
Juli memeluk sisi dengan erat, mereka saling menatap, juli mendekati sisi dan menc*** bibir sisi dengan lembut, entah ada dorongan dari mana sedang sisi tidak menolaknya jujur saja jika dirinya juga sangat menginginkan nya " apa boleh ? " tanya Juli, sisi mengangguk
"Ini sudah menjadi milikmu " jawab sisi
Karena tidak ada penolakan Juli pun melancarkan aksinya dengan pelan karena ini kedua kali nya bagi sisi pasti akan merasa masih sakit" kalo sakit bilang " ucap Juli
"Lanjut kan lah " jawab sisi
Juli pun melanjutkan aksinya, dengan susah payah ia menerobos gua milik sisi" ini masih sangat sempit "
"Aaahh....... sssttt... " des*** sisi mulai terdengar
"Keluarkan suara mu jangan di tahan "
Sisi pun mend*** kenikmatan entah berapa kali ia membuang cairan nya tanpa merasa jiji juli malah menj** cairan itu membuat sisi benar _benar melayang ke awang_awang
Keringat sudah bercucuran di tubuh juli, sisi juga susah mulai lemas karena permainan juli yang sangat heboh" Bersama sayang " ucap juli mereka pun melepaskan nya bersama
KEESOKAN HARI NYA RUMAH DEVAN
Bintang dan dela sedang menikmati rujak bersama dengan di temani meli yang mengawasi kesya dan kevin "Aku tidak menyangka kalo kamu akan hamil secepat ini " ucap dela
__ADS_1
"Aku pun begitu tapi mau bagai mana lagi rejekinya sekarang " balas bintang
Sedari tadi meli mendengarkan ucapan bintang dan dela " oh ternyata sekarang dia sedang hamil, uh seperti nya tuan devan samagat buas " batin meli
"Oh iya, Mel aku mau minta tolong kamu antara kan surat ini ke rumah Juli, saya tidak bisa memberikan nya karena saya harus ke kantor sekarang " pinta devan tiba-tiba menghampiri meli
"Oh iya baik tuan " Balas meli
"Memang nya Juli tidak masuk kerja sayang.? " tanya bintang
"Enggak, kemarin dia sakit dan hari ini dia ijin tidak masuk "Balas devan
Bintang dan dela pun menggut_manggut " Yasudah aku berangkat dulu ya honey " pamit devan kepada sang istri, tidak lupa ia juga mencium kening sang istri dan kedua anak nya
Bintang dan dela saling pandang melihat penampilan meli " Oh iya hati_hati " balas bintang
"Bin gak salah tuh, dandanan kaya yang mau kemana saja " ucap dela heran
"Entah lah, aku awal nya heran cuman mungkin karena ia sudah menikah jadi merubah penampilan nya " balas bintang
Bintang memang belum tau tentang rumah tangga meli sudah berakhir, yang ia tau karena suami nya yang tidak bekerja jadi mau tidak mau meli yang harus kerja " Ko gue jadi takut ya"
__ADS_1
"Takut kenapa.? " tanya bintang
"Takut dia jadi pelakor di rumah tangga kamu " balas dela
"Hus kalo ngomong itu di jaga, mungkin meli merubah penampilan karena ia sudah menikah ingin tambah terlihat menarik "
Sedangkan di jalan meli tidak hentinya mengaca dan mengulas wajah nya dengan bedak " aku sudah cantik, pasti juli sangat menyukai nya " meli tersenyum percaya diri
Sesampai nya di rumah juli, meli langsung masuk ke rumah juli setelah melewati satpam yang agak rese " Saya mau ketemu juli " ucap meli sebelum pelayan itu bicara dengan suara angkuh, seolah dia adalah pemilik rumah
Pelayan yang menghampiri meli merasa heran " Baik, silahkan duduk " ucap pelayan itu
Juli yang masih tidur dengan sisi, merasa heran karena ada yang mengetuk pintu kamar nya " Siapa sih " dengan kesal Juli membuka pintu kamar nya
"Ada apa. ? " tanya Juli
"Maaf tuan saya mengganggu, di bawah ada tamu " ucap pelayan itu
Juli mengerutkan kening nya " siapa.? "
"Wanita tuan, seksi tapi wajah nya putih lehernya hitam " ucap polos pelayan itu
__ADS_1
Karena penasaran Juli pun melihat dari lantai atas, dan mendongkakkan kepala nya ke lantai bawah, ia mengerutkan kening nya " Suruh dia pergi, saya tidak ingin di ganggu "