
" Kamu harus tegas dengan wanita itu, kalo tidak dia tidak akan ada paus nya mengganggu kalian " nasehat David
"Iyah gue akan tegas sama dia, apa lagi sudah membuat anak gue menangis kaya gitu " balas devan
"Iyah sayang, bukan nya aku tidak ingin kevin tau siapa ibu nya, tapi kevin belum waktu nya tau maslah ini, kevin masih terlalu kecil " ucap bintang sendu
"Iyan honey "
"Hiks.. bunda " kevin keluar dari kamar pribadi devan sambil menangis
Bintang langsung menghampiri kevin " Iyah sayang bunda disini" bintang langsung menggendong kevin
"Bunda jangan tinggalin kakak " ucap kevin yang masih menangis
"Bunda tidak akan meninggalkan kakak, bunda kan sayang sama kakak " ucap bintang mengelus punggung kevin
Devan sangat khawatir dengan ke adaan kevin, tidak biasanya kevin akan menangis terlihat murung sepeti itu " Aku harus segera members kan wanita itu * batin devan sambil melirik David
David seolah tau apa isi pikiran devan ia langsung menganggukkan kepala nya " Aku pamit dulu ya " ucap David
__ADS_1
"Iyan kak " jawab bintang yang masih menggendong kevin di pangkuan nya
Stelah kepergian David, bintang juga berniat untuk pamit pulang namun di tahan oleh devan " tunggu sebentar aku beresin ini dulu setelah ini kita pulang bersama " ucap devan dan dibalas anggukan oleh bintang
Devan menggandeng pinggang bintang, sedangkan bintang menuntun kevin, mereka berjalan ke arah loby kantor karena supir sudah menunggu di depan kantor, mereka pun masuk kedalam mobil
Setelah dua puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah, mereka masuk kedalam rumah, bintang melihat keysa yang sedang berbaring di karpet bulu dengan di temani bibi yang tertidur di samping keysa " Halo sayang maafkan bunda ya karena lama " ucap bintang pelan karena takut bibi bangun
"Ade keysa " ucap kevin yang baru masuk dengan sang ayah
"Kakak pelan kan suara nya bibi sedang tidur " ucap bintang sambil memberi kode kepada kevin
"Non, maaf bibi tertidur " ucap bibi ke bangun
"Tidak apa_apa ko non, bibi senang bisa jaga non kecil " ucap bibi tulus
"Bibi lanjutkan lagi tidur nya di kamar, biar keysa sama saya " ucap devan
" Tidak tuan, bibi mau langsung masak saja " pamit bibi, ia langsung pergi
__ADS_1
"ayo kita ke kamar " ajak bintang sambil menggendong keysa sedangkan kevin di gendong oleh devan
Di lain tempat David sedang menyelesaikan tugas nya untuk menyingkirkan melin, David jadi ikut geram dengan ulah wanita ini, yang terus mengganggu kehidupan sahabat nya, Selama ini David sudah mencoba untuk sabar dan tidak melakukan kekerasan kepada melin, apa lagi David sempat di goda oleh wanita itu, tambah jiji David melihat nya" Andaikan kamu tidak mengganggu keluarga devan mungkin saat ini kau masih hidup dengan tenang " David menyuruh anak buah nya untuk menguburkan jasad melin yang sudah di siksa dan di pakai oleh anak buah David
"Apa kalian sudah beres. ? " tanya David kepada anak buah nya
"Sudah bos, kami sudah menguburnya " jawan anak buah kevin
"Bagus, sekarang pergi lah " Pinta David, lalu ia pun pergi menaiki mobilnya, ia langsung pulang ke rumah nya, David langsung di sambut oleh sang istri yang sudah menunggu nya di depan pintu
"Sayang kamu sudah pulang ? " tanya dela sambil mengalungkan tangan nya di leher David
" Iyah syang, kenapa kelihatan nya kamu sedang senang.? " tanya David
"Coba tebak " tanya dela
David mengerutkan kedua alis nya " eum.. apa ya " ucap David seolah sedang berpikir
Dela menarik tangan David lalu menaruhnya di perut rata dela " di sini ada anak kita " bisik dela di telinga David
__ADS_1
David langsung menatap sang istri " benarkah? " tanya David
dela menganggukan kepala nya, setelah ia memikirkan matang_matang tentang anak, beberapa minggu ke belakang dela langsung mencopot alat pencegah ke hamilan nya tanpa sepengetahuan sang suami