
Setelah makan malam devan mengajak keluarga kecil nya untuk pulang karena hari sudah malam, kevin juga sudah tidur di pangkuan sang istri, sesampainya di rumah devan menggendong kevin ke kamar nya, sedangkan bintang berjalan dari belakang mengikuti langkah sang suami, setelah serasa sudah menidurkan kevin mereka pun masuk kedalam kamar nya lalu mereka membersihkan diri nya
Setelah membersihkan diri bintang memakai gaun tidur yang tipis dan tembus pandang, kulit nya yang putih sangat kontras dengan gaun malam yang ia pakai, lalu ia naik ke atas tempat tidur untuk membaringkan tubuh nya
Devan yang baru keluar dari kamar mandi, ia hanya menggunakan bokser saja lalu menyusul sang istri ke tempat tidur, Bintang berbalik untuk memeluk sang suami, mereka pun tidur dengan damai nya
Sinar mata hari sudah mulai naik, bintang bangun namun di cekal oleh sang suami "Jangan pergi honey " kata devan
Bintang tersenyum ia membaringkan lagi tubuh nya di samping devan lalu ia menatap wajah devan dengan lekat " Aku mencintaimu sayang " kata bintang lalu mengecup bibir devan
Devan tersenyum " Aku lebih mencintai mu honey " balas devan lalu ia memeluk dan mencium bintang dengan agresif
"Aaahhh..... " des** kecil bintang
__ADS_1
Tangan devan sudah merayap kebawah sana dengan mulut yang sudah pindah ke gunung yang semakin membesar " honey kenapa mereka semakin besar ? " tanya devan dengan antusias
"Aah... en.. tah lah.. " jawab bintang terbata karena tangan devan yang lihat membuat bintang berbintang bintang
Setelah puas devan pun memainkan pinggulnya dengan perlahan karena ia tidak ingin anaknya kenapa_kenapa di dalam sana, suara mereka sangat kontras di kamar itu
Sedangkan di luar kamar kevin mendengar suara bunda nya yang seperti kesakitan " cus itu suala bunda " belum encus jawab kevin sudah berlari ke arah kamar orang tua nya
"Ayah.. bunda... bukaaaaaaa.... " teriak kevin kesal
David dan Juli yang baru datang ia langsung naik ke lantai dua karena mendengar teriakan kevin " Kevin ada apa.? " tanya David
"Bunda hiks... " anak itu menangis karena mendengar suara bunda nya yang ke sakitan " Om tolong bunda hiks " pinta kevin kepada David
__ADS_1
David langsung mendengarkan suara yang ada di kamar, lalu menggeleng kan kepala nya " Bunda tidak apa_apa ayo kevin sama om saja " ajak David
"Tadi saya sudah membujuknya tuan tapi den kevin tidak mah" kata Encus
Juli menggaruk kepala yang tidak gatal " Ayo ajak om, nanti jika ayah mu sudah keluar kamu hukum ayah mu itu" ucap Juli kesal, dia pikir kevin kenapa menangis eh ternyata karena mendengarkan des***n orang tua laknatnya
Akhirnya atas buktikan David dan Juli kevin pun mau ikut dengan kedua laki_laki itu " Masih pasti sudah membuat kepala pusing saja " desah kesal David
" lo kan banyak cewek tinggal datang saja ke salah satu cewek lo, nah gue jomblo mau minta kesiapa.? " tanya juli sambil melirik Encus meli
Encus meli yang sadar telah di lirik hanya diam saja, ia tidak ingin menanggapi ucapan Juli, Encus meli hanya bisa sadar diri dengan statusnya saat ini, ia tidak ingin menggapai yang belum tentu ia bisa gapai itu hanya angan-angan saja
Juli tidak menyerah ia masih mengejar encus meli, semakin ia di cuekin semakin Juli penasaran dengan encus meli
__ADS_1