
Kelvin tinggal di apartemen miliknya, tak jauh dari kompleks rumah Devan.
setelah mengantar Devan,. Kelvin pun langsung kembali ke apartemennya....
Devan sekarang telah berada dalam kamarnya, dia pun langsung membuka semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.
setelah menyelesaikan ritual mandinya, Devan pun keluar dengan melilitkan handuk sampai pinggangnya
dia langsung pergi mengambil piyama tidur di almari miliknya, lalu memakainya, setelah itu dia pun mengambil hpnya dan melakukan panggilan telepon
tuut tuut bunyi hp Devan menelpon seseorang
"merhaba assalamualaikum mah" (halo assalamualaikum mah) sapa Devan setelah Sang mama mengangkat teleponnya memakai bahasa turki
"wa'alaikumussalam, Ne var tatlım?" (wa'alaikumussalam, ada apa sayang?) ucap sang mama
"mah,. Gelecekteki bir karım var, bu yüzden eve acele edin" (aku sudah mendapatkan calon istri, jadi kalian cepatlah pulang) ujar Devan to the poin
"benarkah? namanya siapa? apakah dia sangat cantik hingga kamu tergila-gila" tanya mamanya antusias memakai bahasa Indonesia
"udahlah nanti kalian akan melihatnya setelah kalian sampai disini" jawab Devan singkat
"aku akan mengajaknya nikah secepatnya, karna lebih cepat lebih baik" sambungnya dengan sangat yakin
mama Devan yang mendengar itu langsung berpikiran macam-macam laku berkata
"apakah kamu telah menghamilinya?"
Devan langsung kaget mendengar peluntunan mamanya itu
"astaghfirullah, bukannya mama tau aku itu orangnya gimana?" tanya Devan masih terkaget-kaget mendengar ucapan mamanya barusan
"ya karna mama tau kamu itu orang gimana, jadi mama tanya kaya gitu. mama tau kamu belum pernah pacaran, dan sekarang kamu buru-buru nikah! makanya mama tanya kaya tadi" jawab mamanya menjelaskan
"astaghfirullah mama, aku bahkan belum memastikan apakah gadis itu mau atau tidak" ujar Devan
"yaudah mama minta maaf, mama salah ngomong tadi,. emang ada yang tidak suka sama anak mama yang ganteng ini? terus kamu juga mapan, yah pasti banyak lah yang mau sama kamu sayang" ucap mamanya memberi semangat
"tapi gadis ini berbeda mah, dia tidak sama seperti gadis gadis di luaran sana" ujar Devan lagi
__ADS_1
"mama jadi makin penasaran sama gadis itu, tunggu kami akan pulang secepatnya" ucap mama Devan
"owh iya mah, papa dan Devi ada dimana?" tanya Devan teringat dengan papa dan adiknya
"mereka lagi keluar," jawab singkat sang mama
"yaudah mah, salam buat mereka berdua ya!! kalian cepatlah pulang" ucap Devan
"oke sayang, yaudah iya kamu istrahat ya! jangan terlalu banyak bekerja, ngga baik buat kesehatan kamu" balas sang mama
lalu mereka berdua pun mematikan telepon dengan di akhiri dengan salam
setelah menelpon Devan pun turun untuk makan malam
"makanan udah siap?" tanya Devan kepada pelayan
"iya tuan, silahkan di makan" jawab pelayan yang di tanya
Devan pun makan malam sendiri di rumah yang besar itu, Devan telah terbiasa seperti ini, karna orang tua dan adiknya telah pergi selama 4 tahun lamanya, dan pada saat itu juga sang ayah langsung mewariskan perusahaan Andara group kepada dirinya
...
"ndah, apakah aku akan langsung masuk magang tanpa harus interview?" tanya Fira tiba-tiba
"kan kamu udah di terima, jadi entar kamu tinggal menghadap aja sama manajer yang mengurus mahasiswa dan mahasiswi yang magang di perusahaan itu" jawab indah sambil memakaikan sedikit bedak di wajah
"perfect" sambungnya
"hmmm yaudah deh, kalau gitu kamu temanin aku ya menghadap ke manajer yang kamu bilang itu" balas Fira
"oke, itu mah masalah kecil" ucap indah sambil menunjukkan ujung kukunya
"ayo!!" ajak Fira
lalu mereka berdua pun keluar dari apartemen dan pergi ke perusahaan tempat mereka akan magang,
sesampainya di perusahaan itu, indah langsung mengajak Fira pergi menghadap ke manajer yang mengurus mahasiswa dan mahasiswi yang sedang magang
"pagi Bu tika, ini teman saya yang baru masuk magang hari, namanya Fira, jurusan desainer. dia telah di terima magang kemarin" ucap indah memperkenalkan Fira
__ADS_1
Tika langsung melihat Fira dari atas hingga bawah, lalu tersenyum mengejek
"oke kamu bisa kembali" ucapnya kepada indah, "kalau begitu kamu ikut saya di lantai 23" ucap Tika acuh tak acuh kepada Fira
lantai 23 khusus untuk bagian pakaian dan desainer. Fira pun langsung mengikuti Tika
Ting..... bunyi lift khusus karyawan, mereka berdua pun masuk ke dalam lift itu. setelah sampai di lantai 23 Tika langsung membuat pengumuman
"semuanya kumpul!! kalian kedatangan satu tambahan mahasiswi magang lagi"
setelah memberitahu kepada yang lain Tika pun mengantar Fira ke tempat duduknya
"ini meja kamu" ucap Tika lalu pergi meninggalkan ruangan itu
Fira pun langsung menyimpan tasnya, lalu membuka komputer yang ada di mejanya dan mengambil selembar kertas berserta pensil
saat Fira hendak menggambarkan, dia langsung di datangi oleh 2 karyawati dengan gaya modis mereka, Fira yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya
"ada apa kak?" tanya Fira sopan
"kamu anak baru kan?" tanya karyawati itu yang bernama feren
"iya kak, saya baru masuk hari ini, emang kenapa kak?" ujar Fira
"kalau begitu kamu pergi buatkan kami 2 gelas kopi kappucino, jangan banyak gula dan kami mau yang hangat, tidak dingin dan tidak panas pokoknya pas" ucap teman feren yang bernama Leni
"kan ada ob kak, kenapa ngga suruh mereka aja?" tanya Fira bingung dengan mereka berdua
"ya itung-itung biar kamu juga tau dengan daerah sini, kamu kan baru masuk jadi kamu butuh adaptasi kan" jawab feren langsung
"kalau udah kamu langsung aja bawa ke meja disana" sambungnya lagi sambil menunjuk 2 meja, yaitu meja miliknya dan milik leni
Fira pun hanya Mangut-mangut lalu pergi ke dapur lantai 23 itu, setiap lantai mempunyai 1 dapur, itu agar dapat memudahkan para karyawan dan karyawati yang kerja di perusahaan Andara group
setelah sampai di dapur Fira langsung membuat kopi sesuai permintaan mereka feren tadi, setelah selesai membuat kopi fira langsung menyimpan kopi itu di nampan lalu membawanya ke meja feren dan Leni, namun saat mereka berdua meminum kopi itu, mereka serentak langsung menghamburkan kopi itu di lantai, membuat lantai itu kotor dan berwarna hitam akibat semburan mereka
teman teman satu devisi mereka tidak heran lagi melihat feren dan Leni, karna mereka selalu seperti ini pada orang yang baru masuk, mereka adalah senior pertama di devisi itu, jadi mereka suka berbuat semena-mena.....
*jangan lupa like, komen, dan vote ya*
__ADS_1
selamat membaca