
Karena hari sudah mulai sore Jeni langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam " Non biar bibi saja " Kata bibi itu
" Tidak apa-apa bi. biar jeni saja bibi bantu Jeni Potongin buah_buhan saja ya " ucap jeni
" Tapi non, Seperti nya nona sedang Tidak enak badan "
" Aku baik_baik saja Bi, Ayo bi kita mulai keburu Jam makan malam tiba " Ucap jeni tersenyum
Setelah satu jam lebih Akhirnya makan malam pun tiba, keluarga sudah berada di meja makan " Selamat makan " Ucap keysa
" Selamat makan " Ucap yang lain
Kevin memperhatikan Jeni, Kevin merasa ada yang aneh dengan jeni " Apa kamu sedang sakit.?" Tanya Kevin tiba_tiba
" Benarkah sayang, kamu sedang sakit "
" Tidak ko, aku hanya lelah saja, besok juga sudah baikan " Ucap jeni yang memakan makanan nya
" Habis ini langsung istirahat ya " ucap bunda
" Iya dek, langsung tidur jangan begadang " Ucap Keysa
Jeni menganggukkan kepala nya, jeni senang karena orang_orang Yang ada di rumah sangat perhatian kepada dirinya
Setelah makan malam usai, jeni langsung masuk kedalam kamar nya, jeni merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Jeni membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
Tok.. tok.. tok..
Karena tidak ada jawaban kevin pun langsung masuk kedalam kamar Jeni, Kevin melihat jeni yang sudah tidur " Ternyata sudah tidur " Kevin berjongkok, ia melihat wajah Jeni yang sedang tertidur " kamu sangat cantik " Gumam Kevin lalu mengecup kening Jeni dengan hati_hati agar Jeni tidak terganggu
Kevin langsung keluar dan menutup Pintu kamar Jeni dengan pelan, lalu masuk kedalam kamar nya
~ Pagi hari
__ADS_1
Di meja makan, jeni terlihat lesu dan juga pucat " Apa sakit nya tambah parah.?" Tanya bunda
" Tidak ko Bun, jeni baik_baik saja " jawab Jeni
" Jika tidak enak badan tidak perlu masuk ke sekolah, istirahat lah " ucap Ayah
Jeni terdiam " Tapi hari ini ada ujian Ayah "
Kevin sudah mulai memalingkan wajah nya ke arah lain, ia malas dengan jawaban jeni yang memaksakan diri untuk masuk ke sekolah hanya karena Ada ujian " Terserah kamu saja, tapi jika ada apa_apa jangan membuat orang susah " Ucap kevin
Jeni menunduk, ucapan Kevin seperti mencubit hati nya " Iyah kak " Jawab Jeni yang makan hanya sedikit
Sudah selesai sarapan Jeni masuk kedalam mobil Kevin, di dalam mobil tidak ada suara, Jeni menyenderkan tubuh nya lalu memalingkan wajah nya ke arah luar
.Sedangkan Kevin dia benar-benar kesal kepada Jeni yang tidak menurut kepadanya, padahal itu semua demi ke baikan nya juga
Sesampai nya di depan sekolah, jeni langsung pamit kepada Kevin, Seperti biasa jeni akan mencium punggung tangan Kevin lalu keluar
Jeni keluar dari mobil lalu menghampiri Mira yang sudah menunggu ke datangan Jeni " pagi mir " Sapa jeni
" Aku tidak apa-apa ko " Jawab Jeni " udah ayo kita masuk " ajak jeni yang mengajak Mira untuk masuk kedalam kelas
Jeni juga menyadari jika badan nya lumayan panas karena kepalanya juga lumayan pusing, namun karena hari ini Jeni harus ujian terpaksa jeni masuk sekolah, lagian jeni juga tidak ingin merepotkan orang-orang di rumah
Di kelas jeni pingsan ketika ia mau menaruh kertas ujian, sontak saja semua guru dan teman-teman jeni langsung membawa jeni ke UKS " Jen kamu sidah sadar "
Jeni memegangi kepala yang sakit " aku kenapa."
" Kamu tadi pingsan " Ucap Mira
" apa kamu menghubungi salah satu di kontak ponselku.?"
" Tidak karena handphone mu memaki sandi "
__ADS_1
jeni bernapas lega " Shukur deh " Ucap jeni " Terimakasih ya kamu sudah membawa aku kemari "
" Sama-sama tapi aku harus balik lagi ke kelas karena ujian belum usai "
Jeni mengangguk " Ia. sekali lagi terimakasih "
Setelah kepergian Mira, jeni membaringkan tubuhnya di berangkar, ketika Jeni sedang tertidur ia mendengar pintu terbuka " mir.." Ucapan jeni terhenti ketika melihat siapa yang datang
Kevin langsung memasukan tangan nya di saku celana nya " Apa ku bilang jangan merepotkan orang lain " Kesal Kevin
" Aku tidak menghubungi kakak, kenapa kakak ke mari.?"
" Kamu pikir, wali kelas mu akan diam saja ketika Ada murid nya yang pingsan " Jawab Kevin
" Maaf " lirih jeni yang menunduk " Lain kali aku tidak akan menyusahkan kakak, Jika kakak sedang sibuk, maka kakak boleh pergi biar nanti aku pulang dengan ojeg online "
" Apa kamu tidak paham dengan yang aku maksud.?" Kevin juga bingung kenapa dia bisa marah kepada Jeni, apa karena hanya gak mau merepotkan atau karena memang dirinya sudah mulai jatuh cinta
" Aku hanya tidak ingin menyusahkan siapa_siapa, setidaknya jika aku di sekolah aku tidak merepotkan orang lain " Ucap jeni yang memandang kearah luar
" Lalu. kamu anggap aku ini apa hah! aku jauh_jauh datang kemari hanya karena kamu, aku meninggalkan rapat penting hanya karena khawatir kepadamu " Bentak Kevin
Kevin mendekat kearah jeni lalu memeluk nya " Maafkan aku yang sudah memarahi mu, aku hanya khawatir kepadamu, Aku harap kamu mengerti kenapa aku marah kepadamu, karena kamu tidak mendengarkan ucapan ku dan memilih untuk masuk sekolah hanya karena ada ujian, kamu pikir aku bodoh Hem.. aku bisa menyuruh mereka untuk meminta mengantarkan kertas ujian itu kepada mu "
" hisk.. maaf " Lirih jeni
" sudah jangan menangis lagi, maka jika aku ngomong itu di dengar jangan memikirkan takut menyusahkan orang lain, Di rumah ada bunda, ada Raina dan yang lain nya juga, apa siapa yang merasa direpotkan oleh mu bilang padaku biar aku yang memarahi nya " Kevin mengelus kepala jeni dengan lembut
. Sedangkan di luar sana ada seorang laki-laki yang merasa panas karena wanita pujaan nya telah di peluk oleh pria lain " dasar jal_g aku pikir kamu wanita yang berbeda, nyatanya sama saja " Geram laki_laki itu sambil mengepalkan tangan nya
" lihatlah wanita yang kau cintai dan kau bela_belain ternyata lebih rend_h dari ku "
" Diam !" bentak Miko yang kesal mendengar ucapan wanita itu. Miko pun langsung meninggalkan wanita itu
__ADS_1
" Cih.. muka aja alim tapi nyata nya suak om om "
Kevin membawa jeni pulang, kepala sekolah pun sudah mengijinkan nya, sebelum pulang kevin membawa jeni ke rumah sakit untuk di periksa karena Kevin takut jeni semakin sakit. di rumah Bunda sudah menunggu kepulangan Jeni dan Kevin, tadi kepala sekolah menelpon bunda untuk memberitahukan bawah jeni pingsan, karena bunda tidak bisa datang akhirnya bunda menyuruh Kevin untuk menjemput jeni.