
Kenan mencuri pandang wajah cantik yang tengah cemberut itu. Adelia, iya Adelia, istri cantiknya yang kini sedang duduk di balik kemudi. Perempuan cantik itu sedang merajuk sekarang.
Karena apa? Tentu saja karena Kenan sudah dua kali membuatnya ngambek.
Pertama, ketika Kenan bersikeras mengajak Adelia ke Disney Land. Melanjutkan rencana mereka yang tertunda akibat ulah beberapa pengacau tadi.
Alasannya sederhana sih, ingin menghabiskan waktu berdua di tempat favorit istrinya. Sebelum mereka pulang.
Setelah mendengar kabar dari mama Jasmine, mereka sepakat akan pulang. Bersama. Ingin membantu menyelesaikan masalah di perusahaan.
Tapi usul Kenan beberapa saat yang lalu itu justru membuat Adelia uring-uringan.
"No way, Ken, ingat kata Dokter, kamu harus istirahat sekarang ! ", tegas istrinya. Dengan tegas menolak keinginannya.
"Baby, please ! ", melas lelaki itu. Tapi tidak menggoyahkan keputusan Adelia.
"No.....Kenn, please listen to me, you're hurt, okay !", Adelia bersikeras.
Sesekali menoleh ke samping, ke arah suaminya yang dari tadi tidak melepaskan pandangan ke arahnya.
Kenan tersenyum tipis. Dari dulu tidak bisa menolak, juga tidak bisa marah pada gadis kecilnya ini.
Tapi bukan Kenan, kalau tidak punya banyak alasan. Dan tetap saja selalu dibumbui dengan kata-kata mesumnya.
"I'm okay baby. Luka aku nggak bahaya kan ?", belanya. Bibirnya tersenyum nakal.
"Punya aku nih yang bahaya, nggak mau diam kalau deketan sama kamu", lanjutnya.
Langsung membuat bibir mungil Adelia mencebik.
"So what? Jangan bilang kamu pengen itu !
Ingat Ken, don't move to much ! ", ingat Adelia. Sambil menoleh galak ke arah suaminya.
Kenan terkekeh. Senyum mesum masih menghias bibirnya.
"Ingat sayanggg....aku ingat ", masih dengan kekehan mesumnya. Mencondongkan kepalanya ke depan agar bisa melihat wajah cantik istrinya dengan leluasa.
"Aku nggak boleh banyak gerak, kamu boleh kan, baby ? ", godanya.
Spontan Adelia menginjak rem mobil. Lalu menoleh dengan tatapan galak ke arah suaminya.
"Kennnn....!", serunya seraya memukul bahu Kenan keras.
"Sorry baby.....sorry..... !", Kenan angkat kedua tangannya ke atas. Suara kekehan masih terdengar dari bibirnya.
Gemas sekali melihat istrinya kalau ngambek dengan pipi yang selalu memerah seperti itu. Itulah salah satu alasan kenapa Kenan suka menggodanya.
"Jangan aneh-aneh......atau aku marah beneran ! " , lanjut perempuan cantik itu. Lalu kembali menjalankan mpbilnya.
"Enggak aneh sayang, cuma pengen bercin...... ", belum selesai ucapan Kenan sudah di potong oleh Adelia.
"Kenn.....", dengkus Adelia. Mobil kembali berjalan.
"Hmmm.... apa sayang? ", lembut Kenan. Adelia hanya menggeleng pelan.
Kenan senyum terkulum.
__ADS_1
Sebentar kemudian terdengar bibir lelaki itu kembali berucap.
"Beneran pengen making love, baby.... right now ", lanjut Kenan. Seraya meletakkan tangannya di belakang kepala.
Sengaja menggoda istrinya.
Adelia mencebikkan bibirnya. Ada seulas senyum tipis di sana. Tapi mungkin lebih baik diam, daripada Kenan makin ngelantur nanti.
"Whatever, Ken ", balas perempuan cantik itu selanjutnya.
Kenan terkekeh kecil. Sementara Adelia nampak fokus ke jalanan. Kenan menegakkan tubuhnya dan menoleh cepat ke arah istrinya.
"So, we can.....", suara dering gawai menghentikan ucapan Kenan.
Segera meraih gawai di dasbord mobil.
"Yes, what's going on? ", tanya Kenan pada seseorang di seberang sana.
Alis lelaki tampan itu memgernyit dalam. Sekilas melihat dengan ujung matanya ke arah perempuan cantik di sampingnya. Yang masih mencebikkan bibir mungilnya. Dan fokus ke jalanan menuju arah apartemen.
Hemmm.... Kenan ingin sekali menggigit bibir menggemaskan itu. Melihat itu saja emosi Kenan serasa teredam. Buktinya senyum tipis menghias bibirnya. Padahal nampak sekali beberapa saat yang lalu wajah tampannya menegang begitu seseorang di seberang sana bicara.
"Okay, tetap awasi mereka ! ", perintahnya sebelum menutup gawainya.
Masih mengamati gawainya. Ada sebuah notifikasi masuk.
"Ashhhhhh.... ", geramnya tertahan.
Oppsss.... hampir saja Kenan mengumpat kesal melihat tampilan gawainya.
"Something wrong?", bibir mungil istrinya bertanya. Kenan tersenyum tipis. Istrinya ini lagi ngambek, tapi masih juga peduli dengan masalahnya. Itulah yang membuat Kenan jatuh cinta. Gadis kecil yang care, lembut hatinya dan penyayang, biarpun sedikit arogan.
"Everything is okay", bisik Kenan lagi.
"Really ? ", Adelia menyakinkan.
Kenan mengangguk cepat.
"Sure baby, there's nothing to worry about ", yakin Kenan.
"Okayyy.... ", Adelia mengangguk setuju.
Beberapa saat keduanya terdiam. Sesekali tampak Adelia melihat dengan ujung mata ke arah suaminya. Dan Kenan tahu itu. Istrinya adalah perempuan cerdas. Tentu saja, kalau tidak, belum tentu bisa lulus sarjana dalam usia yang masih teramat muda.
Kenan bilang semua baik-baik saja, tapi Adelia sepertinya bisa melihat kegalauan di wajah tampan lelakinya itu.
Kenan serba salah. Bilang tidak.... bilang tidak. Kalau bilang pasti istrinya ngambek lagi. Kalau tidak, berarti harus mengajak istrinya pulang, dan kalau istrinya tahu..... argghhhh.... pasti tambah murka dia.
"Baby.... uhmm... ", Kenan mulai angkat bicara lagi.
"Uhmmm.... ", balas Adelia. Sedikit menoleh dan tersenyum simpul. Sepertinya sudah menduga suaminya akan mengatakan sesuatu.
"Uhmm.... kayaknya aku pulang sendiri aja ya, kamu harus kuliah kan besok ?", ucap Kenan sedikit ragu. Khawatir istrinya ngambek lagi. Dan tak ayal bibir mungil itu kembali merengut.
"Kenapa? Nggak suka aku bantuin? Nggak suka pulang sama aku? ", rajuk Adelia.
Kenan mengusap wajahnya kasar. Lalu memutar tubuhnya agar menghadap ke arah istrinya. Ditaruhnya tangannya di paha perempuan cantik itu.
__ADS_1
"Bukan begitu sayang, kamu harus kuliah, biar aku handle masalah ini sendiri, okay? ", rayunya.
Bibir mungil Adelia mencebik.
"Tadi siapa yang ngajakin pulang? Pake maksa lagi, sekarang?", protesnya.
"I know, baby.... I'm wrong, I'm sorry, honey....but.... ", ucapan Kenan terhenti karena istrinya mengangkat sebelah tangannya. Lalu mengalihkan tangan Kenan dari pahanya. Bibir mungil merah itu ganti berucap.
"Enough Ken..... I understand ", katanya.
Kenan langsung diam. Menatap istrinya penuh sesal. Kenapa harus mengatakan seperti itu. Tapi Kenan harus melakukannya atau semua bertambah runyam.
Kenan alihkan tubuhnya kembali ke arah depan. Istri cantiknya yang kini berubah layaknya singa garang membuat hati Kenan menciut. Dengan tatapan tajam, manik cantik kecoklatan yang membuat Kenan bertekuk lutut itu fokus ke arah jalanan di depan sana.
Sudah kesekian kalinya Kenan mencuri pandang ke arah istrinya. Tapi tetap saja ekspresi datar yang ditunjukkan perempuan cantik itu. Dan satu lagi bibir mungilnya masih merengut, menggemaskan. Membuat Kenan tidak bisa marah. Tapi juga tidak bisa berkata apa-apa, daripada istrinya tambah marah nanti.
Mobil yang mereka tumpangi kini sudah memasuki area parkir apartemen, keduanya masih membisu seribu bahasa.
Begitu Adelia mematikan mesin, dengan cepat Kenan membuka pintu. Keluar dan melompat di atas badan mobil bagian depan dengan bertumpu pada tangannya.
"Kennn.... what are you doing? ", teriak histeris Adelia. Mengingat suaminya itu tengah terluka. Dengan cepat perempuan cantik itu menyusul membuka pintu mobil. Di depannya lelaki tampan yang membuatnya jengkel itu sudah berdiri membungkuk dan mengulurkan tangannya.
"Please, my love! ", ucap Kenan.
Menghentakkan kakinya kesal, Adelia justru melangkah melewati tubuh suaminya. Tapi baru beberapa langkah, tangan besar sudah memeluk tubuhnya dari belakang. Kenan.
"I love you, baby..... forgive me! ", bisiknya.
Bibir mungil Adelia yang semula cemberut sedikit tertarik ke samping. Pipinya merona. Tanpa sadar sikutnya bergerak ke belakang, menyikut perut suaminya.
"Oughhhhh.....", lenguh Kenan. Sebelah tangannya masih memeluk tubuh istrinya. Sebelah tangan yang lain memegangi perutnya.
Tersadar Adelia segera memutar tubuhnya.
"Oh my god, I'm so sorry Ken...are you okay?", cemas Adelia. Tangan mungilnya menyentuh perut Kenan.
Masih dengan ekspresi kesakitan. Kenan menegakkan tubuhnya.
"It's hurt, baby....oughh !", jawab Kenan.
"Balik ke Dokter ya...mana yang sakit ?", cemas Adelia.
Tangannya berusaha membuka kemeja Kenan.
"No baby, jangan di sini ! ", Kenan menahan tangan Adelia.
Mengernyit dalam, Adelia menatap wajah tampan suaminya. Bukan lagi ekspresi sakit di sana, tapi mesum dan menjengkelkan seperti biasanya.
"Kennn.......ngerjain aku ya !" , gusar Adelia. Lalu dengan cepat memutar tubuhnya dan meninggalkan suaminya. Kenan terkekeh.
Lalu dengan cepat menyusul istrinya. Dengan sekali gerakan mengangkat tubuh perempuan cantik itu dalam gendongannya.
"Kennn.....put me down !", berontak Adelia.
"Sssttt.....jangan berisik sayang, nanti kena luka aku ! ", bisik Kenan.
Dan benar saja membuat Adelia langsung diam dan menyembunyikan kepalanya di leher kokoh lelaki itu.
__ADS_1
"Jangan salahin aku kalau sakit lagi !", gumam Adelia.
"Hummm.... "