
Sisi tidak ingin lama_lama berada di aula itu, ia tidak ingin menangis di depan evan, Sisi keluar dengan wajah yang sangat sedih, Sisi sangat mencintai evan, ia tapi kenapa takdir malah mempermainkan dirinya "Ayo ikut saya " ajak Juli, Juli membukakan pintu mobil untuk sisi, lalu ia membawa sisi ke sebuah danau, Juli merasakan apa yang sedang sisi rasakan karena Juli juga pernah sakit hati ketika ia melihat meli telah menikah dengan laki-laki lain
Setelah perjalanan satu jam lebih, Juli memarkirkan mobil nya di pinggir danau yang asri " Apa kamu akan menangisi laki-laki itu terus.? " tanya Juli yang melihat sisi sangat terpukul
Sisi melihat ke arah Juli, lalu ia melihat di belakang ada satu botol minuman " apa kamu akan memberikan nya untuk ku? " tanya sisi sambil menoleh ke arah botol minuman
Juli selalu membawa minuman kemana pun ia pergi karena di saat lelah ia bisa meminum nya kapan saja tanpa harus ke bar " Apa kau pernah meminum nya?" tanya Juli memastikan, mana mungkin Juli akan membiarkan sisi meminum nya jika belum pernah ia coba
Sisi menganggukkan kepala nya "Pernah " bohong sisi, karena ia ingin sekali melupakan masalah percintaan nya hari ini
__ADS_1
"Oke kalo gitu " Juli membuka atap mobil nya
Anggap saja mereka sedang berada di danau ya
Juli membuka tutup botol itu lalu memberikan nya kepada sisi" aku tidak mempunyai gelas kamu bisa minum langsung saja " ucap Juli
Juli pun ikut meminum nya mereka meminum satu botol berdua " Apa kurangnya aku hiks... aku selama ini selalu nurut kepadanya, dia meminta aku untuk ikut pindah kesini pun aku ikuti karena aku tidak mau percintaan aku naas seperti bintang sahabat ku hiks... " raacau sisi yang sudah mulai kehilangan kesadaran nya
__ADS_1
"Kamu wanita sempurna, dia saja yang bodoh karena sudah menyia_nyiakan kamu " balas Juli sambil tersenyum sinis, Juli jadi mengingat nasib percintaan nya dengan meli
"Cinta tidak harus saling memiliki " ucap nya
"Tapi dadaku sangat sesak ketika melihat dia menikah dengan wanita lain hiks " sisi menangis di pelukan juli, ia benar-benar lupa dengan siapa Juli
"Menangis lah, sepuasnya, setelah ini jangan pernah kau tangis kan dia lagi, air mata mu terlalu berharga
Mereka meminum alk**l dengan suasana yang menjelang malam, warna langit yang sudah berubah menjadi jingga membuat suasana menjadi romantis, Juli melihat kearah sisi ia melihat bi** sisi yang merah tipis, Juli mendekati bi** milik sisi lalu mengec** nya
__ADS_1
Sisi tidak melawan ia malah membalas ciu** itu, Juli langsung memperdalam nya dan membuka kemeja yang sedang ia gunakan, Juli dengan perlahan membuka gaun milik sisi, sisi seolah pasrah dengan perlakuan Juli, Juli langsung menyenderkan kursi nya ke belakang lalu menutup atap mobil dengan posisi Juli masih men*** bi** sisi lalu ia memangku sisi sehingga sisi susah berada di atas pang***n juli, setelah atap mobil tertutup rapat Juli pun membuka cel"" milik nya
Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana yang jelas mereka berdua melupakan maslah mereka masing-masing