
Setiap pagi bintang selalu menyempatkan untuk mengurus anak dan juga suami nya, ia tidak ingin apa yang di butuhkan oleh sang anak dan juga suaminya di layani sepenuh nya oleh bibi atau encus
Seperti saat ini bintang setelah membuat kan sarapan untuk anak dan suami nya baru lah ia akan bersiap untuk berangkat kerja " Sayang sini aku pasangin dasi nya " pinta bintang yang sudah siap
"Terimakasih honey " Devan mengecup kening sang istri
"Sudah rapih, ayo turun kevin sudah menunggu kita di meja makan " ajak bintang kepada sang suami, namun tubuh bintang di tahan oleh sang suami
"Apa kamu akan pergi bekerja.? " tanya devan
"Iyah sayang,... aku harus bekerja lagian kerjaan aku juga tidak banyak hanya mengawasi mereka saja, itu pun kan kamu yang meminta atasan aku untuk tidak memberikan pekerjaan yang lebih untuk ku " sebel bintang
" Kenapa kamu masih ingin datang ke rumah sakit.? " tanya devan
"Karena aku tidak mau di cap orang sebagai wanita yang gila harta, yang menikah dengan pemilik rumah sakit terbesar di kota ini " Balas bintang " mengerti lah sayang, lagian tinggal satu bulan lagi setelah itu aku sudah libur, aku juga ingin mengurus mu dan anak-anak kita nanti tanpa harus bekerja "
"Heum baik lah, aku hanya tidak ingin kamu lelah honey " devan memeluk sang istri
"Terimakasih sayang, sudah ayo kita harus mengantarkan anak kita "Devan dan bintang pun turun dari lantai dua lalu mereka berjalan ke arah meja makan yang sudah ada kevin
" Good morning Anak ayah " devan mencium kepala sang anak lalu ia duduk di kursinya
__ADS_1
"Molning ayah " Balas kevin
"Kakak mau sarapan sama apa.? " tanya bintang
"Aku nasi goleng sama telol ceplok aja bun "
Bintang pun mengisi piring kevin sesuai dengan yang ia mau, lalu ia mengisi piring sang suami "Loh ko yang kamu gak di isi honey.? " Tanya devan
"Aku dede bayi nya pengen di suapi sama ayah " ucap malu_malu bintang
"Baik lah honey " balas devan dengan senang hati ia akan menyuapi sang istri
"Emang dede bayi sudah bisa bicala ya bun.? Ko aku gak dengel" tanya kevin
"Oh.. gitu ya bun, pantes kakak tidak dengal "
Devan hanya mengulum senyum ketika sang istri bingung menjawab pertanyaan anak nya " Sudah kakak makan yang banyak ya, nanti pulang sekolah di jemput ama mang ujang " balas devan
"Oke ayah "
Setelah sarapan usai kini devan mengantarkan dulu kevin ke sekolah nya lalu ia mengantarkan sang istri " Hati_hati sayang semangat kerja ya " ucap bintang ketika ia akan turun dari mobil
__ADS_1
"Iyah, ingat pesan aku di minum susu dan vitamin nya lalu jangan terlalu lelah, satu lagi anak ayah tidak boleh nyusahin bunda ya " ucap devan sambil mencium perut bumil lalu kening sang istri
"Siap ayah " balas bintang lalu ia turun dari mobil, sebelum masuk bintang melambaikan tangan nya ke arah devan lalu ia masuk ke loby rumah sakit
"Selamat pagi semua nya " sapa bintang di resepsionis
"Pagi dok " jawab suster dan dokter yang ada di situ
Bintang bisa di bilang orang nya sangat ramah ia akan menyapa siapa saja yang ia kenal " selamat pagi dokter sisi " sapa bintang yang baru masuk ke ruangan sisi
"Pagi juga bumil " jawab sisi
"Apa dokter dela belum datang.? " tanya bintang
"Belum, kaya nya dia telat deh " balas sisi
Bintang hanya ber oh ria saja mendengar jawaban sisi sambil duduk di kursi " Lagi makan apa dokter sisi ? " tanya bintang
Sisi langsung menatap bintang " Ini aku habis makan bubur tapi, sudah habis " cengir sisi
"Oh.. kalo tidak salah di depan ada tukang gemblong ama cuhcur deh " ucap bintang
__ADS_1
Sisi sudah tidak enak hati jika bintang sudah ngomong seperti itu " Apa boleh aku minta di belikan? " tanya bintang dengan ekspresi menggemaskan