
di kediaman keluarga Abraham, seorang gadis berusia 23 tahun sedang bersimpuh memohon di bawah kaki sang ayah dengan berderai air mata
"hiks hiks, ayah Fira ngga mau nikah sama Geri, dia suka mabuk-mabukan ayah" gadis yang bernama fira itu masih terus berlutut dibawah kaki ayahnya
"dia berbohong ayah, setau Yuna sih dia orang baik-baik kok, Geri tidak seperti yang dikatakan oleh kak Fira" sanggah sang adik tiri gadis itu yang bernama Yuna
"kalau begitu kenapa tidak kamu saja yang menikah dengannya? kenapa harus aku?" Fira mengadah melihat wajah Yuna,
Yuna langsung tersenyum sinis lalu berkata.
"aku masih kuliah, kalau kamu kan udah wisuda," dia memperlihatkan tawa mengejeknya kepada Fira
"ayah, Fira mohon ayah jangan nikahkan Fira dengan Geri" ucap Fira memohon dibawah kaki sang ayah
"kalau memang kamu tidak mau, kamu keluar dari rumah ini, ambil semua pakaianmu dan jangan kembali lagi kerumah ini" dengan tiba-tiba sang ayah mengeluarkan kata-kata seperti itu
membuat Fira yang mendengarnya bagaikan petir disiang bolong, namun tidak bagi ibu dan adik tirinya, Sandra dan yuna malah sangat senang mendengar Fira di usir dari rumah
"ayah..."
kata Fira dipotong oleh Sanga ayah dengan berkata
"kamu pergi dari rumah ini, dan jangan lagi kamu anggap saya sebagai ayah kamu, karna hari ini, saya Alfandi Abraham kini memutuskan hubungan dengan kamu alsyafira Abraham"
kata-kata itu bagaikan pisau yang menusuk di jantung Fira, sungguh sangat menyakitkan
Fira lalu memegang dadanya yang terasa sakit karna mendengar perkataan ayahnya barusan
"Fira akan turuti semua perkataan ayah termaksud menikah Geri, tapi jangan putuskan hubungan kita ayah, Allah sangat membenci hamba yang memutuskan hubungan" ucap Fira dengan derai air mata
biarlah aku menerima pernikahan ini, siapa tau nanti Geri akan berubah, semua orang pasti akan ada saatnya mereka bertobat dan menyesali perbuatannya
ucapnya dalam hati dengan. yakin
__ADS_1
"sudah terlambat, saya sudah muak dengan wajah kamu itu, kamu keluar dari rumah ini, dan jangan pernah perlihatkan wajah kamu didepan saya lagi" ucapnya lalu berdiri dan sofa melewati Fira yang sejak tadi berlutut dibawah kakinya
"ayah.." panggil Fira
sesaat kemudian sang ayah datang kembali dengan membawa pisau keter, dia lalu mengiris tangannya lalu berkata
"darah yang keluar ini adalah darah hubungan kita ayah dan anak, ini adalah tanda bahwa saya telah memutuskan hubungan saya dengan kamu, kini nama kamu tidak lagi memakai marga Abraham dibelakangnya"
dorr
Fira tersimpuh dilantai, dia mengingat kembali saat-saat bahagianya bersama kedua orang tuanya saat ibunya masih hidup.
"bukankah dulu ayah bilang kepada Fira bahwa ayah sangat mencintai dan menyayangi Fira? ayah juga berjanji akan selalu bersama dengan Fira apapun yang terjadi. tapi sekarang kenapa ayah? kenapa ayah memperlakukan aku seperti ini? jika memang ayah tidak menginginkan Fira ayah langsung bilang saja sama Fira, Fira akan tau diri dan pergi sendiri dari rumah ini tidak perlu ayah usir seperti ini" ucap Fira masih berderai air mata
perkataan itu berhasil membuat ayahnya mengingat kembali masa-masa dimana dia masih bersama ibu Fira, Sandra yang melihat itu langsung mencubit lengan sang suami
"jangan panggil saya ayah lagi!! bukankah saya sudah bilang kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi? jadi jangan pernah kamu panggil saya dengan sebutan ayah lagi dimana pun itu!!" ucap Fandi tak menghiraukan kesedihan sang anak
"simpan semua kunci mobil, motor dan apapun fasilitas yang saya kasi kepada kamu" lanjutnya lagi
"izinkan saya memanggil anda ayah untuk terkahir kalinya, jika memang itu adalah keinginan ayah maka aku akan pergi dari rumah ini, oh iya jangan lupa juga untuk menghapus namaku dalam kartu keluarga, karna sekarang aku tidak punya keluarga lagi" dia langsung berlalu pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian dan semua barang-barang nya
sesampainya dia dalam kamar, dia mengunci pintunya dan menangis dengan tersedu-sedu dibawah ranjang
dimana ayahnya yang dulu sangat mencintainya? dimana ayahnya yang dulu katanya akan mengambil bintang dan bulan untuknya? dimana ayahnya yang dulu katanya akan selalu membuatnya tersenyum?
semakin fira pikirkan semakin fira bersedih,
Fira lalu berdiri dan mengambil 1 koper dan 1 tas, dia lalu mengisi semua barang-barangnya, saat hendak pergi dia melihat foto diatas mabelnya foto dia bersama sang ayah dan ibunya. dia langsung mengambil foto itu dan menyimpannya dalam tasnya.
Fira pun keluar kamar dengan membawa 1 koper dan 1 tas, saat dia melewati ruang tamu, dia melihat Sang ibu dan adik tirinya sedang membersihkan luka goresan sang ayah tadi, sesekali mereka bercanda,
Fira tidak bisa lagi melihat semua itu, dia langsung berjalan ingin keluar rumah, namun tiba-tiba
__ADS_1
"tunggu!!" tahan sang ayah
"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Fira dengan sinis
"jika anda menanyakan kunci mobil dan semua fasilitas yang anda berikan saya telah menyimpannya di meja makan, akan tetapi tidak dengan hp dan ATM pribadi saya, karna itu semua bukan dari anda" sambungnya lagi hampir mengeluarkan air mata
"saya telah mengirimkan uang di ATM pribadi kamu sebagai kompensasi" ucap Fandi tanpa menoleh kearah Fira
Fira tersenyum sinis dan berkata
"haruskah saya berterima kasih atau mengasihani diriku atas kompensasi anda itu?" tanyanya pada ayahnya, lalu dia kembali melanjutkan langkahnya keluar dari rumah
para pelayan dirumah itu turut sedih melihat Fira pergi, Fira orang yang ramah dan baik terhadap para pelayan tak sama dengan Sandra dan Yuna, mereka selalu semena-mena terhadap para pelayan.
ayah Fira langsung masuk kamar setelah Fira pergi, sedangkan Sandra dan Yuna masih di ruang tamu dengan senyum penuh kemenangan
"huh akhirnya pergi juga tuh parasit hahaha" ucap Yuna tertawa gembira
"iya, kenapa ngga dari dulu aja sih" lanjut sang ibunya
setelah tertawa puas, Sandra dan Yuna lalu masuk kedalam kamar masing-masing
..............
karna sudah malam Fira susah mencari taksi, dia hendak mengambil hpnya dan menelpon sahabatnya, namun hpnya lover karna seharian belum di changer,
dia pun berjalan kaki keluar kompleks dengan menenteng bawaannya.
ibu,. kenapa ayah sangat jahat kepada Fira? ayah bahkan memutuskan hubungan darah dengan ku.!! apakah ayah sebenci itu pada Fira? Fira rindu kepada ibu, ibu kenapa ninggalin Fira sendirian seperti ini,
ucap Fira dalam hati sambil berjalan, tanpa izin darinya sebutir air mata keluar dari pelupuk matanya....
Hay semuanya *maaf ya jika ada salah penulisan atau kata-kata ku
__ADS_1
semoga kalian suka dengan novelku iniππ*