Bos And Me

Bos And Me
bab 5. restoran part II


__ADS_3

Fira pun memainkan pianonya, Fira berencana akan menyanyikan lagu yang berjudul diary depresiku


Fira pun mulai bernyanyi...


wajar bila saat ini, ku iri pada kalian.....


yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah.....


hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam...


tiada harga diri agar hidupku terus bertahan....


Fira bernyanyi sambil mengeluarkan air matanya, taoi dia langsung menghapus air mata itu, agar tidak ada yang melihatnya, namun tanpa Fira sadari, Devan melihat semua itu


saat Fira selesai bernyanyi semuanya bertepuk tangan ria, mereka ingin Fira menyanyikan satu buah lagu lagi, namun fira menolak permintaan para tamu itu dengan berkata


"maaf semuanya saya cukup tau diri, suara saya tak sebagus suara artis, jadi saya tidak bisa menyanyikan lagu yang lainnya lagi" Fira tersenyum ke arah para tamu


setelah selesai berbicara Fira langsung pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya


ayah Fira yang melihat Fira bernyanyi tadi, langsung sedih, dia bahkan meneteskan air matanya, entah itu air mata sedih karna telah mengusir Fira dari rumah atau bahagia melihat keadaan Fira yang sekarang, ya hanya ayah Fira lah yang tau apa yang dia pikirkan 😳😳


Yuna yang melihat itu langsung merasa kesal dengan Fira, karna lagi-lagi Fira bisa mengambil perhatian sang ayah, Yuna langsung izin ke kamar mandi untuk mengikuti Fira


"ayah, ibu, Yuna ke kamar mandi dulu ya"


setelah izin Yuna langsung bergegas pergi ke kamar mandi, Yuna harus buru-buru sebelum Fira keluar dari kamar mandi


saat Fira masuk ke dalam kamar mandi dia melihat Fira sedang membasuh wajahnya, Yuna langsung berkata sinis


"Hay anak buang yang tak di inginkan"


Fira yang mendengar itu hanya menghela nafasnya, Fira sedang malas berdebat jadi dia tidak menghiraukan perkataan Yuna

__ADS_1


Yuna menjadi kesal karna Fira tidak terpancing emosi mendengar ucapannya,


Fira langsung keluar tanpa melihat ke arah Yuna, Yuna langsung mengejar dan mencegat Fira di depan toilet itu


"kamu mau apa lagi sih, belum bahagia kamu lihat aku di usir ha?" tanya Fira dengan jengkel, Fira sebenarnya malas meladeni Yuna, tapi Yuna selaku mencari-cari masalah dengannya


"iya aku belum puas emang kenapa? aku itu akan puas kalau kamu itu udah ngga ad di dunia ini" jawab Yuna dengan penuh intimidasi kepada Fira,


Fira yang mendengar omongan Yuna, dia langsung tersenyum hingga membuat Yuna bingung dan bertanya-tanya, apakah Fira telah gila? ucap Yuna dalam hati, bisa bisanya di bilangi seperti itu Fira tersenyum!!


"masalah hidup dan matiku bukan kamu yang urus, walaupun kamu ingin aku mati, tapi kalau Allah belum menginginkan aku mati, apapun usaha yang kamu lakukan untuk mencoba membunuhku, semua itu akan sia-sia!!


hidup dan matiki itu di tangan Allah bukan di tangan hambanya yang tak tau malu seperti kamu" ucap Fira kesal kepada Yuna, dia mengatakan itu dengan suara sedikit besar, laku dia berbalik pergi meninggalkan Yuna sendirian


Yuna yang mendengar itu bertambah kesal, Yuna mengejar Fira dan langsung mendorong nya dengan keras


karna tak ada persiapan bercampur kaget, Fira langsung melayang ke depan, Fira langsung menutup matanya dan melindungi kepalanya agar tidak terbentur,


namun.... saat Fira akan terjatuh di lantai, Fira langsung di tangkap dan di peluk oleh laki-laki tampan yang berbadan tegap, siapa lagi kalau bukan Devan


Devan pun hanya melihat dan mendengarkan percakapan mereka dari jarak jauh, hingga pada saat Yuna mendorong Fira, dia tidak tahan, Devan langsung keluar dari persembunyiannya dan langsung menolong Fira yang di dorong


"kamu ngga apa-apa" tanya Devan khawatir kepada Fira sambil melihat wajah Fira


"iya aku ngga apa-apa, makasih udah nolongin" jawab Fira sambil menunduk dan melepaskan pelukan Devan


Yuna yang melihat itu langsung tersenyum sinis lalu berkata


"dasar wanita murahan!!"


Yuna sengaja merendah rendahkan Fira di depan Devan, untuk mencuri perhatian Devan,


namun saat Devan mendengar itu, Devan langsung mendekati Yuna dan menatapnya dengan dingin dan datar lalu berkata

__ADS_1


"jaga omongan kamu!! kalau sampai saya melihat kamu melakukan hal yang sama kepada dia, kamu akan tanggung akibatnya!!" Devan berkata dengan penuh penekanan dan ancaman di setiap kata-katanya sambil menunjuk ke arah Fira


Yuna yang mendengar ancaman dari Devan, keberaniannya langsung siut, dia langsung pergi kembali ke meja tempat duduknya bersama ibu dan ayahnya


setelah kepergian Yuna, Fira langsung menghela nafasnya dalam-dalam, dia tadi hampir menangis, tapi dia berhasil menahannya saat di depan Yuna,


tapi.. sepertinya sekarang dia sudah tidak bisa menahan tangisnya, Devan ingin menenangkan Fira, namun sedetik kemudian langsung terdengar suara nyaring dari belakang, memanggil nama Fira


"Firaaaa!!" panggil Sinta khawatir kepada sahabatnya itu


Fira yang melihat indah langsung ber hambur memeluk indah, tangis dia pun pecah di dalam pelukan indah


indah pun hanya mengelus-elus pundak Fira lalu berkata


"kamu kenapa? kamu habis berdebat sama adik tiri kamu lagi? aku tadi khawatir dan langsung ke sini saat melihat Yuna kembali dari toilet, mana kamu ngga nongol nongol lagi"


indah berusaha menenangkan Fira


Fira langsung berhenti menangis saat sadar bahwa di situ masih ada Devan, dia pun langsung melap air matanya laku menunduk dan berkata kepada Devan


"sekali lagi terima kasih karna telah menolong saya" Fira terus menunduk,


sekarang dia malu memperlihatkan wajahnya, karna Fira habis nangis, pasti wajahnya sangat jelek, pikirnya


"dia tadi siapa?" tanya Devan dingin


"hah?" kaget Fira, setau Fira tadi laki-laki di depannya ini sangat ramah, tapi .. sekarang kenapa berubah menjadi dingin bagai es, Fira bagaikan dalam freezer, pikirnya


"oh tadi,, hanya orang yang ngga penting, ngga usah di pikirin" sambung indah menjawab pertanyaan Devan


"kalau bukan siapa-siapa, kenapa dia menginginkan kamu mati?" tanya Devan kembali menunjuk ke arah Fira, membuat Fira langsung gugup, jangan jangan orang ini telah mendengar percakapannya dengan Yuna tadi


"owh i, itu hanya bercanda kok hehehe" jawab Fira sedikit terkekeh untuk menutupi rasa gugupnya

__ADS_1


"saya akan menunggu agar kamu sendiri yang suka rela akan menceritakan masalahmu padaku, mungkin bukan sekarang, tapi nanti saat kita bertemu kembali" ucap Devan lalu pergi meninggalkan Fira dan indah


indah sangat heran mendengar perkataan Devan tadi, begitu pun dengan Fira, Fira bahkan tidak tau siapa nama laki-laki itu, lalu untuk apa laki-laki itu berbicara seperti itu? apakah dia mengenal dirinya" Fira bertanya-tanya kepada dirinya sendiri....


__ADS_2