Bos And Me

Bos And Me
Sll : Jia


__ADS_3

Hari ini Kevin sedang di sibukkan dengan urusan kantornya namun tiba-tiba Kevin di kejutan dengan kedatangan Lusi dengan tangan yang penuh dengan barang belanjaan nya " Hai honey " Lusiana mendekat dan mencoba untuk mencium Kevin, namun Kevin keburu menepis nya, Lusiana langsung memutakhirkan bola matanya, Ini bukan yang pertama kali Kevin menepis dirinya namun Lusiana tidak putus arang ia terus berusaha mengambil hati kevin


" jaga perilaku mu " Ucap tegas Kevin, Andai saja Kevin mempunyai bukti bahwa Lusiana yang menjebak nya mungkin Kevin tidak akan terjebak dengan siluman ini


" Honey " lirih Lusiana dengan akting menangis nya


" Stop jangan membual di depan ku, simpan saja bualan mu itu untuk menipu kelurga ku " Ucap Kevin " Dan sekarang pergi lah aku sedang sibuk " usir Kevin


Lusiana menghentakkan kaki nya lalu keluar dari ruangan Kevin " Cih sial, kenapa dia tidak bisa aku kelabui " Ucap Lusiana ketika ia sudah berada di luar ruangan Kevin


Sedangkan kevin mood nya mulai hancur ketika wanita itu datang " Aahhh... kenapa anak buah ku pada bodoh semua sudah satu tahun aku menyuruh nya mencari bukti tapi nihil, mereka bodoh " Kesal Kevin


Kevin tidak bisa berbuat apa-apa ketika Lusiana datang ke rumah kedua orang tua nya dengan membawa beberapa lembar Foto, Apa lagi ketika bunda terlihat kecewa kepadanya, itu membuat Kevin menerima Lusiana, karena tidak ingin membuat kecewa Keuda orang tua nya.


~ Di rumah Devan


Riana sudah menemukan Wanita yang akan mengurus putri, Gadis desa yang baru berusia 21 Tahun yang sudah bekerja menjadi pelayan selama Tiga tahun " Kamu, siapa nama mu.?" Tanya Lusiana


" Saya Jia nona " Jawab Jia sambil menunduk


Rania melihat Jia dari bawah sampai atas, penampilan Rania yang memakai seragam pelayan yang kebesaran membuat Rania yakin jika Jia bisa mengasuh anak nya " Mulai saat ini kamu bukan seorang pelayan lagi " ucap Rania


Deg..


Jia kaget mendengar ucapan nona nya" Maksud nyonya saya di pecat.? " Wajah Jia sudah memerah sedih, Tangan nya sudah meremas baju nya, jika dirinya di pecat lalu bagai mana sekolah adik nya di kampung


" Saya bukan memecat mu tapi, mulai sekarang kamu jadi baby sister untuk putri " Ucap Rania


Jia langsung melihat kearah Nona nya " Terimakasih nona, Terimakasih pikir saya akan di pecat "


" Pikiran mu terlalu jauh, saya menyuruh mu menjadi pengasuh putri karena kamu sudah lama bekerja di sini, saya tidak percaya dengan orang baru "


" Baik kalo gitu non, saya akan menjaga nona kecil dengan baik " Jawab Jia, bukan hanya setatus pekerjaan nya saja yang di ganti tapi Jia juga Mendapatkan gajih yang lebih besar dari mengurus Putri

__ADS_1


" Yasudah kamu mandikan putri,sebentar lagi sudah mau sore " Ucap Rania


" Baik non " setelah kepergian Rania Jia langsung memandikan nona kecil nya dengan telaten


" Wah nona kecil cantik sekali dan harum " Puji Jia yang sudah selesai memandikan Putri " sekarang kita temu mamah anda ya " Jia membawa putri ke ruang tamu


Di ruang tamu ada Bunda bintang dan juga Rania yang sedang menonton tv " Wah anak mamah sudah harum " Rania mengambil putri dari gendongan Jia " Terimakasih ya Jia, sekrang kamu ke dapur saja nanti jika aku butuh sesuatu aku panggil kamu "


" Baik nona, nyonya saya permisi " Ucap Jia sopan


" Wah cucu omah cantik sekali " Puji bunda bintang


" Iya dong anak siapa dulu" jawab Rania


Bunda dan juga Rania sedang asik mengajak Putri bermain walaupun putri masih kecil ia belum mengerti dengan ucapn orang desawa tapi Putri selalu tersenyum


" Selamat sore bunda " Lusiana langsung duduk di dekat bunda tanpa menghiraukan Rania


" Paling juga mau ngadu " Sindir Rania


" Kau!" kesal Lusi, sedari awal Lusiana dan juga Riana tidak pernah akur mereka selalu saja berantem


" Sudah_sudah Ada apa.?"


" itu bunda, masa Kevin memarahi Lusi ketika Lusi datang ke kantor " Adu lusiana


Sebenarnya bunda juga tidak terlalu suka dengan Lusiana karena penampilan nya yang terlalu seksi dan juga glamor, Tapi apa boleh buat putri nya telah mengambil hal yang berharga milik Lusi " Mungkin Kevin sedang lelah makanya begitu, Yang sabar ya, nanti bunda tegor Kevin " ucap bunda


Lusi menganggukkan kepala nya " Hai cantik " Lusi menggendong Putri namun Lusi mendapatkan sambutan baik dari putri


" Brot "


" What's apa ini.?" Lusi mencium ada bau aneh dari Putri

__ADS_1


Riana mengulum senyum " Itu putri pup " Ucap Riana


Sontak saja mata Lusi membulat besar membuat Putri takut dan mengangis, andai saja tidak ada bunda sudah pasti Lusi memaki putri dengan sebutan Anak har_m


" Putri tau mana yang harus di hormati dan mana yang tidak ,kembalikan anakku " Ucap Riana " Bun aku bersihkan Putri dulu ya "


" Iyah sayang " Jawab bunda


Sekarang tinggal lah bunda dan juga Lusi di ruang tv " Apa kamu tidak ada pemotretan Lusi.?"


" Tidak ada Bun, tadi nya ada sih tapi Lusi kensel karena ingin bertemu dengan Kevin, eh past ke kantor Kevin nya malah mengusir Lusi " Ucap Lusi menunduk " Salah Lusi apa coba Bun, yang seharusnya marah kan Lusi, Kevin sudah mengambil hal yang berharga dari Lusi hiks " Lusi pura_pura menangis agar bunda iba kepadanya


" sudah nanti biar bunda yang bicara sama Kevin, Maafkan kelakuan Anak bunda ya " Lusi menganggukkan kepala nya " Nanti makan malam lah bersama di sini "


" apa boleh bunda.? tapi aku takut Kevin tambah marah sama Lusi "


" Kevin urusan bunda jadi makan malah lah di sini ya " Lusi tersenyum senang karena bunda nya selalu berpihak kepada dirinya


" bunda memang paling gampang buat di bohongin " batin Lusi


Jia masuk kekamar putri bermaksud untuk membantu Riana " Nona biar saja " ucap Jia


" Tidak perlu, ini hal kecil ko " ucap Riana " Apa si nenek sihir itu sudah pergi.?"


Jia mengerutkan kening nya " Siapa yang di maksud nenenk sihir nona .?" Tanya Jia tidak mengerti


" Siapa lagi kalo bukan wanita jadi_jadian itu " kesal Riana


Jia mengum senyum,n Jia baru mengerti siapa yang di maksud Riana " Masih Nona, Bunda mengajak nona Lusi untuk makan malam bersama " Ucap Jia, karena tadi ketika Jia sedang di dapur Bunda menyuruh pelayan untuk menambah Piring satu lagi untuk Lusiana


" Is menyebalkan, kalo bukan karena bunda aku malas untuk satu tempat makan sama dia " kesal Riana


Riana sangat benci kepada Lusiana, karena Lusi yang selalu merasa tersakiti oleh Kevin dan ia juga sering mencibir Riana jika tidak ada ayah dan bunda.

__ADS_1


__ADS_2