
Setelah mempersiapkan bahan_bahan untuk barbekyu kini mereka sudah kumpul di halaman "Wah sudah siap " kata sisi sambil berjalan ke arah halaman
"Kevin pakai jaket nak, di luar angin nya kenceng, cus ambilkan jaket untuk kevin ya " Pinta bintang, cus pun langsung mengambil jaket dan memasangkan nya
Devan dsn Juli sudah mulai membakar sedangkan David malah asik pedekate sama dela, Sisi berjalan ke arah Devan dan juga Juli " Tuan biar aku saja yang bantu kak Juli membakar " pinta sisi, devan yang tau gelagat sisi, senyum mengerti ia pun meninggalkan sisi dan juga Juli
"Loh ko sayang disni bukan nya bantuan kak Juli.? " tanya bintang
"Di ganti sama sisi " balas devan, bintang mengangguk mengerti karena ia juga melihat kalo sisi seperti nya menyukai Juli
Ncus yang mendengar Juli sedang bersama sisi biasa saja namu tidak di pungkiri kalo dia juga ada rasa cemburu, apa lagi setelah tau isi hati Juli kepada nya
FLASHBACK ON
Meli dan Juli saat ini sedang jalan di pinggir pantai, Juli terus memperhatikan meli, jujur saja Juli sangat tertarik dengan meli "Mel, aku mau ngomong sesuatu sama kamu " ucap Juli
"Tuan mau ngomong apa.? " tanya meli
"Aku suka sama kamu "
Meli langsung melihat ke arah Juli, ia tersenyum kecil mendengar ucapan Juli " Tuan jangan ngomong asal, nanti ada yang dengar " balas meli lembut
"Aku serius Mel " jawab Juli sambil mengambil tangan meli " Sejak pertama kali aku melihat mu, aku jatuh cinta padamu, selama ini aku pendam perasaan ini karena aku tidak berani mengucapakan nya kepada mu " Ucap jujur Juli
"Maaf tuan tapi saya tidak bisa " balas meli
__ADS_1
"Kenapa.? " tanya Juli
"Kita bagi kan langit dan bumi tuan, lagian aku sangat tidak pantas untuk tuan, saya hanya seorang pengasuh " balas meli
"Aku tidak peduli dengan pekerjaan mu "
"Maaf tuan, sepetinya tuan kevin sudah kembali, saya permisi " Meli pun pergi meninggalkan Juli sendirian, ia tidak ingin berharap lebih yang terpenting sekarang meli bekerja dengan benar agar ia bisa mengirim uang ke kampung
FLASHBACK OFF
Juli masih memikirkan meli, baru kali ini ia ditinggalkan oleh seorang wanita, biasanya wanita akan suka dengan nya tapi ini malah sebalik nya " kak awas itu gosong " kata sisi membuyarkan pikiran Juli
"Eh maaf " ucap Juli langsung membalikan daging yang sedang di bakar nya
"Tidak apa_apa " jawab dingin Juli
" Tapi kenapa kakak melamun ? " tanya sisi yang penasaran
"Bisa diem gak, dan jangan ganggu aku terus " bentak Juli agak kencang, sisi yang di bentak ia langsung menunduk karena takut dan malu
Orang-orang yang sedang duduk langsung menoleh ke arah suara " Ada apa dengan kak Juli.? " tanya bintang
"Gak tau, biar aku samperin " ucap David ia pun menghampiri Juli dan sisi " Biar aku saja si "
Tanpa menjawab sisi pun pergi meninggalkan Juli dan David di pembakaran, Dela dan bintang melihat kepergian sisi yang sambil menangis " Aku ke sana dulu " pamit bintang , dan di jawab dengan anggukan oleh devan, " bunda ke sana dulu ya "
__ADS_1
Bintang dan dela menghampiri kamar sisi
Tok... tok... tok...
"Si.. boleh masuk " tanya bintang
"Masuk saja " balas sisi yang masih nangis
"Kamu kenapa.? " tanya bintang
"Aku tidak apa_apa maaf ya aku sudah mengacaukan kalian " balas sisi menunduk
Bintang melirik dela " Tadi kamu kenapa di bentak kak Juli. ? " tanya dela
"Apa salah aku coba, aku kan hanya bertanya dia kenapa, soalnya dia melamun terus sampai makanannya gosong.. tapi dia malah ngebentak aku hiks.. "
"Cuman gara_gara itu. ? " tanya dela ulang " bener_bene ya itu orang " dela langsung keluar ia langsung menghampiri Juli
Bintang yang sudah mencoba menahan dela tapi dela malah pergi begitu saja
"Heh... jadi cowok itu tidak usah ke ganteng deh,dia hany peduli bukan karena suka,lo udah nyakitin hati sisi, dia itu paling tidak bisa di bentak " ucap dela marah sambil menunjuk ke arah Juli
Bintang menyuruh ncus meli untuk membawa kevin kedalam karena tidak baik anak kecil melihat perdebatan
"Gue gak mau lo harus minta maaf sama sisi " kata dela tegas
__ADS_1