Bos And Me

Bos And Me
Memulai


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu dimana di rumah ayah Devan akan ramai akan keriuhan nya, apa lagi bayi putri sudah pulang rambah lah ramai di rumah ini " Halo Dede putri " Jeni mengambil putri dari gendongan Rania " Wah Dede putri tambah berat dan juga cantik ya kak"


" benar, kakak semakin tidak kuat lama jika menggendong Putri" keluh Rania


" Wah semakin pintar juga ya dek. "


Kenzo ikut duduk di dua wanita yang berbeda usia itu, kenzo langsung mengambil alih putri " Uh kakak padahal aku kan baru gendong " protes jeni


"kalo mau yang seperti ini bikin lah " ucap Kenzo namun langsung dapat pukulan dari sang istri " sayang sakit "


" Lagian kamu tidak mikir mana mungkin jeni membuat yang seperti putri, dia kan belum menikah " Kesal Rania kepada sang suami


Kenzo malah ketawa " Kan kita juga nabung dulu baru punya putri " Bisik Kenzo


" aku masih polos, jadi aku mau pamit ke belakang dulu " Pamit Jeni yang langsung ke dapur membantu bunda


" loh ko kesini.? Bukan nya tadi lagi main sama putri.?" tanya bunda


" Putri di bawa sama papah nya Bun" Jawab jeni yang langsung membantu bunda untuk memasak. Siang ini bunda berencana akan mengajak keluarga nya untuk makan di taman dengan berasalan daun pisang, bunda merindukan masa_masa itu.


Ayah yang di beri tugas untuk mencari daun pisang pun langsung menaruh nya di taman. para pelayan juga membantu bunda untuk membawakan makanan dan lauk pauk ke Taman belakang " Sudah siap semua.?"


" Sudah Bun "


" ayo " Bunda menaruh nasi dan lauk di atas daun pisang, mereka sangat bersemangat menikmati makan siang dengan beralaskan daun pisang


Kenzo yang tidak tenang makan karena Putri yang menggangu nya, walaupun kesal tapi Kenzo masih bisa menahan emosinya apa lagi kepada anak sendiri


Jeni sudah terbiasa makan dengan daun pisang Karen dulu ketika ia masih di kampung jeni Suka ngaliwet bareng bersama teman_teman nya.


Sedangkan Kevin, laki_laki dingin itu malah mencuri_curi pandang kepada Jeni yang sedang asik makan


Tatapan Kevin tidak luput dari ayah dan juga bunda, mereka memperhatikan Kevin yang sedari tadi memperhatikan Jeni


Setelan makan siang usai mereka semua di kejutkan dnegan Bunda yang pingsan " Bunda "


semua orang panik karena melihat bunda jatuh pingsan, Ayah segera membawa Bunda kedalam mobil, dan menyuruh Kevin dan juga jeni ikut, Sedangkan yang lain menunggu di rumah

__ADS_1


Kenzo yang sedang khawatir malah melihat sang istri sedang asik bermain handphone " Sayang apa kamu tidak cemas kepada bunda.?"


" Tidak "


" Wah kamu sudah keterlaluan Rania " Kesal Kenzo


karena tidak ingin suaminya memarahi Dirinya, Rani langsung berdiri " Ngapain harus khawatir, itukan sebagian Rencana bunda untuk menyatukan Kak Kevin dan juga jeni " Ucap Rani


" Apa maksud mu " Kenzo tiba-tiba bleng


" Ayah dan bunda mempunyai misi untuk menyatukan Kak Kevin dan juga Jeni, Dan bunda itu pura_pura pingsan, tidak pingsan beneran " Ucap Rani


Kenzo mengangguk, ia baru mengerti setelah di beri penjelasan oleh Rania " kenapa mereka tidak memberitahu aku, kan kalo mereka mengajak aku untuk menyatukan mereka pasti aku akan dengan senang hati membantu nya " Ucap Kenzo " eh tapi berarti nanti kita akan mememiliki kakak ipar usia nya di bawah kita dong, yang awal nya kita memanggil dia adik sekarang malah jadi kakak hahahah " Kenzo tertawa lucu karena ia akan memiliki Kakak ipar


~ Di rumah sakit


Bunda baru sadar dari pingsan nya, Di ruangan bunda ada Ayah, kevin dan juga jeni. Bunda melihat jeni dan juga Kevin " bunda sudah sadar.?" tanya jeni


" A..ayah.."


" Iyah bunda "


Bunda meminum air yang di berikan oleh Ayah " Kakak "


" Iyah bunda " Kevin berjalan kearah sang bunda


" apa kakak akan mengabulkan permintaan Bunda " Tanya bunda yang masih lemas


" Apa bunda, jika kakak bisa, akan kakak lakukan " Jawab kevin memegang tangan bunda


" jeni sayang. kemari nak "


" Iyah bunda " Jeni menatap bunda, Kevin lalu ayah


" Usia bunda mungkin tidak akan lama lagi "


uhuk..uhuk..

__ADS_1


" Bunda " lirih jeni


" Bunda takut, takut kamu tidak ad yang menjaga. Bunda ingin kamu dah kevin menikah, agar bunda tenang "


Uhuk..


" Bunda jangan ngomong kaya gitu, bunda pasti akan sembuh dan sehat kembali hiks " Jeni menangis. sungguh jeni sangat takut jika bunda meninggalkan dirinya, jeni tidak ingin merasa kehilangan kembali


" Kalo kamu ingin bunda sehat, menikah lah dengan kevin " Ucap bunda " kak kata kakak akan mengabulkan keinginan bunda kan.? Maka menikah lah dengan jeni " lirih bunda


Kevin melihat ke arah Gea yang menangis, lalu beralih kepada Ayah dan bunda nya " Jika itu akan membuat bunda sehat maka Kevin akan kabulkan keinginan bunda. Asal bunda sehat dan sembuh ".


Deg


Jeni melihat kearah Kevin, sungguh jeni tidak percaya dengan jawaban kevin yang dengan mudah nya bilang iya, tanpa bertanya dulu kepada dirinya.


" Sayang kamu mau kan.? Uhuk.."


Jeni menganggukkan kepala nya. ini demi bunda


Bunda tersenyum akhir nya rencana bunda berhasil tidak sia_ sia bunda berakting sakit, ternyata membawa hasil


Setelah bunda tidur dan ayah sudah membaringkan tubuhnya di sopa, tinggallah Jeni dan Kevin yang bersiap untuk pulang " Ayo " Ajak kevin kepada Jeni


Di mobil jeni hanya diam membisu, Juni bingung harus ngomong apa " Em Jen " Kevin membuka suara


Jeni langsung melihat ke arah Kevin " Iyah kak "


" Apa kamu ikhlas menerima ku menjadi suamimu.? Karena bagiku pernikahan itu bukan mainan dan aku tidak ingin ada kegagalan dalam menikah, jika kita sudah menikah aku harap kamu bisa menerima aku dengan ikhlas tanpa ada Paksaan " ucap Kevin " Mari kita memulai nya dari awal, saling membuka hati kita masing-masing dari mulai sekarang "


Jeni menatap Kevin dengan Lekat " Jika kakak ingin memulai dan membuka hati kita satu sama lain maka aku akan mencoba, Tapi Aku minta sama kakak, jangan memaksaku untuk memberikan hak kakak sebelum kita benar-benar saling mencintai " Ucap jeni. Jeni masih takut jika dia memberikan hak kepada Kevin, jeni takut ia akan terluka dan sakit hati


" Jika itu mau mu, kakak tidak masalah " Jawab Kevin. Kevin bisa memaklumi dengan persyaratan jeni, menikah tanpa cinta itu tidak mudah untuk di jalani, apa lagi mereka baru mengenal itu pun mereka tidak pernah saling dekat atau saling ngobrol


" terimakasih kak " Ucap jeni tulus


Kevin tidak menjawab ia langsung membuka pintu mobil, dan berjalan ke arah pintu mobil samping nya untuk membukakan pintu mobil.

__ADS_1


__ADS_2