
Juli tersenyum " Makan lah yang banyak, karena marah itu membutuhkan tenaga " ucap Juli yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sisi
"Jadilah wanita penurut agar aku tidak kasar kepadamu "
Hari demi hari kini sisi sudah satu bulan di rumah Juli tidak ada perubahan di antara mereka sisi masih tidak ingin bicara sama Juli sebelum ia membebaskan dirinya " Sampai kapan aku harus disini terus, Lama-lama aku bisa gila " ucap sisi kepada dirinya sendiri
clek...
"Non ini malam siang nya " pelayan membawakan makan siang untuk sisi
Sisi membuang muka " Jika nona tidak makan saya akan terancam di pecat, jadi saya mohon nona makan ya " pinta pelayan itu
karena merasa kasihan sisi pun menyuruh pelayan itu untuk menaruh makanan nya " Taruh saja di situ nanti saya makan " ucap sisi
Pelayan masih berdiri di dekat pintu, ia harus memastikan kalo nona nya itu menghabiskan makanan nya " Saya akan menunggu nona menghasilkan makan nya "
Sisi merasa jengah, ia pun menghabiskan semua makan yang ada di atas nampan itu tanpa tersisa " Sudah puas " ucap sisi sambil meninggalkan nampan kosong
__ADS_1
"Kalo begitu saya pamit nona " pelayan itu keluar dan mengunci kembali pintu kamar agar sisi tidak kelaur kamar
Di kantor
" Mau sampai kapan lo akan mengurung nya. ? " tanya devan
"Sampai ia bisa menerima keadaan, kalo tidak begitu ia akan terus kabur dan membunuh darah daging ku " jawab Juli, Juli sudah menceritakan kepada kedua teman nya soal sisi, Juli juga meminta kepada kedua teman nya agar tidak cerita kepada bintang atau pun dela, karena kalo mereka tau pasti mereka akan menyuruh nya untuk membebaskan sisi
"Gue takut bini gue tau, kalo lo sudah mengurung sabahat mereka " ucap David merasa khawatir
"Gue gak mau ikut campur, jangan bawa_bawa gue jika nanti mereka tau tentang sisi " Ucap devan, ia takut jika sang istri tau, bisa_bisa ia akan jadi macan betina
"Gue gak akan melibatkan kalian karena ini maslah gue dan sisi, coba saja jika sisi mau menerima dan mau membesarkan anak gue, gue juga tidak akan nekad sepeti ini " lirih Juli sambil menunduk
Devan menepuk bahu Juli " Yang sabar bro, mudah_mudahan sisi bisa menerima lo "
"Gue ikut mendoakan lo sama sisi semoga kalian bisa cepat berdamai"
__ADS_1
"Terimakasih bro " balas Juli
setelah pekerjaan selesai Juli langsung pulang ke rumah nya, ia berjalan ke arah ruangan kerja nya, dan langsung membuka CCTV ia ingin tau apa saja yang di lakukan sisi hari ini " Mau samapi kapan kamu mencari celah untuk pergi dari ku " Juli melihat sisi yang masih berusaha mencari celah untuk pergi
Juli meninggalkan ruangan kerja nya lalu ia masuk kedalam kamar sisi
cklek...
Juli membuka kamar sisi, ia melihat sisi yang sedang berdiri di dekat jendela " Apa yang sedang kamu lakukan " tanya Juli
Tapi sisi tidak bergeming ia masih menatap ke arah luar jendela
Juli mendekat dan mencoba memeluk sisi dari belakang " Biarkan aku begini dulu " ucap Juli sambil memeluk sisi
Sisi terdiam, jantung nya tiba-tiba berdetak lebih cepat " Ada apa dengan jantung ku, kenapa detak nya lebih cepat " batin sisi
" Aku tidak akan mengurung mu lagi, asalkan kamu tidak berusaha untuk kabur dari ku " ucap Juli
__ADS_1