
"Maaa ... Adel masih ngantuk ", bibir mungil itu menguncup lucu. Matanya masih terpejam. Mengira yang mengusik adalah mamanya.
Kenan tersenyum memperhatikannya. Tangannya dari tadi sibuk
menoel bibir dan hidung mancung Adelia yang kini terlelap dengan posisi miring di depannya. Hingga perempuan itu terusik dan berkata-kata dalam tidurnya.
Lelaki itu menggunakan sebelah tangannya untuk menopang kepalanya. Jadi dengan mudah bisa mengamati wajah cantik istrinya dan menjahilinya.
Kenan sempat terlelap sebentar tadi. Tapi terbangun ketika mendengar Adelia mengigau dan kakinya menendang-nendang.
"Jahat kamu Ken.....aku tendang kamu !", igaunya tadi.
Kenan segera memeluknya dan menepuk-nepuk lembut pinggulnya hingga Adelia terlelap lagi.
Waktu masih dini hari. Lelaki itu menghentikan keusilan tangannya. Membuat Adelia kembali terlelap.
"Menggemaskan banget kamu, sayang", lirih Kenan di depan wajah cantik itu. Pandanganya tak beralih dari bibir mungil merah itu.
Iya, bibirnya, hhmmm......sungguh menggoda. Apalagi saat komat-kamit lucu. Ingin rasanya Kenan menerkam bibir itu. Menggulatnya sampai puas.
"Ssshhh....dingin..... ", bibir mungil itu menggumam lagi. Kedua tangannya ia gunakan sebagai bantalan pipinya. Imut sekali. Seperti kucing yang sangat manis. Itulah yang Kenan pikirkan saat ini.
Tidak bisa menahan, Kenan dekatkan wajahnya. Diraihnya bibir mungil itu. Awalnya dikecapnya lembut dan hati-hati. Lama kelamaan menjadi lummatan. Yang penuh gairah.
"Emhhhhh.....", Adelia melenguh, sepertinya sangat terusik dengan cumbuan lelaki itu. Tapi matanya masih terpejam.
Ketika ciuman Kenan semakin hebat dan penuh gairah, memagut bibir Adelia seakan menikmati buah cherry yang manis, tiba-tiba mata perempuan cantik itu terbuka.
Mata cantik itu membulat sempurna begitu melihat wajah lelaki yang begitu dekat di depan wajahnya.
Dengan cepat dan sepenuh tenaga di dorongnya dada lelaki itu. Hingga jatuh terjengkang di bawah ranjang.
Brakkkkk.......
"What the hell are you doing ? Who are you ?", seru Adelia. Terlalu terkejut, belum menyadari yang terjadi. Tentu saja nyawanya belum terkumpul dengan sempurna.
"Arrghhh....", Kenan mengerang kesakitan memegangi pinggangnya. Masih dengan terbaring di lantai.
"Kennn.....kamu ?", Adelia segera bangun dari baringnya.
"It's hurt, baby !", pelasnya. Selalu dengan gayanya yang lebay itu.
"Ngapain kamu di sini ? Ahhh .....maksud aku ..... kok bisa .......?", bingung Adelia. Berusaha mengingat apa yang terjadi.
"Sayang, ada apa ?", seruan mama Rose dari luar pintu kamar, membuyarkan fokusnya.
Tersentak Adelia segera menoleh ke arah pintu. Kenan berusaha bangkit. Tapi Adelia dengan cepat berguling dan menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh lelaki itu.
"Eughhh...baby.", desis Kenan. Tubuh lelaki itu kembali terlentang, sedang tubuh Adelia berada di atas tubuhnya. Segera duduk di atas perut lelaki itu.
"Sssttttt.....", Adelia menaruh jemarinya di bibir. Meminta agar Kenan diam. Pandangannya tertuju ke arah pintu.
Sebentar kemudian terdengar pintu terbuka.
"Aishhh, kenapa gak di kunci pintunya ?", kepala Mama Rose menyembul dari balik pintu.
"Kenapa sayang ? Kayaknya mama dengar sesuatu.......ahhh, kenapa di lantai begitu ?", tanya Mama Rose. Sambil melangkah masuk.
"Eng....enggak papa Ma.....Adelia mimpi, terus terjatuh ", segera Adelia menyahuti. Tangannya dia letakkan di atas dada bidang Kenan, menahannya agar tidak bangun. Sementara, lelaki itu meletakkan tangannya sebagai bantalan di bawah kepalanya. Mengamati Adelia dari bawah sambil senyum-senyum.
"Jatuh ? ", ulang Mama Rose.
"Ada yang sakit, sayang ? Apa kamu baik-baik saja ?", cemas mamanya. Sambil terus melangkah masuk. Menuju arah ranjang.
Adelia segera menahannya.
"No, Ma, Adel baik-baik aja, Mama balik tidur aja", katanya.
Mama Rose menghentikan langkahnya.
"Bener gak papa ? Gak ada yang sakit ?", Mama Rose masih cemas.
"Aku yang sakit sayang", bibir Kenan bergumam.
Adelia menatapnya penuh peringatan.
__ADS_1
"Enggak ada, Ma ... gak ada yang sakit, mama tidur lagi aja ", balas Adelia cepat.
Mama Rose menghela lega.
"Okay kalo begitu sayang, mama balik ke kamar. Buruan naik ke ranjang, jangan duduk di bawah begitu ? ", tutur Mama Rose sambil memutar langkahnya.
"I...iya Ma ", jawab Adelia.
Adelia menaruh jemari di bibirnya ketika Kenan kembali bertingkah.
"Ssstt....biarin mama keluar dulu !", lirihnya.
Lelaki itu sibuk memeluk pinggang Adelia dan hendak bangkit dari baringnya.
"Apa sayang ?", Mama Rose yang sudah sampai di ambang pintu menoleh.
"Eh...enggak Ma, ini loh selimut Adel kenapa bisa belibet begini sih", Adelia beralasan.
Mama Rose ber-o ria. Lalu keluar dan segera menutup pintu.
"Jangan lupa kunci pintunya !", pesan mama Rose sebelum pintu benar-benar tertutup.
"Okay, Ma ", jawab Adelia.
"Eggghh....", perempuan cantik itu terkejut. Karena begitu pintu tertutup, spontan Kenan bangun dan memeluk tubuhnya erat.
"Kennn.....!", berontak Adelia.
"Lepasin, biar aku kunci dulu pintunya !", Adelia pukul dada lelaki itu. Kenan tak bergeming. Malah mengeratkan pelukannya.
"Just a moment, baby...I miss you so much", bisik Kenan di telinga Adelia.
Adelia masih berontak.
"Lepasin, urusan kita belum selesai !", katanya.
Kenan tetap memeluknya erat. Seakan tak ingin melepasnya lagi.
"Don't you miss me, baby ?", bibir lelaki itu kembali berbisik. i.
Tentang perempuan itu. Iya perempuan dari masa lalu Kenan., yang Adelia pun pernah memergokinya di kantor Kenan. Mereka bercumbu di sana. Tapi itu dulu, tentu saja Adelia tidak merasakan apapun waktu itu, karena belum mencintai Kenan.
Tapi sekarang ? Adelia kesal sekali.
"Lepasin Ken....kita beresin dulu masalah kita, please !", lirih Adelia. Memohon.
Dan apa yang bisa Kenan lakukan kalau istrinya sudah memohon seperti itu ? Tentu saja Kenan menuruti.
Pelukan lelaki itu mulai merenggang, perlahan terlepas, lalu menjauhkan tubuh mereka. Masih berada dipangkuan Kenan yang duduk di bawahnya dengan kaki selunjur. Adelia bisa melihat lelaki tampan itu menghela berat.
"Mau kemana, sayang ?", tanya Kenan begitu Adelia beranjak dari pangkuannya.
"Aku kunci pintu dulu", balas Adelia.
Kenan mengangguk.
"Don't be long, baby.......Aku gak bisa jauh dari kamu !", ucapnya.
"Huft....!", Adelia menghembuskan nafas berat dan menggeleng. Lalu bergegas menuju ke arah pintu.
Adelia memutar tubuhnya begitu pintu sudah terkunci. Dan langsung bertubrukan dengan dada bidang lelaki tampan yang sebenarnya sangat dia rindukan itu.
"Uhmmm....Ken, ngapain kamu ikutin aku ?", Adelia tersipu. Tiba-tiba dadanya berdebar seperti orang yang jatuh cinta lagi.
"Udah aku bilang, aku gak mau jauh dari kamu, sayang ", lembut lelaki itu. Selesai berucap, Kenan segera meraih tubuh Adelia. Membawanya dalam gendongan.
"No, Ken......turunin aku !", seru Adelia.
"Ssttt.......nurut aja sayang, jangan sampe istri aku tambah capek. Capeknya sama aku saja !", balas Kenan.
Bibir Adelia mencebik.Lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenan dengan pipi yang memerah.
**********
"Biar aku duduk sendiri, Ken !", Adelia bersikeras. Hendak beranjak dari pangkuan lelaki itu.
__ADS_1
Mereka meerencanakan apa yang akan dilakukan esok hari. Tapi Kenan tidak membiarkan Adelia duduk sendiri. Di atas ranjang, lelaki itu membawa tubuh istrinya agar duduk di pangkuannya. Sedangkan lelaki itu menyandarkan bahunya di dasbord ranjang.
Adelia merasa tidak nyaman. Karena sejak tadi ada sesuatu di bawah sana yang menusuk pinggulnya. Terus-terusan.
"No, baby, biar begini aja, aku gak mau jauh sama kamu ", balas Kenan. Sambil menoel bibir mungil Adelia.
Tetap itu saja alasannya. Membuat Adelia mencebikkan bibirnya.
"Bener, kamu gak ngapa-ngapain sama perempuan itu ?", tanya Adelia. Sudah ke sekian kalinya.
"I promise, baby, kamu bisa lihat buktinya besok", Kenan mengangkat dua jemarinya. .
Adelia memanyunkan bibir.
"Don't lie to me Ken, It will hurt so much !", yakinnya. Menatap Kenan dengan sorot sendu.
Kenan raih dagu cantik itu agar beradu pandang dan berhadap dengannya. Ditatapnya mata cantik itu lekat dan penuh kelembutan.
"I'll be loving you, baby....only you ....for the rest of my live, now and forever.....I promise !", yakinnya.
Kedua mata itu saling tatap. Ada cinta dan kerinduan yang begitu besar dalam pandangan itu.
Tak lama kemudian, Adelia menghambur ke
pelukan lelaki itu.
Masih dalam pangkuannya, dengan posisi kedua kaki Adelia selonjor ke sebelah kanan tubuh Kenan, lelaki ity balas pelukan istrinya kebih erat.
"I miss you, Ken ", lirih Adelia dalam pelukan.
"I miss you so much, baby ", balas Kenan. Mereka berpelukan beberapa saat. Begitu Adelia melepas pelukannya, Kenan angkat tubuh cantik itu agar duduk di pangkuannya dengan kedua kaki terbuka.
"Ken...awww....!", seru Adelia karena terkejut. Kedua tangan mungilnya bertumpu pada bahu lebar Kenan. .
Lelaki itu terkekeh.
"Enakan begini kan ?", ucapnya.
Kedua tangannya memeluk erat pinggang ramping istrinya.
Kedua anak manusia itu saling berhadapan dan saling tatap penuh kerinduan.
"Mau ngapain ?", goda Adelia.
Kenan tersenyum. Lalu menangkup kedua sisi wajah Adelia.
"Do what I want to, baby ", ucapnya. Dengan senyum mesum.
"Wh...emhhh", belum sempat Adelia selesai berucap, Kenan sudah membungkam bibirnya. Menggulat bibir istrinya yang dari tadi belum tuntas dia lakukan.
"Emmhhhh.....baby ", lenguh lelaki itu di sela-sela cumbuannya. Mereka saling berbalas pagutan. Pertukaran saliva dan tarian lidah di dalam sana yang dashyat, membuat ciuman itu semakin menggila.
"Emmhhh....Kennnnn....", Adelia menjauhkan bibirnya. Dan menahan bibir Kenan yang masih sangat bergairah menyerangnya.
"Why, baby ?", tanya lelaki itu. Tidak sabar. Lalu kembali menyambar bibir mungil Adelia. Sebelum perempuan itu sempat menjawab pertanyaannya.
"Kennnn....", kata Adelia sambil menahan bibir Kenan.
"Just kiss, kamu harus pulang sekarang !", ingat Adelia. Ditatapnya lelaki itu dalam.
Kembali Kenan pagut bibir mungil itu.
"Kenapa, sayang ? Aku mau tidur sini ", "Pengen itu", pelasnya.
Sambil mengusap bibir Adelia yang semakin memerah karena ulahnya. Lalu tangannya bergerak, mengelus sesuatu di bawah sana yang sudah menegang hebat..
"Besok aja, kalo urusan udah kelar. Siapa suruh gak lewat pintu depan ?", ledek Adelia. Sambil mengelus pipi dan dada bidang Kenan lembut.
Bibir Kenan cemberut.
"Gimana sama ini, sayang ?", Kenan bawa tangan mungil Adelia agar menyentuh sesuatu di bawah sana.
"Bilangin sabar sampe besok, okay ? .jangan sampe papa mama tahu kamu nyelinap ke sini dan mau mencuri anak gadisnya ", Adelia elus sesuatu di bawah sana lembut. Membuat mata hazel Kenan memejam, Menahan sesuatu yang membuatnya tidamak nyamab.
Begitu membuka, mata hazel itu menatap nakal pada tubuh istrinya. Seakan menguliti Adelia.
__ADS_1
"Okay, baby. sekarang kamu bisa istirahat, karena besok gak ada waktu buat itu", tegasnya.