
Kini Keysa dan juga Kevin sudah berada di rumah sakit, mereka langsung masuk dan melihat Jia yang sedang duduk dengan kepala nya di perban, Keysa mendekati kearah Jia " Jia bagai mana dengan keadaan mu, apa masih sakit.?"
Jia tersenyum " sudah enggak Ko kak, ini sudah agak mendingan " ucap Jia
" Mendingan karena obat bius nya masih ada, coba kalo sudah habis pasti kamu akan merasakan sakit amat banyak " ucap Keysa
Bunda yang sedari tadi duduk menghampiri Jia dan juga keysa " key Kenapa kamu ke sini, kamu belum sembuh total " tegur bunda
" Keysa ingin melihat keadaan Jia Bun "
Bunda menggelengkan kepalanya " tapi kamu juga harus ingat dengan kondisi mu sayang "
" Iyah Bun, setelah ini Keysa pulang, tapi biarkan Keysa di sini dulu " Rengek Keysa
" Baiklah "
Bunda melihat kevin yang sedang asik dengan handphonenya, Kevin sangat cuek ia juga tidak menanyakan kondisi Jia " Kak, apa boleh bunda bicara sebentar di luar " Ajak bunda
Kevin langsung menaruh handphone nya di saku celana, lalu mengikuti bunda ke taman rumah sakit, Kevin dan bunda duduk di kursi taman " Ada apa bun "
Bunda menarik napasnya " Begini sayang, Ini soal Jia "
" ada apa dengan wanita itu "
" kamu ini kak, dia punya nama, nama nya Jia "
" Ya terserah lah itu "
" Begini Jia sudah membantu keluarga kita dua kali, bunda dan ayah merasa berhutang nyawa kepadanya"
" yang intinya apa." tanya Kevin langsung
" sekarang kamu sudah tidak memiliki tunangan lagi, Bunda ingin kamu menikahi Jia, dia wanita yang baik, bahkan menolong keluarga kita sudah dua kali, pertama adik mu kedua bunda, Andai saja tidak ada Jia bagai mana dengan nasib bunda dan adikmu saat ini "
__ADS_1
Kevin membuang napas kasar " Tapi Bun, Aku tidak mencintai nya, Jika ingin membalas jasa cukup dia kasih uang yang banyak, pasti dia juga akan menerima nya "
" Cukup kak, kamu jangan selalu menilai orang dengan uang, tidak semua orang bisa kamu hargai dengan uang, pokonya bunda minta kamu nikahi Jia, Jika kamu memang menyayangi bunda maka nikahilah Jia " Ucap bunda tegas " maafkan bunda nak, bunda sudah memaksa mu untuk menikah dengan Jia, Jia perempuan yang baik untuk mu " batin bunda
" Ok aku akan menikahi nya " ucap kevin
Bunda tersenyum " Terimakasih sayang "
Setelah pembicaraan itu mereka pun langsung balik kamar Jia " bunda dan ayah akan pulang bersama Keysa "
" lalu yang jaga Jia siapa bun.?" tanya Keysa
" aku tidak apa_ apa kak, lagian ini hanya luka kecil, mending sekarang kalian pulang lah pasti sudah lelah "
" tidak,kamu tidak akan sendirian di sini, akan asa Kevin yang menjaga Jia " Ucap bunda, sontak saja Keysa melirik kearah sang kakak
" Tidak usah nyonya, saya bisa sendiri ko" tolak Jia, ia merasa tidak enak jika harus di temani oleh Kevin, mana Kevin orang nya terlihat galak
Kevin dengan pasrah menguatkan keinginan bunda nya " Sudah kalian pergi lah, aku juga ingin istirahat " usir Kevin
" Iyah Nyonya "
Setelah kepergian kedua orang tua nya, Kevin langsung duduk di sopa, ruangan terasa hening seperti tidak ada penghuni
" apa yang sedang kamu rencanakan kepada keluarga ku.?" tanya Kevin langsung
" maksud tuan.?"
" jangan pura_pura bodoh, aku tau kamu melakukan semua ini karena kamu ingin menikah dengan ku kan.? dan menikmati harta milik keluarga ku " tuduh Kevin
Jia melihat kearah lain lalu tersenyum getir " Jika kau menginginkan yang maka aku akan memberikan uang untukmu, berapa yang kau minta.? 1.2 Satu 5M, akan aku berikan tapi pergilah yang jauh dari keluarga ku " Ucap dingin Kevin yang masih setia duduk di sopa dengan melipatkan kedua tangan nya di dada
" Jika anda menginginkan saya pergi maka saya akan pergi sekarang juga, tapi jangan anda rendahkan harga diri saya dengan uang anda, mungkin bagi orang kaya uang segitu sangat banyak, tapi bagi saya harga diri saya tidak akan ternilai dengan uang yang anda berikan kepada saya "
__ADS_1
" jadi berapa uang yang kau minta " Tanya Kevin " karena ku yakin kau mengorbankan dirimu karena uang "
Jia tersenyum kecut " Saya menolong keluarga anda tulus, tidak ada di pikiran saya untuk memanfaatkan keadaan, tapi percumah saja jika saya ngomong sama anda karena omongan saya tidak akan pernah masuk di kepala anda "
" kau!" Kevin segera mengeluarkan cek sebesar 10M lalu ia menaruhnya di atas Meja " ini cek dan segera lah pergi dari sini " Kevin langsung keluar dari ruangan Jia
Sedangkan Jia menatap sinis kepergian Kevin, ia tidak menyangka jika Kevin bisa setega itu kepadanya namun tidak apa, Jia wanita yang kuat ia juga tidak ingin di rendahkan oleh Kevin
~ Pagi hari
Kevin kembali ke ruangan Jia, di ruangan Jia sudah ada Keuda Orang tuanya dengan memegang selembar kertas " wanita itu sudah pergi dengan cek nya, Cih ngomongin harga diri tau nya di Embat juga "
Plak..
Bunda menampar anak sulung nya
Bugh..
Ayah meninju perut Kevin " Ada apa dengan kalian " kesal Kevin
" baca sendiri " Bunda memberikan Satu kertas dan juga cek yang di berikan oleh Kevin
" dasar bodoh, gak tau otak mu dimana " maki ayah
" cek berarti wanita itu tidak membawanya .?"
...Nyonya Terimakasih karena nyonya sudah merawat Jia dengan baik, dan terimakasih atas semua kebaikan nyonya dan sekeluarga, maaf jika Jia tidak berpamitan langsung kepada Nyonya, Sekali lagi Jia Berterimakasih kepada nyonya dan sekeluarga...
...Jia ...
" kamu keterlaluan Kevin, dia wanita yang baik dia sudah mengorbankan nyawa nya untuk melolong bunda dan juga adik mu, tapi apa yang sudah kau perbuat kepadanya, jika kau tidak ingin menikah dengan nya, kau bisa bicara kepada kami, tapi kau malah menoreh luka kepada Jia dan juga kami, kamu keterlaluan " Bentak ayah " ayah menyesal meminta Jia untuk menikah dengan mu, wanita baik tidak pantas dengan laki_laki bajingan seperti mu "
" jika kakak tidak membawa pulang Jia ke rumah maka jangan harap kakak akan bisa bertemu sama bunda lagi " Ayah dan bunda langsung pergi meninggalkan Kevin yang masih mematung dengan ucapan ayah dan bunda nya
__ADS_1
" bunda.." panggil Kevin, Kevin langsung mengejar Ayah dan bunda nya namun nihil ayah dan bunda nya sudah tidka ada di sana
Kevin langsung membawa mobil nya ke rumah ayah dan bunda namun Sekuriti tidak ada yang membukakan gerbang, Kevin keluar dari mobil " ayah.. bunda " teriak Kevin di laur gerbang