Bos And Me

Bos And Me
MENEMUI DEVAN


__ADS_3

Siang hari nya bintang seperti biasa ia akan makan bersama dengan kedua sahabat nya, bintang hari ini sangat tidak fokus dengan pekerjaan nya ia masih memikirkan bagai mana nasib ia selanjutnya karena kemarin ia sempat menghina bos nya sendiri


"Di makan bin, tuh makanan sudah sampai dari tadi " kata sisi sambil melirik ke arah dela


"Aku tidak napsu makan, aku masih memikirkan bagi mana nasib aku setelah ini " bintang mengacak rambut nya sendiri


"Nona bintang..." panggil seseorang


Bintang dan kedua sahabat nya pun melirik ke arah suara " Iya tuan, ada apa? " tanya bintang


"Anda di panggil oleh bos kami " ucap laki-laki bertubuh tegap itu


"Bos? bos siapa.? aku tidak punya masalah dengan bos mu " ucap bintang heran


"Apa itu tuan Devan? " tanya Sisi


"Benar, tuan Devan ingin anda datang keruangan nya sekarang " balas kaki_laki itu


"Hah.. apa? untuk apa tuan Devan memanggil saya ? " tanya Bintang heran


" Nona bisa bertanya langsung kepada tuan Devan " ucap laki-laki itu " mari nona "


"Si, del bagai mana ini? apa riwayat aku akan habis sampai di sini? " tanya bintang sambil menoleh ke arah sahabat nya

__ADS_1


"Sudah temuin saja dulu, lalu minta maaf pasti akan di maafkan " seru dela


Dengan pasrah Bintang pun mengikuti orang suruh devan, ia masih kepikiran bagai mana kalo Devan tidak memaafkan nya, * pokonya aku harus minta maaf sungguh-sungguh agar tuan Devan mau memaafkan aku, Semangat bintang * ucap batin bintang


"Silahkan nona, tuan Devan sudah menunggu " ucap laki-laki itu memabukkan pintu ruangan Devan


Bintang berjalan dengan gontai sesekali ia melihat pintu keluar "Tu_tuan Anda memanggil saya.? " ucap bintang


"Hm... " jawab Devan yang masih fokus untuk dengan berkas nya


Is menyebalkan dia yang menyuruh ku datang tapi dia juga yang mengacuhkan ku * batin bintang


Devan menutup berkas_berkas nya ia menatap bintang " kenapa jadi pendiam? kemarin kamu sangat cerewet dan menyuruh ku untuk menjual mobil " ledek Devan sambil berjalan ke arah bintang


" Itu saya kenapa.? " goda Devan, mendekatkan wajah nya di dekat bintang


"Tuan jangan dekat_dekat " ucap bintang karena ia sekarang merasakan napas yang berbau mint


Devan tersenyum kecil melihat reaksi bintang "Tuan dengan segenap hati saya, saya benar-benar minta maaf atas ucapan saya kemarin, karena kemarin saya benar-benar tidak tau kalo Anda pemilik rumah sakit saya bekerja saya benar-benar minta maaf tuan " ucap bintang dengan menundukkan kepala nya


Apa dia tidak tau siapa saya? apa dia tidak mencari tau siapa pemilik rumah sakit ini sebelum ia masuk kerja "Batin Devan


" Masa ia kamu tidak tau siapa pemilik rumah sakit tempat kamu bekerja " kata Devan penasaran

__ADS_1


"Iya saya tidak tau, karena selama saya di gajih dan selama saya bekerja dengan benar ,maka saya tidak perlu repot_repon untuk mencari siapa pemilik rumah sakit " ucap jujur Bintang


Devan menatap Bintang dengan lekat, ia sangat mengagumi wajah cantik yang natural seperti bintang tanpa banyak polesan dan suka ngomong apa ada nya


"lalu apa tuan memaafkan saya.? " tanya bintang menoleh ke arah Devan


"Saya pikir_pikir dulu " jawab Devan sengaja ingin melihat reaksi bintang


Demi karir di kedokteran nya, bintang langsung memohon di bawah kaki Devan, Devan sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Bintang, biasa nya wanita akan menggoda dan merayu nya bahkan ada yang rela merayap di atas tubuh Devan tapi bintang, ia lebih memilih bersimpuh di bawah kaki Devan


"Hei apa yang kau lakukan, berdiri sekarang " pinta Devan


"Tidak, aku tidak akan berdiri sebelum tuan memaafkan saya " balas bintang


"Ok ok saya akan maafkan, tapi dengan satu sarat " ucap Devan


"Apa.? " bintang langung melihat ke arah Devan


" Berdiri dulu, saya tidak suka melihat mu seperti itu, jangan pernah kamu lakukan lagi apa lagi kepada orang lain " ucap tegas devan, Devan merasa sakit melihat bintang bersimpuh di bawah kaki nya


Bintang segera berdiri " Sudah tuan "


"Setiap kamu libur bekerja, kamu wajib menemani saya dan juga putra saya " kata Devan, membuat kedua bola mata bintang membulat sempurna

__ADS_1


__ADS_2