Bos And Me

Bos And Me
bab 2. menolongnya


__ADS_3

ditempat lain....


didalam perusahaan yang paling terkenal dan maju di negara x


"apa jadwalku malam ini Vin" tanya laki-laki itu kepada sekretaris sekaligus sepupunya


"hanya makan malam dengan klien dari Jerman, setelah itu sudah tidak ada" jawab Kelvin


"ya sudah kalau gitu kamu boleh pulang, berikan saja kunci mobilnya kepada saya , nanti saya yang akan pergi menemui klien itu sendirian" ucap laki-laki itu lalu mengambil kunci mobil dan keluar dari ruangannya


"tapi bos bensin mobil itu sudah sekarat, mungkin bos tidak akan bisa kembali kerumah setelah dari restoran" Kelvin bicara setengah berteriak, namun tidak dihiraukan oleh Devan, dia terus berjalan sampai area parkir perusahaan itu,


dia lalu melajukan mobilnya menuju restoran tempatnya makan malam bersama kliennya..


sesampainya disana dia pun masuk dan menemui kliennya yang dari Jerman itu


...---...


Fira telah keluar dari komplek tempat tinggalnya ayahnya itu, dia pun menahan taksi dan pergi menuju ke apartemen yang dibelinya sewaktu kuliah dulu


didalam mobil Fira terus diam,. dia memikirkan nasibnya, sekarang dia tidak punya ibu dan... ayah? ayahnya masih ada namun dia sudah tidak memiliki ayah....


hahaha lucu sekali hidupnya pikirnya...


namun dia harus selalu sabar dan tabah karna dia tidak sendirian, dia punya Allah yang selalu ada untuk tempatnya mengaduh


saat Fira sedang melamun, dia langsung tersadar saat melihat ada laki-laki yang bersandar di pintu mobilnya samping jalan seperti sedang menunggu seseorang, namun fira berpikir siapa yang laki-laki itu tunggu di jalan sunyi seperti ini?


fira tidak menghiraukannya, namun dia kembali berpikir bagaimana kalau dia yang berada diposisi itu? siapa tau saja laki-laki itu butuh pertolongan, Fira langsung menyuruh pak sopir itu berhenti


"pak stop" Fira berkata mendadak membuat supir taksi itu langsung menginjak rem mendadak


"apakah kita sudah sampai? atau nona lupa sesuatu?" tanya supir taksi itu


"bapak tunggu disini dan jangan kemana-mana, saya akan turun melihat laki-laki itu" Fira lalu menunjuk laki-laki diluar mobil yang sedang bersandar dipintu mobilnya itu


Fira pun keluar lalu menghampiri laki-laki itu


"permisi!! apa anda butuh bantuan pak?" tanyanya kepada laki-laki itu

__ADS_1


laki-laki yang disapa itu langsung menengok kearah sumber suara lalu berkata


"mobil saya mogok, dan saya sedang menunggu sekretaris saya" di berkata dengan santai sambil memperhatikan wanita didepannya ini


"boleh saya lihat mobilnya?" tanya Fira menatap laki-laki didepannya ini


"ohh, boleh silahkan" ucapnya mengizinkan


Fira sedikit tau tentang mesin karna itu termaksud hobinya,


Fira membuka pintu mobil itu lalu masuk kedalam ingin mengecek mobilnya, namun tiba-tiba dia tersenyum melihat indikator bensin mobil itu


Fira lalu keluar dengan masih tersenyum membuat laki-laki pemilik mobil itu heran


"apakah ada yang salah dengan mobil saya?" tanyanya heran melihat Fira yang tersenyum saat dia keluar dari dalam mobil


"hehehehe mobilnya tidak apa-apa pak, hanya kehabisan bensin saja, bapak tunggu disini, saya akan pergi membeli bensin enceran dekat sini dengan supir taksi saya" Fira sedikit terkekeh, bisa-bisanya seorang yang pintar membawa mobil tidak memperhatikan indikator bensinnya, lalu Fira pun pergi kembali masuk kedalam taksi itu


laki-laki itu langsung malu karna ditertawai oleh Fira dia langsung berkata


"awas aja setelah aku kembali vin, aku akan buat kamu menderita hidup segan mati tak mau, enak aja kamu buat aku malu, mana depan cewe lagi, mau ditaruh dimana harga diriku"


Devan berkata dengan kesal setelah perempuan itu pergi menjauh


ucapnya dalam hati dengan terheran-heran kepada Fira


Devan adalah pemilik perusahaan Andara group, yang paling terkenal di negara itu, Devan andara telah meneruskan perusahaan Andara group selama 4 tahun dan membuat perusahaan itu semakin maju dan pesat, Devan sangat terkenal bukan hanya karna rupanya yang tampan dan bisa terbilang hampir sempurna,. namun dengan kepintaran dan ketegasannya dalam menangani musuh-musuhnya


tak lama kemudian Fira datang dengan dikuti oleh supir taksi dibelakangnya yang membawa 1 jerigen bensin dan corong


"bisa tolong buka tutup bensinnya pak?" ujar Fira menatap kearah Devan..


mereka pun saling bertatapan sekilas, Devan melihat mata indah Fira, namun mata itu merah dan sedikit bengkak seperti habis menangis.


Fira langsung menunduk saat bertatapan dengan Devan,


"oke pak!! udah selesai, kami pergi dulu ya pak, dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan indikator bensinnya agar tidak terulang seperti ini lagi" ujar Fira sambil tersenyum


Devan yang melihat itu langsung malu bercampur senang, dia malu ditertawai oleh Fira, namun dia juga senang karna bisa bertemu dengan Fira

__ADS_1


"tunggu!!" cegah Devan memanggil Fira


Fira seketika berhenti lalu menengok kebelakang


"ada yang kurang?" tanya Fira buru-buru


"hmmm... nama kamu siapa?" tanya Devan tidak memperdulikan pertanyaan Fira tadi


Fira yang ditanya seperti itu hanya tersenyum lalu kembali berjalan menuju mobil taksi itu,


sekarang sudah sangat larut, fira ingin cepat-cepat pulang ke apartemennya,


Fira pun masuk kedalam taksi, lalu taksi itu melaju menuju apartemen Fira


Devan yang melihat Fira pergi tanpa menjawab pertanyaannya langsung menghela nafasnya


"siapa ya tu cewe?, benaran dia ngga kenal sama aku? emang dia hidup di zaman apa?" gumam Devan tak percaya bahwa ada yang tidak mengenali dirinya


dia pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil untuk pulang kerumahnya,


saat Devan tiba dirumah, Kelvin sudah menunggunya di teras rumah dengan wajah penuh rasa bersalah bercampur takut.


aku pasti terkena semprotan malam lagi, huhhh


gumam Kelvin lirih


Devan yang melihat Kelvin langsung merubah tatapannya menjadi tajam dan menakutkan


"beraninya kau!!!" ujar Devan menahan emosi


"maaf bos, abis tadi bos saya kasi tau, bos ngga dengar" balas Kelvin membela diri


"masih mau membela diri ha!!" Devan lalu berjalan mendekat ke arah Kelvin lalu mengepalkan tangannya dan melayangkannya kepada Kelvin


Kelvin berpikir bahwa Devan akan memukulnya, dia pun hanya diam dan menunggu pukulan itu sampai diwajahnya,


namun yang dipikirkan oleh Kelvin salah, Devan tidak memukul wajahnya, Kelvin malah menepuk-nepuk punggungnya lalu berkata dengan santai kepada sepupunya itu


"kami cari tau perempuan yang sudah menolong aku tadi, kalau kamu bisa dapatin data-data sampai besok, maka aku akan memaafkan kesalahan besar kamu ini" Devan lalu melemparkan hpnya yang berisi foto Fira yang dipotretnya diam-diam sewaktu Fira sedang sibuk mengurus mobil Devan

__ADS_1


semoga kalian suka ya dengan novelku...


selamat membaca dan terimakasih 🙏


__ADS_2