
"I catch yaa, baby ", suara bariton terdengar dekat di telinga Adelia.
Semula gadis cantik itu hendak berontak dan menarik tubuh seseorang yang membekapnya itu. Lalu membantingnya.
Tapi demi mendengar suara dan bau maskulin seseorang di belakangnya itu, Adelia mengurungkan niatnya.
Bibir mungilnya langsung menyunggingkan senyum, begitu sebelah tangan besar itu melepas bekapannya. Sementara sebelah tangan besar yang lain masih memeluk tubuhnya. Erat.
"Really ?", balas perempuan cantik itu. Lalu dengan cepat sikutnya bergerak menyodok ke belakang.
Terdengar suara kekehan.
"Nggak akan aku lepasin", suara bariton itu terdengar lagi. Berbisik di telinga Adelia.
"Coba aja !", Adelia terkekeh. Lalu dengan cepat melompat dengan kedua kakinya bertumpu di daun pintu. Secepat kilat memutar tubuhnya dan melepaskan pelukan lelaki itu. Merubah posisi mereka sehingga berhadapan sekarang.
"How come ? Wanna catch me.....again ?", godanya. Lalu melayangkan serangan ke arah lelaki di depannya.
Lelaki tampan itu tergelak.
"Baby girllll......awas ya !", ujarnya seraya menangkis serangan Adelia.
Keduanya berbalas serangan sambil bercanda. Kekehan kecil terdengar dari bibir keduanya.
Terus berbalas serangan hingga akhirnya , secara mendadak Adelia menghentikan gerakannya.
"Kennnn.....!", serunya manja. Lalu menghambur memeluk tubuh lelaki itu. Disambut dengan senang hati oleh si lelaki. Tampak sekali dari senyum lebar di bibir seksinya.
"Naughty baby ", lembutnya seraya memeluk erat perempuan cantik itu.
"I miss you so much", lanjutnya.
"I miss you too ", balas Adelia di balik pelukan.
Beberapa saat mereka berpelukan.
"Awww....Kennn !", seru Adelia begitu lelaki itu mengangkat tubuhnya. Membuat kaki mungilnya melingkar di pinggang kokohnya.
Lelaki tampan yang tidak lain adalah suami tercintanya itu menatapnya lekat. Sinar kerinduan dan gairah yang membara nampak di sana.
"Wanna blow up, baby ", ucapnya.
Lalu tanpa aba-aba menyambar bibir Adelia. Memagutnya dalam. Sangat dalam. Dan penuh gairah. Membuat Adelia kewalahan.
"Kennn....masuk dulu", lirih Adelia di depan bibir Kenan.
"Hmmm....", lelaki tampan itu menggumam. Lalu kembali meraih bibir mungil Adelia. Tanpa melepas ciumannya, tangannya bergerak membuka pintu.
Begitu pintu menutup kembali, suara decapan dan nafas memburu semakin jelas terdengar.
***********
__ADS_1
"Must be here ", gumam Kendra. Dari sebuah mobil sport tampak mengamati sebuah apartemen.
Membuka kaca mobil, lalu meraih spy cam di dasbord mobil. Mengarahkan alat itu ke lokasi apartemen.
"Where is she ?", lelaki itu bicara sendiri. Masih setia mengamati. Dalam diam beberapa lama.
"C'mon girl, don't let me down !", mendesah berat begitu lama tak ada tanda-tanda yang menggembirakan
Ketika hendak menaruh kembali spy cam nya, mengurungkan itu begitu melihat sosok cantik keluar dari salah satu apartemen.
Dengan cepat memperjelas pengamatannya. Bibir lelaki itu tertarik ke samping.
"Beneran kamu, litlle girl ", lirihnya. Masih mengarahkan spy cam ke sasaran. Mengamati sesosok cantik yang diincarnya sambil senyum-senyum sendiri. Cukup lama.
Sesekali lelaki itu beringsut. Bergerak gelisah karena ada sesuatu yang tidak nyaman.
Menaruh kembali spy cam ke dasbord mobil begitu buruannya kembali masuk ke apartemen . Lalu helaan lega keluar dari bibir lelaki tampan itu.
"I found you, girl ", sambil merebahkan kepalanya di jok mobil. Senyum tampan masih menghiasi bibirnya.
"Ashhhh.....shitttt !", umpatnya begitu sesuatu kembali bergerak gelisah di bawah sana. Lagi. Untuk ke sekian kalinya, begitu memikirkan gadis cantik itu.
"Big snake mad ", gumamnya. Sebelah tangannya bergerak mengelus sesuatu di bawah sana. Beberapa saat berusaha menenangkan sesuatu yang bergejolak itu. Sebelah tangan yang lain mengetuk-ngetuk setir kemudi.
"Mesum gila ......akurat juga info dia", ucapnya lagi.
"I have to say thanks", sambil meraih benda pipih di dasbord.
"Pasti lagi sibuk dia", ucapnya lagi sebelum menekan nomor yang di tuju.
***************
"Kennn......", lenguh Adelia. Begitu lelaki tampan yang sudah menjadi suaminya itu mengeksplor seluruh tubuhnya penuh gairah.
Beberapa hari tidak bertemu membuat Kenan serasa ingin meledak. Lelaki itu bagaikan serigala lapar. Tanpa permisi sudah menanggalkan kain yang melekat di tubuh Adelia dan di tubuhnya sendiri.
Masih berjalan sambil menggendong istrinya menuju ke ranjang besar di kamar itu, Kenan tak berhenti beraksi. Wajah cantik Adelia sudah sangat memerah karena ulahnya.
Begitu menurunkan tubuh istrinya perlahan ranjang, terdengar dering gawai. Dari balik saku celananya.
"Kenn....your phone", Adelie menahan dada terbuka lelaki yang terus mengeksplor tubuhnya itu. Dari atas ke bawah. Dari bawah ke atas. Berulang kali.
"Hmmm.......", Kenan tetap asyik dengan kegiatannya. Di bukit yang bulat padat dan menonjol indah, seolah menantangnya terus melakukan lebih dan lebih.
"Kennn.....emmhhhhh", Adelia memukul bahu Kenan cukup keras. Membuat kepala lelaki itu mendongak, tanpa melepas puncak ranum yang tengah asyik di nikmatinya.
Adelia menatap galak. Bibir gadis cantik itu cemberut. Tapi semakin terlihat menggemaskan di mata Kenan.
Lelaki itu mengangkat wajahnya. Lalu beralih ke atas, tepat di depan wajah cantik Adelia. Dengan cepat meraih bibir mungil cemberut itu. Mengecapnya lembut.
"Biarin aja, sayang", ucap Kenan akhirnya.
__ADS_1
Adelia kembali memukul bahu lebar lelaki itu.
"Terima dulu ato matiin !", suruhnya.
Kenan tersenyum. Mengecap bibir mungil Adelia lagi.
"Okay, as you wish baby ", patuhnya sebelum meraih gawai yang terus saja berdering itu. Bukannya menerima telepon. malah memberikan gawai itu ke Adelia.
"Help me, baby, please !", pintanya. Meminta Adelia yang mengangkat telepon itu.
Adelia menggeleng pelan. Mencubit pinggang suaminya sebelum menerima gawai itu. Kenan tergelak. Menegakkan tubuhnya, lalu dengan cepat melucuti kain yang melekat di bagian bawah tubuhnya.
"Kendra", lirih Adelia. Lalu menggeser tombol hijau dan loud speaker di layar benda pipih itu.
"Just turn off baby !", sahut Kenan demi mendengar nama sepupunya. Pasti ngrecokin. Batin Kenan.
"Hehhh.....apa yang dimatiin ?", suara dari seberang sana menginterupsi.
Kenan segera kembali ke posisi semula. Ke atas tubuh cantik istrinya. Dengan bertumpu pada kedua tangannya. Adelia mendekatkan gawai yang dipegangya ke arah suaminya.
"What's up ? I'm busy, now ", galak Kenan. Lalu meraih gawai yang di pegang istrinya.
Melempar gawai itu sembarang ke bagian ranjang yang kosong.
"Kennn.....don't ......emhhhh ", cegah Adelia. Tapi tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Kenan sudah menempelkan bibirnya. Memagut benda lunak itu dengan antusias.
"Ehhh.....wait Ken .....!", terdengar samar-samar suara Kendra lagi. Dari balik gawai.
Kenan dengan sengaja memperjelas suara decapan bibirnya yang beradu mesra dengan bibir Adelia.
"Kennn....are you there ?", terdengar suara lagi dari gawai yang masih menyala itu.
"Kennnn.....", suara merdu Adelia yang justru terdengar. Dan lenguhan Kenan yang tengah on fire. Kedua suara merdu itu saling bersahutan.
"Damnnn you Ken !", suara umpatan samar masih terdengar. Kendra. Lalu suara gelaknya menyusul.
Kenan melepaskan kain terakhir dari tubuh putih mulus Adelia. Tanpa berhenti mencumbunya.
Lalu sebentar kemudian terdengar seruan keras Adelia.
"Kennnn......it's hurt ", disusul suara decapan keras dari bibir Kenan.
Gawai Kenan masih menyala. Dan tentu saja Kendra masih bisa mendengar itu.
"Hold on baby, just a second.....we'll enjoy it", suara Kenan di sela erangan nikmat dari bibirnya.
Layar gawai itu akhirnya padam begitu suara Kenan terdengar lagi.
"Arrgghhhh..... Baby......hmmm, You're so delivious !"
Sementara lelaki di dalam mobil, di luar sana menggumpat kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya.
__ADS_1
"Mesum gila nggak ada akhlak ", gerutunya.