
Setelah kevin pulang sekolah bintang melihat sikap kevin yang berubah, biasa nya kalo pulang sekolah kevin akan mencari adik nya dan mencium dirinya tapi sekarang kevin malah langsung masuk kedalam rumah begitu saja " Ada apa dengan kevin " gumam bintang
"Bi tolong jagain keysa sebentar ya " setelah menitipkan keysa kepada bibi, bintang menghampiri kamar kevin
Tok... tok... tok. ...
"Kakak apa bunda boleh masuk.? " tanya bintang di luar kamar
"Masuk saja " ucap kevin sedikit berteriak
Bintang masuk ia melihat ada meli di dalam kamar " Mel bisa kamu tinggalkan aku dan kevin " pinta bintang ramah
" Tapi saya harus menjaga den kevin " ucap meli, seolah ia enggan untuk pergi
"Kenapa harus di jaga kan saya bunda nya " ucap bintang
Kevin tidak bersuara dia hanya diam saja mendengarkan obrolan sang bunda dan Encus nya itu " Tapi saya yang sudah mengasuh den kevin sedari bayi, jadi saya juga berhak menjaga dan melindungi nya " ucap meli
__ADS_1
"Jadi maksud kamu, saya tidak berhak dan kamu lebih berhak begitu.? dan tanpa secara langsung kamu menuduh saya akan mencelakai anak saya sendiri.? "
Meli memalingkan wajah nya dengan melipat kedua tangan nya di dada " Saja tidak menuduh, kan anda orang baru di sini jadi wajar jika saya harus waspada"
Bintang tersenyum miris " Walaupun saya tidak melahirkan kevin dari rahim saya, tapi saya menganggap kevin itu anak saya sendiri, kevin adlaah kakak dari adik_adik nya mau sampai kapan pun kevin adalah anak pertama bagi saya" ucap bintang membuat hati kevin sedih apa lagi sang bunda sudah mulai terisak
"Bahkan saya lebih mendahulukan kevin dari pada keysa "
"Bunda.. " ucap kevin
"Tidak apa_apa kak, mungkin bunda memang orang baru di antar kalian, jadi bunda belum tau apa_apa, encus benar kamu harus lebih hati_hati lagi sama bunda " ucap bintang, ia keluar kamar karena merasa sakit di dada nya karena ucapan meli
Sedangkan di kamar kevin" lihat lah yang di katakan bunda oleh aden, dia bahkan tidak mendengarkan penjelasan mu, dia lebih memilih pergi begitu saja " ucap meli, kevin menunduk ada rasa bersalah kepada sang bunda
DI RUMAH JULI
" bi apa boleh aku meminjam telpon.? aku ingin menghubungi kedua sahabat ku, mereka pasti cemas karena aku tidak pernah memberikan kabar kepada mereka "
__ADS_1
"Maaf Non, kami di sini di larang memegang handphone, bahkan jika kami ingin mengabari keluarga hanya di tanggal muda saja "
"Benar kah? " tanya sisi
"Iyah Non "
Sisi geleng-geleng kepala " Dia kejam sekali " ucap sisi
"Tidak kejam tapi hanya disiplin " jawab bibi ramah
"Yang sabar ya bi"
DI KANTOR
Devan tiba-tiba merasa lepar, ia menghubungi sekertaris nya untuk membelikan nasi goreng mawut " Tidak mau tau kamu belikan saya nasi goreng mawut, Jangan pulang sebelum kamu mendapatkan nya, kalo tidak bulan ini kamu tidak akan mendapatkan gajih " ancam devan
"Ba_baik tuan " sekertaris devan pun langsung pergi mencari pesenan tuan nya, entah lah ia harus mencari kemana karena jarang sekali ada yang jualan nasi mawut
__ADS_1
Juli masuk kedalam ruangan devan untuk memberikan laporan hasil kerja nya " Ini sudah gue selesaikan tinggal tanda tangan saja " ucap Juli " ada apa dengan wajah mu.? " tanya juli
"Gue ingin nasi goreng mawut, rasanya sudah ada di ujung lidah gue