balasnya.
*******
Kenan melangkahkan kaki jangkungnya memasuki area perusahaan. Dua orang bodyguard mengikutinya. Rasanya lama tidak menginjakkan kakinya di sana, padahal baru beberapa hari saja.
Setelah adegan drama, yag sangat manis dengan mamanya.....aihhhh, maksudnya sejenak Kenan menjadi anak lelaki yang baik dan manis, kini tampak ketegasan dan kewibawaan di wajah tampannya ketika memasuki ranah pekerjaannya.
Beberapa pegawai yang berpapasan mengangguk hormat. Beberapa pegawai perempuan tampak mencuri-curi pandang ketika berpapasan dengan langkah lelaki tampan itu. Dibalas dengan wajah flat saja olehnya.
Sebelum berangkat tadi mamanya berpesan
"Be careful my boy", begitu katanya. Masih teringat jelas. Kenan akan memperhatikan itu, karena tahu persis siapa yang akan dia hadapi.
Pintu ruang kerjanya langsung membuka begitu lelaki tampan itu berada di depannya. Dua bodyguard masih mengikuti. Kenan memberi tanda agar bodyguradnya menunggu di luar.
"Tapi tuan muda ? Pesan nyonya besar.... ", ingat bodyguard.
"Okay....okay..!", Kenan menyetujui. Membiarkan mereka masuk mungkin akan lebih bagus.
Baru saja masuk sudah terdengar suara.
__ADS_1
"Hallo Ken......how are you ? sweetest moment, all right ?", sapaan lembut seorang perempuan.
Yang kini nampak duduk di sofa dengan kaki terlipat, membuat rok pendeknya semakin tersibak, memperlihatkan paha putihnya. Senyum menggoda dia tampilkan dari bibirnya yang merah merekah.