
~ Pagi hari
Pagi ini Keysa bangun lebih awal ia harus pergi ke sesuatu tempat Dulu sebelum berangkat ke butik " Bun, keysa tidak sarapan di rumah ya, soalnya Keysa ada keperluan " ucap Keysa berpamitan kepada bunda yang sedang berada di dapur
" Iya sayang, tidak apa-apa, kamu hati_hati ya " Keysa mengangguk dan mencium punggung tangan bunda
Keysa pergi dengan taksi online ke Kafe, karena semalam keysa dan key berjanjian di sebuah kafe sambil sarapan " hei " key melambaikan tangan nya ketika melihat Keysa
Keysa duduk di kursi depan key " maaf lama, macet soalnya "
" Iyan tidak apa-apa " jawab key " Kamu mau pesan apa.?"
" aku Roti selai coklat dan cokelat panas saja " ucap Keysa
Key memesan yang Sama dengan Keysa agar cepat " Oh iya, soal mobil kamu, paling nanti sore baru selesai, tidak apa-apa kan .?"
" tidak apa-apa santai saja, masih ada taksi online " Keysa terkekeh
Ini bukan pertama kalinya key bertemu dengan Keysa, pertama di lampu merah ke dua di kafe ketika Keysa sedang bersama teman_teman nya, dan yang ke tiga ketika keysa yang sedang di ganggu oleh para preman, apa ini yang di sebut jodoh karena sudah tiga kali mereka bertemu tanpa sengaja
" Oh iya, kamu kerja di mana.? biar nanti aku antar kamu " Tanya key kepada Keysa yang sedang memakan rotinya
" Aku kerja di butik, tidak perlu nanti merepotkan kamu " tolak halus Keysa
" Tidak jadi masalah, menang nya kamu kerja di butik mana.? "
" oh aku kerja di butik yang di jalan Xxx " jawab Keysa
" oh aku tau, itu kan butik langganan Omah aku " Ucap key. key tau dimana butik itu karena Omah nya yang suka meminta antar kepada key untuk di antar ke butik, namun key tidak tau jika butik itu tempat kerja Keysa
" Benarkah.? wah ternyata aku bertemu dengan laki-laki yang mencintai omah nya " Goda Keysa sambil tersenyum
__ADS_1
Key tersenyum malu sambil menggaruk kepala yang tidak gatal " Kamu bisa saja "
Key sangat menyayangi Omah nya karena key di besarkan oleh Oma nya setelah kepergian kedua orang tau untuk selama_lamanya. namun key tidak merasa kesepian atau kekurangan kasih sayang karena Oma selalu memberikan kasih sayang yang penuh untuk dirinya.
" Jarang loh, ada laki-laki yang masih Suka mengantar Oma " Ucap Keysa meminum coklat nya
" Bukan jarang tapi kamu nya saja yang tidak tau " Ucap Key merendah
Key dan Keysa Melanjutkan obrolan nya sehingga mereka lupa akan waktu, Keysa yang tadi nya ada pertemuan dengan pelanggan, Keysa tunda karena merasa tidak enak jika Keysa pergi begitu saja.
Jam Sembilan pagi Keysa baru Samapi di butik dengan di anatar oleh key " Wah mbak gebetan nya tampan sekali ,x Puji asisten keysa
" kami ini ngomong apa.? mana ada gebetan dia hanya teman " ucap Keysa yang langsung masuk ke ruangan nya
" eum.. mbak pura_pura teman nanti lama kelamaan juga jadi demen " ucap nya
Keysa langsung membuka rancangan miliknya, karena Minggu depan akan ada perlombaan " Jangan banyak omong, kamu cari kain yang seperti ini " ucap Keysa memberikan contoh kain kepada asisten nya
~ Di rumah
Di rumah setelah ayah dan Kenzo pergi, Riana menitipkan putri kepada bunda karena ia ingin memulai perawatan kembali " Bunda tidak apa-apa kan jika aku tinggal putri sama bunda sebentar.?"
" tidak apa-apa, selesaikan lah urusan mu di luar " ucap bunda menggendong Putri
" Terimakasih bunda. bunda memang paling pengertian " ucap Riana, Riana langsung pergi ke salah satu salon kecantikan yang dulu pernah menjadi langganan nya.
Di salon Riana meminta perawatan yang lumayan bagus karena Riana tidak ingin jika sang suami melirik wanita lain karena merasa bosan istrinya mengurus Anak dan rumah terus.
Jam empat sore Riana baru pulang ke rumah dengan penampilan yang cukup berubah dan sangat cantik. Kenzo yang sudah pulang sedari tadi menatap Riana dengan tatapan yang tidak bisa di artikan " Masuk ke kamar ada yang ingin aku bicarakan kepadamu
Riana tanpa curiga ia ikut ke dalam kamar, mungkin pikir Riana sang suami sangat senang melihat penampilan dirinya, namun..
__ADS_1
brak..
Kenzo membanting pintu kamar sangat kenceng " Ada apa dengan mu ?" tanya Riana
Kenzo menatap Riana dengan tatapan kesal " Kamu bertanya ada apa dengan ku.? kamu menitipkan Putri kepada bunda hanya untuk ke salon dan sedari pagi baru pulang sekarang.?"
" Iyah tadi aku menitipkan putri kepada bunda karena aku pikir hanya akan satu atau dua jam eh taunya sampai bejam_jam " Ucap Riana
Kenzo tersenyum sinis kepada istrinya " kamu tau apa yang terjadi kepada bunda.? kamu tau kan jika putri saat ini sedang aktif_aktfnya, lalu kenapa kamu membiarkan bunda menjaga putri kenapa?!" bentak Kenzo
Rania sangat tidak mengerti dengan ucapan sang suami " Ada apa ini, Kenapa kamu malah menyalahkan aku yang pergi ke salon, aku ke salon juga untukmu, untuk membahagiakan kamu " ucap Riana dengan nada kesal
" Kami bilang ada apa.? bunda jatuh dari tangga karena Menyelamatkan putrinya yang hendak terjatuh dari tangga dan sekarang bunda sedang kritis di rumah sakit "
deg..
Rania menutup mulut dengan kedua tangan nya " Ja..jangan bohong kamu " lirih Riana tidak percaya
" Apa aku harus bohong soal kesehatan bunda.? bahkan bunda saat ini sedang Kritis hiks " kenzo menangis karena ia merasa menjadi anak yang tidak berguna telah melukai bunda
Rania sangat terkejut mendengar ucapan dari Kenzo. Rania langsung pergi ke rumah sakit tanpa berpamitan kepada sang suami, sungguh Rania menyesal telah menitipkan putri kepada bunda. Rania tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini " Hiks.. bunda maaf kan Rania hiks.. " Rania mengendarai mobil dengan air mata yang membasahi pipinya
Setelan di beri tau dimana ruangan bunda. Rania langsung ke ruangan bunda, di sana ada ayah dan kak Keysa " A..ayah " Lirih Rania berjalan ke arah ayah
" Sedang apa kamu di sini.?" tanya Keysa
" Kak " Rania menangis sesenggukan
" Pergi kamu dari sini, puas kamu membuat bunda celaka!" Usir Keysa, Keysa sangat kesal kepada adik ipar, gara_gara Rania bunda nya kritis dan belum bangun sedari tadi
" Maafkan aku kak hisk " Keysa perempuan ramah dan juga penyayang berubah menjadi wanita yang galak dan juga pemarah, Siapa yang tidak akan marah jika sang bunda celaka karena keteledoran orang lain
__ADS_1
Rania kearah ayah ia ingin meminta maaf namun ayah langsung melihat ke arah lain.