Blind Date

Blind Date
124. Titik Terang


__ADS_3

"Babyyy... ", tiba-tiba Kenan tersentak. Seperti ada suara lembut istrinya berbisik di telinga memanggil namanya.


Lelaki yang tengah duduk di kursi, di ruang kerjanya itu spontan beranjak. Melongok pada kaca jendela yang tepat berada di sebelah kursinya.


Matanya menerawang ke arah awan putih yang berarak laksana salju di atas sana. Seraut wajah cantik terlintas dalam bayangannya. Tersenyum sangat manis padanya.


Lelaki itu menggeleng cepat, lalu mengusap wajahnya beberapa kali.


"Ya Tuhannnn....aku bisa gila !", gumamnya.


Dengan cepat kembali ke kursinya.


"Aku harus cepat beresin masalah ini", lalu kembali sibuk dengan laptopnya.


Mengotak-atik beberapa file dan gambar. Dari laporan yang diperolehnya, tidak ada nama istrinya tertera di daftar nama penumpang penerbangan hari ini. Tapi ada dua private jet lepas landas. Salah satunya berlogo BR Family.


Bibir seksi lelaki itu tersenyum sumringah. Apalagi setelah mengecek lebih lanjut kemana tujuan pesawat itu.


"I Get you, baby !", seraya menjentikkan jemarinya.


Meskipun belum bisa menemui istrinya sekarang, setidaknya Kenan ada gambaran keberadaan istrinya saat ini.


Lelaki itu menghembuskan nafas lega.


Kembali mengotak atik laptopnya dan terlihat mengernyit ketika membuka company profile dari direktur utama media terkemuka di kota itu.


"Jhonny Anggara, nggak asing sama wajahnya, tapi di mana ?", lirihnya.


Berusaha mengingat tapi pikirannya serasa buntu. Karena sebenarnya pikiran Kenan kini dipenuhi dengan istrinya.


"Arrrghhhh.....babyyyy !", erangnya seraya mengangkat dan meregangkan kedua tangannya.


Apa bisa dia melewati hari-hari tanpa Adelia ? Mata hazel lelaki itu memejam. Menghembuskan nafas berat beberapa kali.


Berjingkat kaget begitu sebuah tangan menepuk bahunya.


"Pengen ngomong apa ?", Kendra dengan mengejutkan langsung duduk di bahu kursi yang Kenan duduki.


"Asshhhh.....shittt, Ndra, ngagetin tahu !", gusarnya dan ..... plakkk, tepukan keras Kenan berikan di bahu lelaki itu.


Kendra tergelak.


"Satu sama ", masih dengan gelaknya.


Matanya tidak sengaja menangkap tampilan layar laptop di depan Kenan.


"Ehh wait ...!", tangan lelaki itu menggeser laptop agar lebih dekat. Lalu mengklik gambar profile di sana hingga muncul tampilan penuh.


"Bukannya dia lelaki yang bersama teman perempuan kamu tadi ", Kendra menatap Kenan penuh tanya.


Kenan mengedik tak peduli.


"Maybe... ", balasnya.


Kendra berdecak.


"Direktur utama media xxx di kota ini ?", lelaki itu bergumam sendiri.

__ADS_1


"Jangan bilang kamu udah berubah selera ya Ken ?", ledek Kendra.


"Jangan ngawur ! Apa maksud kamu ? Aku seratus persen normal, you know ?", seraya menepuk keras paha lelaki yang menyampir di pegangan kursinya itu.


Lalu Kenan beranjak, melangkah ke arah jendela dan berdiri di sana dengan tangan masuk ke saku celana. Sementara Kendra langsung merosotkan pantatnya ke kursi kerja Kenan.


" You know him ?", Kendra menatap Kenan penasaran. Sedang suami Adelia itu hanya menggeleng.


Kendra kembali mengamati gambar di laptop. Sebentar kemudian lelaki itu berseru.


"I know .... !", serunya.


Sementara Kenan yang mendengar itu segera menoleh ke arahnya.


"What do you mean ?", penasaran Kenan.


"Just a second !", kata Kendra seraya mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.


Lalu menyambungkan itu ke laptop.


"Come here, Ken !", pintanya.


Sedikit ogah-ogahan Kenan mendekat.


"Apaan ?", ketusnya.


Niatnya mau menggerutu. Tapi ketika melihat tampilan gambar di laptop Kenan mengernyit dalam.


"Dia teman Catherine", tunjuk Kendra.


"Or maybe her boyfriend ?", lanjutnya.


Teman Catherine ? Dia pemilik media yang menyebarkan berita hoax itu, yang menyebabkan istrinya pergi. Jangan2 mereka sekongkol. Batin Kenan.


Rahang lelaki itu seketika mengeras. Tangannya mengepal kuat. Spontan memukul meja kerjanya dan mengumpat kesal.


"Damn.....mau ngajak main-main rupanya !", geramnya.


Kendra sedikit terhenyak, dahinya terlipat dalam.


"Maksud kamu ?", herannya.


"Dia yang bikin istri aku minggat ", kesal Kenan.


"What do you talk about ?", Kendra penasaran.


"Nanti aku ceritain, sekarang .....let's go, kita kasih pelajaran dia ", Kenan segera memutar tubuhnya. Lalu melangkah cepat meninggalkan Kendra yang masih terbengong tidak mengerti.


"Bawa data kamu !", lanjut Kenan tanpa menoleh ke belakang.


"Wh....whattt.....?", bingung Kendra seraya beranjak dari duduknya. Sebelumnya meraih chip kecil yang terhubunhlg ke laptop.


Berdecak pelan, lalu segera mengekori sepupunya itu.


"Wait for me, I come with you !", serunya.


***********

__ADS_1


"Mau pergi sekarang ?", tanya lelaki muda itu seraya memeluk tubuh perempuannya


dari belakang. Bibirnya bergerak nakal menciumi leher putih dan rambut si perempuan.


"Uhmm....aku nggak mau dia curiga ", balas perempuan. Lalu memutar tubuhnya cepat begitu tangan lelaki itu bergerak nakal meremas dadanya yang masih belum tertutup sempurna.


"Aku masih kangen", bisik lelaki itu.


"Sssttt....enough for this day, okay !", balas perempuan muda itu sambil menahan tangan si lelaki.


Lelaki itu menarik tubuh perempuannya agar menempel di tubuhnya. Memeluknya erat. Tak ayal lagi, pakaian yang belum tertutup sempurna perempuan itu kembali tersibak kancingnya.


"One more time, please !", mohonnya.


"Don't worry, aku udah singkirin saingan kamu !", lanjutnya.


Perempuan muda itu menghela pelan. Lalu menatap lelaki itu dengan sorot memohon. "Jhon......please !", tolaknya halus.


Perlahan lelaki muda itu melepas pelukannya.


"Okay, I know ...... aku emang nggak penting buat kamu ", balasnya. Tapi tampak sekali guratan kecewa di wajahnya.


"Yo can go !", katanya lagi seraya mengusap wajahnya kasar, lalu memutar tubuhnya dan melangkah pergi.


Spontan berhenti begitu dua tangan mungil melingkar di perutnya.


"Mau kemana ? Siapa bilang kamu nggak penting buat aku ? Just do it !", suara lembut perempuan itu berbisik di telinganya.


Bibir lelaki itu tersenyum. Secepat kilat kembali memutar tubuhnya. Lalu tanpa aba-aba mengangkat tubuh perempuan cantik itu ke gendongannya. Membuat kedua kaki perempuan muda itu melingkar di pinggangnya.


Tidak tahu siapa yang memulai, kedua anak manusia itu saling bercumbu hebat.


Tanpa menghentikan kegiatan mereka, melangkah ke arah ranjang besar di kamar itu.


"Be carefull...the baby !", ingat perempuan muda itu begitu lelakinya sudah menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


"Absolutely, dear !", balas lelakinya dengan suara berat karena diliputi gairah.


***********


"Asssemmm ya Ken, aku kira di ajak ke mana, eh...ternyata cuma ke sini ", olok Kendra. Dikiranya Kenan mengajaknya menghajar lelaki itu, tapi cuma ke ruangan di sebelah ruang kerjanya. Yang dipenuhi alat IT yang serba canggih.


"Kamu pasti suka di sini ", ucap Kenan seraya duduk di kursi. Di depannya tampak sebuah monitor besar dengan berbagai tombol berderet di sana. Kendra segera duduk di sebelahnya.


"Yuhuuuu....berasa berselancar di luar angkasa ", seru Kendra.


"Apa aku bilang ? Mana mungkin kamu nggak suka, mana chipnya ?", mengulurkan tangannya ke arah Kendra.


"Good....let's get start it !", Kenan tersenyum jahat.


"Kita buat dia kayak cacing kepanasan !", lanjutnya.


"Whatever, I like your style, dude !", balas Kendra.


Keduanya saling tatap dan mengangguk. Lalu menyatukan punggung tangan mereka.


"Tim mesum beraksi !"

__ADS_1


Dan kegilaan tingkah mereka dimulai.


__ADS_2