
Malam ini bintang akan tidur di rumah sakit ia juga susah menelepon kevin, Bintang berjalan dan membaringkan tubuhnya di samping sang suami, untung brangkar nya bisa muat untuk dua orang, Bintang menatap sang suami ia mengelus wajah sang suami " Sayang ari merindukan mu " air mata bintang tidak bisa ia tahan lagi bintang menangis tanpa suara, lalu ia memeluk sang suami
Pagi harinya dela berniat masuk kedalam ruangan devan, namun ia urungkan karena bintang masih tidur di pelukan devan " Ko gak masuk.? " Ternyata David dan Juli juga menyempatkan menjenguk devan
"Bintang masih tidur " Jawab dela pelan, lalu ia membawa David dan juga Juli keruangan nya
"Kenapa kita kesini.? " tanya Juli
"Aku belum sarapan " balas enteng dela, Mereka pun ikut sarapan di ruangan dela
"Dela aku datang... " teriak sisi sambil masuk keruangan dela " Eh banyak orang ternyata hehe kalo gitu mangga di lanjut " ucap sisi mau pergi
"Eh sini sarapan bareng " ajak dela kepada sisi
"Tidak usah aku sudah sarpan tadi " tolak sisi, Ia sangat malas ketemu sama Juli makanya ia berniat untuk pergi lagi
"Sudah temani kita sarpan kalo gitu" ucap dela, mau tidak mau sisi pun duduk di samping dela
Juli yang melihat sisi biasa saja, ia malah menikmati sarapan nya " Tumben kamu sudah sarapan.? " tanya dela
"Iyah tadi aku di jemput sama evan terus sekalian sarapan dulu di jalan " balas sisi sambil memainkan handphone nya
"Lo sudah jadian sama dia.? " tanya dela kepo
__ADS_1
Sisi tersenyum malu_malu sambil menganggukan kepala nya "Serius.? " tanya dela
"Iyah " jawab sisi malu
Sedangkan Juli dan David hanya mendengarkan curhatan sisi kepada dela, Ada rasa sakit di hati Juli ketika mendengar sisi sudah mendapatkan pacar "Kenapa hati ku terasa sesak ya " batin Juli
Sedangkan di ruangan devan, Bintang baru bangun tidur, ia mantap wajah sang suami " Good morning sayang, Semoga hari ini kamu lebih membaik ya sayang " ucap bintang, ia pun turun dari brangkar Ia masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka, setelah selsai bintang meminta suster untuk membawakan baskom dan lap kecil
Bintang mengelap badan devan dengan lap kecil dengan senyuman, ia tidak ingin terus menerus menangisi semua nya, ia harus bisa kuat untuk anak dan juga sang suami "cepat bangun ya sayang " kata bintang menahan kesedihan nya
Tok.. tok... tok...
Bintang membuka pintu " Masuk dok "
"Bagai mana dok.? " tanya bintang
"Sejauh ini tuan devan sudah mulai membaik nyonya, anda tidak perlu khawatir, nyonya harus banyak sabar saja " Jawab dokter itu
Bintang membuang napas nya " Baik lah dok Terimakasih ya " balas bintang ramah
Dokter itu pun pergi meninggalkan ruangan devan, sedangkan bintang ia mendekat ke arah sang suami " tetap semangat ya sayang, aku akan selalu ada di sampingmu " kata bintang sambil mengelus rambut sang suami
Dela dan sisi masuk keruangan devan sambil membawakan sarapan untuk bintang " Bintang... "
__ADS_1
"Kalian sudah datang " ucap bintang
"bagai mana keadaan tuan devan.? " tanya dela
"Sudah lebih baik " balas bintang
"Sukur deh kalo gitu, ini kamu sarapan dulu " kata sisi sambil menaruh sarapan untuk bintang, David dan Juli tidak jadi menjenguk karena ada kerjaan yang harus mereka selesaikan
"Och iya terimakasih ya " ucap bintang, ketok bintang mau berjalan ke arah dela dan sisi tiba-tiba tangan nya ada yang narik, bintang sangat kaget
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1