
Juli membawa sisi ke rumah pribadi nya,walaupun sederhana tapi penjagaan di rumah Juli sangat ketat dan di setiap sudut Ada CCTV , Juli memanggul tubuh mungil sisi kedalam kamar nya, para pelayan merasa heran karena baru pertama kali tuan mereka menbawa seorang wanita ke rumah nya, Juli menurunkan sisi di atas tempat tidur " Masuk lah ke dalam jangan coba_coba kabur karena itu sudah akan percuma" sisi tidak menjawab ia membuang muka
Namun Juli tidak mempermasalahkan itu, ia langsung keluar kamar dan tidak lupa mengunci kamar nya, Juli mengumpulkan para pelayan dan juga penjaga agar mereka tidak lengah dan jangan samapi calon nyonya mereka kabur dari rumah, Juli juga menyuruh koki untuk memasak makanan sehat untuk sisi, setelah itu Juli masuk ke ruang kerja nya
Juli adalah laki-laki sebatang kara, ia bisa hidup mewah dan memiliki rumah karena berkat Devan, devan yang sudah mengangkat harkat drajat dirinya, dulu Juli hanya seorang anak panti namun entah kenapa devan membawa dirinya dan menyekolahkan dirinya, Maka dari itu juli selalu berusaha untuk menjadi orang yang berguna untuk devan walaupun ia harus masuk ke dunia hitam
"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sisi, walaupun anak kita sudah lahir pun aku tidak akan membiarkan kamu meninggalkan kita, kau hanya milik ku, tidak ada yang boleh memilikimu " gumam juli " Aku akan membuat mu bisa menerima ku dan calon anak kita "
__ADS_1
Hanya ini yang bisa Juli lakukan walaupun agak kasar tapi kalo tidak begini pasti sisi akan kabur dan membunuh calon anak nya, walaupun belum tentu sisi hamil anak dirinya, Tapi Juli tidak akan menyi_nyiakan wanita yang sudah ia renggut kesucian nya, sebejad_bejad nya Juli ia tidak akan membuang wanita yang sudah ia ambil kesucian nya
Sedangkan di kamar sisi sedang mencari celah agar bisa kabur dari kamar itu " Ah sial kenapa aku tidak menemukan celah untuk bisa kabur " kesal sisi " Juli sialan, kenapa aku harus masuk ke perangkap mu " teriak sisi
Juli sadari tadi memperhatikan CCTV yang ada di kamar yang di tempati sisi " Sudah aku ancam pun kamu masih ingin pergi dari ku, jangan mimpi " Juli tersenyum
Tok.. tok. . tok....
"Tuan makan malam sudah siap " ucap pelayan itu
__ADS_1
" siapkan untuk nyonya kalian, biar aku yang bawa ke atas " ucap Juli, pelayan itu pun langsung pamit dan menyiapkan apa yang di minta tuan nya
setelah siap Juli pun membawa nampan ke kamar sisi, ia melihat sisi sedang duduk di lantai " Bangun lah, ini sudah malam kamu harus makan " ucap Juli sambil menaruh nampan itu di atas meja
Sisi tidak menghiraukan omongan Juli ia masih duduk " Apa kau tidak dengar ucapan ku.? " tanya juli " jangan membuat ku marah, atau mau aku suapi "
Sisi melirik ke arah Juli, lalu ia mengambil nampan yang berisi nasi itu " Aku tidak sudi makan dari tangan mu " sisi memakan makanan nya, jujur saja ia sangat lapar karena hari ini ia belum makan
Juli tersenyum " Makan lah yang banyak, karena marah itu membutuhkan tenaga " ucap Juli yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sisi
__ADS_1
"Jadilah wanita penurut agar aku tidak kasar kepadamu "