
Satu Minggu telah berlalu, Kevin dan juga jeni pun sudah pulang dari dua hari yang lalu, mereka langsung pulang ketika mendapat kabar dari salah satu asisten rumah tangga, waktu itu Kevin menelpon sang bunda namun tidak ada jawaban akhirnya Kevin menelpon ke salah satu pelayan yang ada di rumah untuk menanyakan keadaan rumah namun alangkah terkejutnya nya Kevin ketika mendengar kabar yang kurang baik tentang bunda, akhirnya nya Kevin memutuskan untuk pulang.
Bunda masih terbaring lemah di rumah sakit, belum ada perubahan, namun tim dokter akan mengusahakan yang terbaik untuk ke sembuhkan bunda " Kak makan dulu " Ucap jeni
" Kakak tidak lapar " jawab Kevin yang sedang duduk
" Kakak harus makan agar kakak ada tenaga untuk menjaga bunda. jika kakak ikut sakit siapa yang mau jagain bunda "
Ucapan jeni ada benarnya, akhirnya kevin memakan makanan yang di belikan oleh jeni, Walupun sedikit yang penting ada suapan " Sekarang kakak minum lah " Kevin mengambil botol aqua lalu meminum nya
" kakak jangan sedih, lebih baik kakak banyak berdoa agar bunda segera sadar " Kevin menganggukkan kepalanya " Aku mau mencari ayah dulu. ayah pasti belum makan " ucap jeni lalu bangkit dari duduk nya namun tangan nya di cekal oleh Kevin
" Tidak perlu mencari ayah, Keysa sedang bersama ayah, duduk lah di sini temani aku di sini " Jeni pun menutut ia duduk di samping sang suami. Kevin menaruh kepalanya di pundak sang istri " Apa ini yang kamu rasakan ketika melihat kakak mu telah tiada " Tanya Kevin menetes air mata, Sungguh Kevin sangat sedih saat ini, hidupnya merasa hancur padahal masih ada kemungkinan bunda sembuh namun Kevin merasa hancur sehancur_hancurnya melihat bunda terbaring lemas
" Semua sudah di atur oleh yang di atas kak, Hidup mati semua nya sudah di atur, kita hanya bisa berdoa agar bunda di sehatkan kembali " Ucap jeni " Tidak ada yang tidak sakit ketika melihat orang yang kita sayangi terbaring lemas tak berdaya kak, bahkan waktu itu aku berniat untuk mengakhiri hidupku, karena aku merasa tidak punya siapa-siapa bahkan aku harus hidup dengan kalian semua, namun dengan seiringnya waktu semua itu berubah ketika aku mengikhlaskan kepergian kak Jia " Ucap jeni tersenyum, lalu menghapus air mata di pipi Kevin " jangan menangis "
" Maafkan kakak karena kakak sudah membuatmu sedih dan putus asa " Kevin memeluk jeni dengan erat
Sedangkan ayah dan Keysa, mereka duduk di taman menikmati udara sore" Keysa merindukan udara sore di taman belakang rumah yah, Keysa akan melihat bunda yang sedang menyirami tanaman kesayangan miliknya " Keysa terkekeh " bahkan Keysa mau memetik bunga nya saja, bunda akan sangat marah kepada Keysa "
__ADS_1
" bunda mu sangat menyukai bunga dan juga tanaman yang lain nya, makanya ayah membiarkan bunda untuk mengisi keseharian nya dengan merawat bunga " jawab ayah
" kapan bunda sadar yah ? Keysa merindukan bunda hiks " Keysa memeluk lengan Ayah dengan pipi yang basah
" ayah juga sangat merindukan bunda mu, kita berdoa saja agar bunda cepat sadar dan pulih " Keysa menghapus air mata di pipinya
" Keysa janji jika bunda sudah sembuh, Keysa akan pulang ke rumah setiap hari bahkan Keysa bakalan jarang masuk ke butik agar Keysa bisa merawat bunda " Ucap Keysa menatap sang ayah lalu menangis sesenggukan
Ayah mengelus rambut Keysa " sudah jangan menangis lagi, ayo kita ke ruangan bunda, kasian kakak mu dan jeni yang sedari tadi menunggu kita " Ajak ayah
~ Di rumah
" Maafkan kenzo bunda maafkan hiks " Kenzo duduk di atas lantai sambil memeluk kaki yang ia tekuk
Riana masuk kedalam kamar, ia melihat Kenzo yang masih terlihat bersalah " Ken.." Riana berjalan ke arah kenzo lalu memeluk Kenzo " maafkan aku kenz hiks.."
Kenzo menoleh kearah Riana " Air mata mu tidak akan membuat bunda sadar, jadi simpan lah air mata mu itu " ucap Kenzo ketus lalu berdiri namun Riana menahan kaki Kenzo agar tidak pergi
" Aku mohon Ken, maafkan aku, aku mengaku salah jangan siksa aku seperti ini, aku tidak sanggup hiks.. bukan hanya kamu dan yang lain nya saja yang sedih, aku pun ikut sedih dan menyesal hiks " Riana menangis di atas lantai sambil memeluk kaki Kenzo
__ADS_1
Kenzo tidak tega melihat sang istri yang memohon kepada dirinya, bagai mana pun ini bukan sepenuhnya kesalahan Riana " berdiri lah " Kenzo membawa Riana untuk berdiri, lalu kenzo memeluk nya " jangan menangis lagi, aku tidak sanggup melihat mu menangis " ucap Kenzo memeluk Riana. Kenzo tau jika hati Riana hancur tapi Kenzo tidak ingin membuat istrinya semakin hancur karena Kenzo mendiaminya " Kita lewati semua ini bersama ya, kita minta maaf kepada ayah dan kedua kakakku " ucap Kenzo
Kenzo berniat untuk datang ke rumah sakit dengan sang istri mereka akan pergi meminta ampun kepada ayah dan Kedua kakak nya, Kenzo akan menerima semua keputusan dan ucapan mereka karena Kenzo sangat merasa bersalah
Sesampai nya di rumah sakit Kenzo menggelapkan napas nya ketika sudah sampai di depan ruangan bunda, Kenzo dan Riana masuk, di dalam ada ayah Keysa Kevin dan juga jeni " ayah.."
" mau apa kamu kesini.?" tanya Keysa dengan tatapan yang sangat tajam
Kenzo dan Riana langsung bersimpuh di kaki ayah nya sambil menangis " maafkan Kenzo dan Riana ayah, kami sungguh menyesali ini semua maafkan kami hiks "
" ayah maafkan riana hiks " Ayah tidak tahan dengan tangisan anak bungsu dan juga menantu nya
Ayah meraih Kenzo dan Rania untuk berdiri " Ayah sudah memaafkan kalian nak, ini semua sudah takdir "
" ayah.." lirih Keysa
" Mereka anak ayah key, tidak ada orang tua yang bisa tega melihat tangisan anak nya, Ayah sudah memaafkan kalian " ucap ayah memeluk kenzo " Jika bunda tau kalian telah membenci adikmu sendiri, bunda akan sangat marah kepada kalian " Ucap ayah memperingati Kevin dan juga Keysa untuk bisa memaafkan adiknya
Kevin mendekati Kenzo " maafkan kakak, kakak sudah keterlaluan kepadamu " Kevin memeluk Kenzo, Kenzo menangis di pelukan sang kakak
__ADS_1
Jeni memeluk Rania, Karena jeni tau jika Rania sedang butuh pelukan, di ikuti dengan Keysa yang ikut memeluk.